Atlet Sulsel Sumbang 1 Medali di Kejurnas Panjat Tebing 2017 | Makassar Today
Connect with us
alterntif text
alterntif text
alterntif text
alterntif text

Sports

Atlet Sulsel Sumbang 1 Medali di Kejurnas Panjat Tebing 2017

Published

on

MAKASSAR – Atlet panjat tebing Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Sulawesi Selatan Hermawan merebut medali perunggu pada Kejuaraan Nasional XVI 2017 di Spot Climbing Stadion Mandala Krida, Jogjakarta. Event ini berlangsung sejak 20 November lalu.

Dari semua kategori yang dipertandingkan, termasuk kategori olympic combined kontingen FPTI Sulsel mampu mencuri perhatian. Apa lagi mereka sebenarnya bersaing dengan atlet-atlet penghuni Pelatihan Nasional (Pelatnas) persiapan Sea Games dan Asian Games.

FPTI Sulsel mengirim 10 atletnya, yakni Hermawan, Gilang Alif Ramadhan, Syahrul Ramadhan, Rahmat. Selanjutnya atlet putri yakni Nurfajrin, Alivanny Ver Khadijah, Nurul Magfirah, Syamsinar, Suriani Rasyid dan Yulianti.

Ketua Harian FPTI Sulsel Anjar Wijaya mengatakan dengan semangat ‘Ewako’ yakni semangat pantang menyerah, atlet Sulsel mampu memperlihatkan hasil yang maksimal. Terbukti di beberapa kategori berhasil menembus babak semifinal sampai final yang di tahap ini peserta sudah didominasi atlet Pelatnas Sea Games dan Asian Games.

“Heri (sapaan Hermawan,red) mampu mempersembahkan medali perunggu pada kategori speed track setelah bersaing ketat dengan atlet pelatnas, ” kata Anjar, Jumat (24/11/2017).

Sementara atlet putri Sulsel, seperti Nurul Magfirah dan Syamsinar yang berlaga di katogori lead perorangan juga sukses masuk di babak final. Nurul berada di peringkat 10 setelah bersaing ketat dengan atlet-atlet senior dari provinsi lain.

Atlet muda potensial Sulsel Alivanny juga mampu memperlihatkan prestasi yang mengagumkan di kategori speed track putri dengan torehan waktu 9,4 dan berhasil ke semi final. Kategori ini masih didominasi atlet senior dan atlet pelatnas.

Pada kategori lainnya Nurfajrin Kahir, Gilang Alif Ramadhan dan Syahrul Ramadhan juga mampu bersaing ketat hingga berhasil lolos ke semifinal.

Kategori olympic games, yang akan dipertandingan di olympiade, lanjut Anjar, atlet Sulsel juga berhasil lolos kualifikasi dan lolos ke babak berikutnya.

“Gilang, Syahrul, Nurul, Suriani dan Yulianti sisa menyelesaikan speed wr dan menuju babak final,” kata Anjar.

Menurutnya walau dengan persiapan yang minim, namun Sulsel mampu dipehitungkan oleh kontingen lainnya.

Ketua FPTI Sulsel Imam Subekti menyambut gembira atas torehan 10 atlet panjat tebing Sulsel yang dikirim ke Kejurnas ini. Menurutnya prestasi ini bisa menjadi pemacu dalam pembinaan atlet berikutnya.

“Insyaallah pada event-event berikutnya Sulsel kita harapkan atlet kita mampu mempersembahkan prestasi yang lebih mengagumkan. Bidang Pembinaan dan Prestasi FPTI Sulsel berharap Insyaallah dengan program pembinaan yang akan di laksanakan oleh Pengprov dan Pengkab kedepan lebih bisa memperlihatkan hasil,” kata Imam.

Makskmal, kata dia, salah satu yang dicanankan dan sudah berjalan adalah pembinaan atlit usia dini, peningkatan kualitas juri dan pembuat jalur, sertifikasi pelatih dan juri serta peningkatan sarana dan prasarana.

Atlet-atlet muda seperti Rahmat Usman, Gulang, Syahrul Ramadhan, Alivany, Nurul, Suriani dan Yulianti diharapkan untuk tidak berhenti dan harus terus berlatih. “mengikuti dan menjalankan program latihan dengan disiplin,” sebut bImam.

Saat ini sementara berlangsung kategori perorangan Speed WR putra putri. Ada Hermawan dan Rahmat Usman yang masih berpeluang ke babak berikutnya demikian pula Alivany, Nurul dan Yulianti. (*)

BAGIKAN:
Comments

Sports

4 Petinju Sulsel Masuk Final Kejurnas PPLP di Bengkulu

Published

on

By

Makassartoday.com — Empat dari tujuh petinju Sulawesi Selatan (Sulsel) berhasil  meraih tiket menuju partai final pada Kejuaraan Tinju antar PPLP dan SKO se-Indonesia yang berlangsung di Sport  Center, kota Bengkulu, Senin (16/7/2018). Selanjutnya keempat petinju Sulsel ini akan bertarung memperebutkan medali emas, Selasa (17/7/2018).

Keempatnya adalah  Nurul Annisa Amahoru, Ariel Sharon Latuheru, Abraham Masihor dan Ricky Pratama. Sementara tiga petinju yang gagal melaju ke final yakni Andi Reza Ardhani, Fitri Ayu Lestari dan Arham Maulana. Langkah ketiganya terhenti di babak semi final dan hanya meraih medali perunggu.

Perjuangan atlet Sulsel di kejuaraan ini cukup berat. Lawan-lawan yang dihadapinya dari daerah lain merupakan petinju muda potensial.

“Namun berkat ketekunan, semangat dan optimisme tinggi mereka mampu mengalahkan lawan-lawannya. Dan itu terbukti. Cita-cita empat petinju kami lolos ke final tercapai,” kata pelatih tinju Sulsel, Muh Abdi Amahoru, hari ini.

Di partai semifinal Nurul Annisa Amahoru yang turun di kelas 50 Kg Nurul mengubur mimpi petinju Zahwa Dona dari  Banten. Di final ia sudah ditungu petinju putri Kalimantan Timur (Kaltim) Sintika.

Sementara itu  petinju lainnya yang melaju ke final yakni Ariel Sharon Latuheru. Bertanding di kelas 46 Kg Ariel mengandaskan Yusril Ilahi wakil dari Sumatera Barat (Sumbar). Di partai puncak Ariel akan berhadapan petinju muda asal Kalimantan Selatan (Kalsel) Rifka Adesti.

Petinju lainnya yakni Abraham Masihor menambah jumlah atlet Sulsel yang melaju ke partai puncak. Ia melaju ke final setelah menumbangkan petinju Kalsel Muh Akbar di kelas 52 Kg. Di final, putra mantan petinju Sulsel peraih medali emas di PON,  Dufri Masihor ini akan berhadapan  Akin Hardinda dari Riau.

Petinju putra lainnya di kelas 48 Kg, Ricky Pratama juga mengukir prestasi setelah menumbangkan Caca Pranata wakil dari Sumater Barat (Sumbar). Di final ia akan menghadapi lawan tangguh wakil dari Nusa tenggara Timur (NTT) Calvin Sir.

Sementara itu Sulsel sudah dipastikan membawa pulang tiga medali perunggu . Masing-masing melalui Andi Reza Ardhani yang kalah dari petinju tuan rumah, Bengkulu  Anisa Ramadhani di kelas  46 Kg putri. Dua petinju lainnya yakni Fitri yang turun di kelas 54 Kg kalah atas petinju Papua, Yusulina Balandina Matibuai. Sementara  Arham di kelas 49kg kalah dari petinju Riau, Daniel Tamba.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Kadispora) Sulsel, Sri Endang Sukarsih mengaku bangga melihat capaian yang diraih oleh atlet-atlet binaan PPLP Sulsel.

‘’Saya merasa bangga dan berterimakasih atas prestasi yang telah dicapai oleh para siswa PPSL Sulsel. Saya berharap di partai final keempat atlet bisa meraih prestasi tertinggi di kejuaraan ini,” harap Sri Endang.

Hal senda dikatakan oleh Ketua Persatuan Tinju Amatir (Pertina) Sulsel Adi Rasyid Ali. Ia pun berharap keempat atlet muda Sulsel ini pulang membawa medali emas. (*)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya

Sports

29 Tim Ramaikan Liga Futsal Ramadan 2018

Published

on

By

Makassartoday.com – Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal MI, membuka kejuaraan Liga Futsal Ramadan 2018, dBolana Sport Center, Jl Perintis Kemerdekaan, Sabtu (26/5/2018). 

Kejuaraan Liga Futsal Ramadan ke-6 ini diadakan dBolana Sport Center dan bekerjasama PT Pertamina. Kejuaraan yang berlangsung selama satu pekan ini diikut 29 tim dan akan memperebutkan trophy dan uang tunai senilai 15 juta rupiah.

Pembukaan ini ditandai dengan tendangan pertama oleh Plt Wali Kota Makassar dan didampingi Owner dBolana Sport Center.

Menurut pria yang akrab disapa Deng Ical, kejuaraan Liga Futsal Ramadan ini paling meriah dan rutin dilaksanakan di kota Makassar setelah liga ramadan yang berlangsung dilapangan hasanuddin.

“Meskipun tahun lalu sempat pakum karena istri dari owner dBolana sakit, dan beberapa bulan kemudian ahkirnya dipanggil oleh sang pencipta. Untuk itu, mari kita kirimkan doa untuk istri almarhum,” ujar Deng Ical, sambil memanjatkan doa.

Terlepas dari itu, Deng Ical mengatakan bahwa prestasi itu bukan hanya diukur dengan meraih juara, tapi yang paling utama adalah bagaimana membangun karakter dan dedikasi kita.

“Jadi biar tidak juaraki kalau orang mengetahui bahwa kita memiliki kualitas bermain bagus, hebat dan sportif. Maka citra personal yang kita bangun sebagai seorang atlet pesepak bola profesional bisa terus tertanam, dan itu yang paling mahal,” kata politisi Golkar ini.

“Tidak ada masalah kalau kita tidak juara, tetapi kita dikenang sebagai seorang atlet yang handal dan profesional. Dari pada kita juara, baru itu juara dari hasil curang,” lanjutnya.

Sementara Owner dBolana Sport Center, Hj Nur Arianto mengatakan, terselenggaranya kejuaraan ini berkat dukungan penuh oleh pt pertamina, karena pihak pertamina melihat potensi anak muda Makassar dalam bidang olahraga sepak bola lebih menjanjikan.

“Dalam pertandingan kalah menang itu sudah biasa. Olehnya itu, saya berharap seluruh peserta dapat menjunjung tinggi sportivitas dalam bertanding, karena kejuaraan ini merupakan ajang silaturahmi antara pemuda di kota Makassar,” katanya.

Hal senada dikatakan ketua panitia pelaksana kejuaraan Liga Futsal Ramadan 2018, Nasrul Taba mengatakan, diadakannya kejuaraan liga futsal ini untuk menjalin kembali tali silaturahim antara sesama pemuda pemuda yang ada di kota Makassar terutama pemuda daerah Biringkanaya.

“Dengan adanya kejuaraan ini, kami harap akan muncul generasi baru yang akan membawa nama baik kota Makassar dan Indonesia dalam olahraga sepak bola,” harapnya.(*)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya

Sports

Pinrang dan Makassar Rebut Emas di Kategori Speed Pra Porda Panjat Tebing

Published

on

By

SINJAI – Babak kualifikasi cabang olahraga (Cabor) panjat tebing di Pra Pekan Olahraga Daerah (Porda) Sinjai 2017 untuk kategori speed classic di nomor perorangan putra dan putri akhirnya menemukan para juara yang diganjar tiket berkompetisi di Porda XVI Pinrang 2018 mendatang.

Atlet speed putra dari Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pinrang Gilang Alif Ramadhan berhasil meraih medali emas setelah menang tipis dari atlet Pangkep Rahmat Usman yang meraih medali perak.

Sementara medali perunggu diraih oleh Muhammad Khaddafi, atlet dari Makasar. Ia sukses mengalukan medali itu setelah mengalahkan Zulqadri, atlet tuan rumah Sinjai.

Sementara di nomor speed putri, atlet Makassar Alivany Khadikah berhasil merebut emas. Ia menang tipis dari saingan terberatnya di nomor ini, yakni Nurul Magfirah dari Pangkep dan posisi ketiga diraih oleh Syamsinar yang juga dari Pangkep setelah menang head to head dengan atlet Pinrang Suriani

Hingga hari ke tiga, Minggu (17/12/2017), Pra Porda panjat tebing sudah mempertandingkan beberapa kategori yaitu boulder nomor campuran beregu, boulder perorangan putra dan putri, serta nomor lead perorangan putra dan putri.

Walau hampir semua kategori masih didominasi oleh atlet Pangkep, Makassar, Sinjai, Bone dan Palopo namun peluang semua kontingen masih sangat terbuka lebar peluangnya untuk merebut tiket ke Porda XVI 2018 di Pinrang.

Ketua Harian Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Sulsel Andjar Wijaya mengatakan melihat potensi dan semangat 197 atlet dari 18 kabupaten/ kota se Sulsel ini, peluang masing masing kontingen untuk membawa timnya ke Porda Pinrang sangatlah besar.

“Sebaran atlet yang merata di masing-masing kontingen menunjukkan harapan besar untuk bangkitnya panjat tebing Sulsel,” kata salah satu founder terbentuknya FPTI Sulsel pada 1989 ini. (*)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya