ARA: Kalau DPRD Ribut Itu Baru Produktif | Makassar Today
Connect with us
alterntif text
alterntif text
alterntif text
alterntif text

Sulsel

ARA: Kalau DPRD Ribut Itu Baru Produktif

Published

on

MAKASSAR – Sekretariat DPRD Kota Makassar gelar diskusi publik membahas “ Sinegrtitas Legislatif dan Eksekutif Menyongsong Pembangunan Daerah Tahun 2018 “, Selasa (5/12/2017), di Hotel Grand Celino Makassar.

Diskusi Publik akhir tahun hari ini menghadirkan narasumber Wakil Ketua I DPRD Makassar, Adi Rasyid Ali, Kepala Bappeda Makassar, Dr. Iriani Ridwan dan Pengamat Politik Universitas Hasanuddin, Jayadi Nas dan dimoderatori oleh Erniwati.

Wakil Ketua I DPRD Makassar, Adi Rasyid Ali mengungkapkan bahwa pemerintahan akan berjalan dengan baik jika peran eksekutif dan legislatif bersinergi sesuai dengan judul tema hari ini.

“Kalau legislatif dan eksekutif tidak sinergi maka akan hancur sebuah pemerintahan, bahkan negara ini,” pungkas Ara sapaan akrab Legislator dari Partai Demokrat ini.

Ara menambahkan, dalam perjalanan kedua pihak tersebut adalah sebuah hal biasa jika terjadi perbedaan pendapat apalagi jika terkait dengan funsi masing-masing institusi.

“Terkadang DPRD sering bersitegang dengan pemerintah dikarenakan tidak terjadi titik temu dan kalau ada DPRD adem-adem saja itu malah bisa jadi tanda tanya, tapi kalau ada DPRD ribut-ribut itu baru produktif,” tegasnya.

Di tempat yang sama Kepala Bappeda Makassar, Dr. H. Iriani Ridwan menjelaskan bahwa sinegritas antara legislatif dan eksekutif harus terjalin jika ingin seluruh rencana program pemerintah daerah berjalan dengan baik, sehingga ia mengaku saat ini sangat mengapresiasi legislatif dalam mengawal program pemerintah kota Makassar.

“Pembangunan suatu daerah tertuang dalam RPJMD, nah semua itu bisa berjalan jika telah sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang ditemukan saat reses dewan atau musrenbang,” jelas Iriani.

Sementara itu pengamat politik yang juga dosen di Universitas Hasanuddin Makassar, Jayadi Nas mengapresiasi DPRD Makassar yang mampu mengesahkan APBD Pokok Tahun Anggaran 2018 dalam waktu singkat. Sebab menurutnya di pembahasan APBD biasanya dibutuhkan kajian dan sinegritas yang lebih mendalam.

“ Salut kepada DPRD Makassar, APBD 2018 bisa disahkan tanpa melewati batas deadline. Namun saya mengingatkan dan meminta komitmen dewan di APBD 2019, apakah mampu disahkan juga secepat tahun ini,” tandas mantan Komisioner KPU Sulsel ini. (Adhit)

BAGIKAN:
Comments

Sulsel

Insentif Guru Mengaji Lambat Karena Alasan Ini!

Published

on

By

Makassartoday.com – Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto tak menampik jika proses pencarian anggaran insentif bagi gugur mengaji, imam masjid dan pemandi jenazah tahun 2018 mengalami keterlambatan.

Hal itu disampaikan Wali Kota Makassaar saat memberikan jawaban atas tanggapan fraksi-fraksi dalam rapat paripurna empat ranperda di gedung DPRD Makassar, Senin (16/7/2018).

Pertanyaan atas keterlambatan pencairan insentif disampaikan Fraksi PKS melalui juru bicara mereka, Yeni Rahman pada paripurna sebelumnya.

Danny dihadapan para wakil rakyat tersebut menyampaikan, jika keterlambatan pemberian insentif untum 1400, guru mengaji, imam masjid dan pemandi jenazah disebabkan persoalan administrasi.

“Terhadap pertanyaan Fraksi PKS, Yeni Rahman, pemerintah kota telah membayarkan insentif 1400 imam mesjid, guru mengaji, pemandi jenazah menjelang idul Fitri tahun 2017, namun pada tahun 2018 dijelaskan adanya kendala administrasi yang dinyatakan belum lengkap, sehingga berdampak pada keterlambatan pembayaran insentif mereka,” jelas Danny Pomanto.

Meski demikian,, pihaknya akan mengupayakan akan memberikan insentif tepat waktu.

“Kedepannya pemerintah kota akan melakukan upaya penyempurnaan sehingga pembayaran insentif kepada imam mesjid, guru mengaji dan pemandi jenazah dapat diterima tepat waktu sesuai harapan Anggota dewan,” ucap Danny. (*)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya

Sulsel

Pagar Sekolah Disegel, Puluhan Murid di Takalar Batal Belajar di Hari Pertama

Published

on

By

Makassartoday.com – Hari pertama masuk sekolah sedianya menjadi momentum yang paling ditunggu bagi murid baru, tapi berbeda yang dialami puluhan murid di SD Nomor 99, Kampung Beru, Desa Pa’la’lakkang, Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar.

Para murid di sekolah ini kaget sekaligus kecawa setelah tiba dan menemukan kondisi pintu pagar sekolah mereka disegel, Senin (16/7/2018).

“Kami kaget melihat pintu sekolah tersegel, padahal ini hari pertama kita masuk sekolah setelah libur panjang” jelas Rasul, salah seorang murid.

Rasul juga mengaku kecewa lantaran di hari pertama masuk sekolah justru mendapat sambutan yang tidak menyenangkan. Terlihat pintu sekolah tersegel menggunakan ranting bambu dan tumpukan bangku.

“Saya semangat ke sekolah, tapi pas di tiba di depan pintu sekolah justru yang saya dapati pintu sekolah seperti ini,” ucap Rasul dengan nada sedih.

Kepala SD Nomor 99, Kampung Beru, Hj. Siti Hasma yang juga tiba di sekolah mengaku kaget lantaran mendapati pintu sekolah dalam kondisi disegel.

Kepsek baru menjabat ini mengaku tak tahu menahu soal pemicu aksi penyegelan pintu pagar sekolah.

“Saya tidak tau apa masalahnya, Saya juga pertama kali menginjakkan kaki di sekolah ini,” tuturnya.

Infomasi yang dihimpun menyebutkan, aksi penyegalan diduga buntut sengketa lahan sekolah yang digugat oleh warga bernama Banting bin Motta yang mengklaim sebagai ahli waris.

“Ini tanah milik nenek saya, makanya saya menyegelnya karena pemerintah tidak pernah mau ganti rugi. Padahal statusnya hanya hak pijam pakai saja,” tegas Cole.

Mereka juga mengaku kecewa karena adanya pergantian jabatan kepsek di sekolah tersebut.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Takalar, Sudirman Nwamg menuturkan bahwa tanah tersebut telah terdaftar di bagian aset Pemda Takalar dengan alas hak sertifikat.

Dengan bukti tersebut, maka aksi penyegalan tidak dibenarkan tanpa didukung alat bukti kepemilikan lahan.

“Tanah tersebut telah terdaftar di bagian aset Pemda dengan alas hak sertifikat, maka adanya bukti alas hak yang dimiliki pemerintah daerah, pihak yang menyegel tidak boleh melakukan tindakan tanpa di dukung alat bukti kepemilikan, kalau tetap memaksa saya akan melapor ke polisi,” tegas Sudirman Nawang. (Hajji Taruna)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya

Sulsel

Gas Bocor Picu Kebakaran di Hartaco Indah, Ibu dan Anak Jadi Korban

Published

on

By

Makassartoday com – Kebakaran di Kompleks Hartaco Indah, Blok 3T, Nomor 13, Kelurahan Parangtambung, Kecamatan Tamalate, Makassar, Sulsel, Minggu (15/7/2018) pukul 21.40 WITA, mengakibatkan dua orang korban.

Kebakaran berawal saat penghuni rumah bernama Yusiana Said (35), PNS BKD Pemkot Makassar memasang selang tabung gas di dapur rumah.

Tak lama setelah menyalakan kompor untuk memasak, tabung gas mengalami kebocoran hingga api dari kompor langsung menyambar dan membakar korban bersama anaknya, Muh Syafiq (1,5) yang tengah bermain di dapur.

“Dugaan kuat kebakaran dipicu karena adanya kebocoran pada tabung gas 3 Kg yang digunakan korban saat memasak,” jelas Kapolsek Tamalate, Kompol Arifuddin.

Akibat kejadian ini, kedua korban harus dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara akibat mengalami luka bakar di bagian tubuhnya.

Selain mengakibatkan dua korban luka, peristiwa kebakaran ini juga menimbulkan kerugian materi yang ditaksir mencapai Rp15 juta. (Askay Khan)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya