Lagi, Makassar Paparkan Program Unggulan di Spanyol | Makassar Today
Connect with us
alterntif text
alterntif text
alterntif text
alterntif text

Sulsel

Lagi, Makassar Paparkan Program Unggulan di Spanyol

Published

on

-SPANYOL – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar bersama Kota Semarang menjadi Kota Pilihan dari Komisi Eropa untuk memberikan presentasi mengenai Kerjasama International dan Potensi Investasi Smart City di Indonesia .

Presentasi ini dilakukan di Kota Malaga , yang merupakan Kota pelabuhan terbesar di Spanyol, Selasa (21/11/2017).

Presentasi ini dilakukan di hadapan World Cities Organization and European Commision partner yang terdiri dari beberapa Government Agency yang ada di Eropa.

Kepala Sub Bagian Kerjasama Antar Daerah/Lembaga Setda Pemkot Makassar, Najiran Syamsuddin Memaparkan perkembangan Kota Makassar serta kemajuan smart city project di Makassar. Dalam pemaparannya Makassar sebagai kota yang menjadi pilot project untuk beberapa smart city program dan inovation di Indonesia.

“Kami paparkan kemajuan kota makassar saat ini, termasuk beberapa program inovasi,” katanya.

Tak hanya kemajuan Kota Makassar, potensi kerjasama internasional di Makassar sebagai kota yang menjadi Hub of Indonesia / Centre of Indonesia.

Najiran menjelaskan, semenjak kepemimpinan Walikota Moh. Ramdhan Pomanto, makassar telah dikenal luas oleh negara negara didunia melalui beberapa program unggulannya seperti Home Care, Longset, War Room, Pendestrian Bintang 5.

“Hal ini tentunya sangat dipengaruhi juga oleh public engagement di masyarakat yang merasakan secara langsung manfaat dari program program unggulan pak wali,” tutupnya.

Rencanany Komisi Eropa akan melakukan pertemuan dengan Kementerian Bappenas dan Kementerian Luar Negeri untuk mewujudkan kerjasama internasional antara beberapa Government Agency di Eropa dengan Kota Makassar.

Tujuannya untuk meningkatkan partisipasi dunia Internasional kepada Kota Kota di dunia yang dianggap telah berhasil menciptakan perubahan yang besar dan telah banyak mempengaruhi perkembangan masyarakat, salah satunya adalah Kota Makassar. (*)

BAGIKAN:
Comments

Sulsel

Insentif Guru Mengaji Lambat Karena Alasan Ini!

Published

on

By

Makassartoday.com – Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto tak menampik jika proses pencarian anggaran insentif bagi gugur mengaji, imam masjid dan pemandi jenazah tahun 2018 mengalami keterlambatan.

Hal itu disampaikan Wali Kota Makassaar saat memberikan jawaban atas tanggapan fraksi-fraksi dalam rapat paripurna empat ranperda di gedung DPRD Makassar, Senin (16/7/2018).

Pertanyaan atas keterlambatan pencairan insentif disampaikan Fraksi PKS melalui juru bicara mereka, Yeni Rahman pada paripurna sebelumnya.

Danny dihadapan para wakil rakyat tersebut menyampaikan, jika keterlambatan pemberian insentif untum 1400, guru mengaji, imam masjid dan pemandi jenazah disebabkan persoalan administrasi.

“Terhadap pertanyaan Fraksi PKS, Yeni Rahman, pemerintah kota telah membayarkan insentif 1400 imam mesjid, guru mengaji, pemandi jenazah menjelang idul Fitri tahun 2017, namun pada tahun 2018 dijelaskan adanya kendala administrasi yang dinyatakan belum lengkap, sehingga berdampak pada keterlambatan pembayaran insentif mereka,” jelas Danny Pomanto.

Meski demikian,, pihaknya akan mengupayakan akan memberikan insentif tepat waktu.

“Kedepannya pemerintah kota akan melakukan upaya penyempurnaan sehingga pembayaran insentif kepada imam mesjid, guru mengaji dan pemandi jenazah dapat diterima tepat waktu sesuai harapan Anggota dewan,” ucap Danny. (*)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya

Sulsel

Pagar Sekolah Disegel, Puluhan Murid di Takalar Batal Belajar di Hari Pertama

Published

on

By

Makassartoday.com – Hari pertama masuk sekolah sedianya menjadi momentum yang paling ditunggu bagi murid baru, tapi berbeda yang dialami puluhan murid di SD Nomor 99, Kampung Beru, Desa Pa’la’lakkang, Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar.

Para murid di sekolah ini kaget sekaligus kecawa setelah tiba dan menemukan kondisi pintu pagar sekolah mereka disegel, Senin (16/7/2018).

“Kami kaget melihat pintu sekolah tersegel, padahal ini hari pertama kita masuk sekolah setelah libur panjang” jelas Rasul, salah seorang murid.

Rasul juga mengaku kecewa lantaran di hari pertama masuk sekolah justru mendapat sambutan yang tidak menyenangkan. Terlihat pintu sekolah tersegel menggunakan ranting bambu dan tumpukan bangku.

“Saya semangat ke sekolah, tapi pas di tiba di depan pintu sekolah justru yang saya dapati pintu sekolah seperti ini,” ucap Rasul dengan nada sedih.

Kepala SD Nomor 99, Kampung Beru, Hj. Siti Hasma yang juga tiba di sekolah mengaku kaget lantaran mendapati pintu sekolah dalam kondisi disegel.

Kepsek baru menjabat ini mengaku tak tahu menahu soal pemicu aksi penyegelan pintu pagar sekolah.

“Saya tidak tau apa masalahnya, Saya juga pertama kali menginjakkan kaki di sekolah ini,” tuturnya.

Infomasi yang dihimpun menyebutkan, aksi penyegalan diduga buntut sengketa lahan sekolah yang digugat oleh warga bernama Banting bin Motta yang mengklaim sebagai ahli waris.

“Ini tanah milik nenek saya, makanya saya menyegelnya karena pemerintah tidak pernah mau ganti rugi. Padahal statusnya hanya hak pijam pakai saja,” tegas Cole.

Mereka juga mengaku kecewa karena adanya pergantian jabatan kepsek di sekolah tersebut.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Takalar, Sudirman Nwamg menuturkan bahwa tanah tersebut telah terdaftar di bagian aset Pemda Takalar dengan alas hak sertifikat.

Dengan bukti tersebut, maka aksi penyegalan tidak dibenarkan tanpa didukung alat bukti kepemilikan lahan.

“Tanah tersebut telah terdaftar di bagian aset Pemda dengan alas hak sertifikat, maka adanya bukti alas hak yang dimiliki pemerintah daerah, pihak yang menyegel tidak boleh melakukan tindakan tanpa di dukung alat bukti kepemilikan, kalau tetap memaksa saya akan melapor ke polisi,” tegas Sudirman Nawang. (Hajji Taruna)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya

Sulsel

Gas Bocor Picu Kebakaran di Hartaco Indah, Ibu dan Anak Jadi Korban

Published

on

By

Makassartoday com – Kebakaran di Kompleks Hartaco Indah, Blok 3T, Nomor 13, Kelurahan Parangtambung, Kecamatan Tamalate, Makassar, Sulsel, Minggu (15/7/2018) pukul 21.40 WITA, mengakibatkan dua orang korban.

Kebakaran berawal saat penghuni rumah bernama Yusiana Said (35), PNS BKD Pemkot Makassar memasang selang tabung gas di dapur rumah.

Tak lama setelah menyalakan kompor untuk memasak, tabung gas mengalami kebocoran hingga api dari kompor langsung menyambar dan membakar korban bersama anaknya, Muh Syafiq (1,5) yang tengah bermain di dapur.

“Dugaan kuat kebakaran dipicu karena adanya kebocoran pada tabung gas 3 Kg yang digunakan korban saat memasak,” jelas Kapolsek Tamalate, Kompol Arifuddin.

Akibat kejadian ini, kedua korban harus dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara akibat mengalami luka bakar di bagian tubuhnya.

Selain mengakibatkan dua korban luka, peristiwa kebakaran ini juga menimbulkan kerugian materi yang ditaksir mencapai Rp15 juta. (Askay Khan)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya