Diduga Cabuli 2 Muridnya, Oknum Kepsek di Makassar Dipolisikan | Makassar Today
Connect with us

Hukum & Kriminal

Diduga Cabuli 2 Muridnya, Oknum Kepsek di Makassar Dipolisikan

Published

on

MAKASSAR – Polsek Wajo mengamankan seorang oknum kepala sekolah dasar (Kepsek) berinisial SS (57) terkiat dugaan kasus pelecehan seksual terhadap dua orang murid perempuan, Selasa (5/12/2017).

SS dibekuk setelah pihak berwajib menerima laporan dari pihak keluarga korban. Dalam laporan tersebut diketahui bahwa aksi cabul oknun kepsek dilakukan di lingkungan sekolah di Jl Muhammadiyah, Kecamatan Wajo, Kota Makassar, Sulsel.

Kapolres Pelabuhan AKBP Aris Bachtiar membenarkan kasus tersebut. Aris menjalankan, korban didampingi pihak keluarga sudah melayangkan laporan ke Polsek Wajo pada Sabtu (2/12/2017) pekan lalu.

Adapun kedua korban yang masih berstatus anak di bawah umur masing-masing Bunga (9) dan Melati (10), (nama samaran). Keduanya mengaku menjadi korban pelecehan seksual dengan cara diraba dan dielus pada bagian vital oleh pelaku.

Bunga dalam pengakuannya dilecehkan sebanyak 4;kali, masing-masing 1 kali pada bulan Agustus, 2 kali pada bulan September dan 1 kali pada bulan Oktober. Sementara melati mengaku dilecehkan sebanyak 1 kali pada bulan November.

Adapun modus yang dilakukan pelaku, yakni dengan memanggil korban ke ruangan pelaku. Di ruang tersebut, pelaku diduga melakukan perbuatan asusila. Belakangan kasus ini terbongkar setelah korban mengadu ke orang tuanya.

“Setelah pihak kami menerima laporan. Kemudian kasus ini dikoordinasikan ke Unit PAPA Polrestabes selanjutnya pada hari ini dilakukan penahanan terhadap terlapor SS,” jelas mantan Kapolres Gowa itu.

Sejauh ini pelaku masih menjalani pemeriksaan di Unit PPA Polres Pelabuhan. Jika terbukti bersalah, maka SS terancam dijerat Undang-undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun.

Namun disebutkan dalam undangan-undang tersebut bila mana dilakukan oleh Orang Tua, Wali, pengasuh Anak, pendidik atau tenaga kependidikan maka ancaman pidana ditambah 1/3 dari ancaman sebelumnya. (Hajji Taruan)

Jika Pemilihan Gubernur Sulsel digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Jika Pilwalkot Makassar digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Advertisement

Comments

Hukum & Kriminal

Waspada! Predator Anak di Makassar Masih Berkeliaran

Published

on

By

Makassartoday.com – Pelaku penculikan disertai pemerkosaan terhadap seorang siswi SMP di Makassar hingga hari ini belum tertangkap.

Kasus yang dilaporkan ke pihak penegak hukum sejak 22 Januari 2018 lalu itu belum juga menunjukkan tanda-tanda keberadaan pelaku. Hampir sebulan kasus ini mengendap di meja penyiduk kepolisian.

Meski demikian, pihak keluarga Bunga (nama samaran) tetap berusaha untuk mencari keadilan atas apa yang sudah menimpah putrinya tersebut.

“Sudah hampir sebulan setelah kami melapor ke Polrestabes Makassar tapi pelakunya belum tertangkap. Tadi kami datang ke Kantor P2TP2A Makassar untuk meminta dukungan pemerintah atas kasus yang menimpah anak kami,” ucap An, ibu korban, Senin (19/2/2018).

Sekedar diketahui, Bunga (13) menjadi korban penculikan pada 19 Januari lalu. Korban diculik selama tiga hari empat malam di indekos pelaku di sekitar Jl Dg Tata, Kota Makassar.

Adapun kronologis penculikan tersebut diawali saat korban berada di Rumah Sakit Umum Stella Maris, dimana saat itu korban bersama tantenya tengah menjaga kekuarga yang sedang sakit.

“Anak saya kenal dengan pelaku lewat Facebook. Melalui akun bernama Muhammad Adhy Saputra pelaku meminta anak kami bertemu di Anjungan Pantai Losari saat tengah menjaga keluarga yang sakit,” beber ibu korban.

Korban sempat meminta izin kepada tantenya sebelum bertemu pelaku. Setelah bertemu, pelaku yang diduga memiliki kemampuan hipnotis itu kemudian membawa kabur korban.

“Anak kami mengaku seperti tidak sadar saat dibawa pelaku ke rumah kosnya. Anak saya mengaku baru sadar setelah ada di dalam kamar pelaku,” sambung An, yang berdomisili di Jl Buruh Kota Makassar itu.

Di kamar pelaku korban diancam dengan senjata tajam jenis badik. Korban dipaksa melayani nafsu bejat si predator tersebut. Selama empat malam gadis mungil ini diduga telah dijadikan budak seks oleh pelaku.

Setelah puas melancarkan aksinya, pelaku kemudian memulangkan korban dengan cara menumpangi angkot menuju ke Pasar Sentral. Di situlah korban yang dalam kondisi bingung sambil menangis, ditemukanangganya yang kebetulan berada di areal Pasar Sentral.

“Anak saya disuruh naik Petepete lalu pelaku membayar sopir disuruh antar ke Pasar Sentral. Kebetulan tetangga kami ada di sana dan anak kami langsung dibawa ke rumah, lalu besoknya kami melapor ke polisi,” sambung An, mengutip keterangan korban.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPPA) Kota Makassar, Andi Tenri Pallalo mengaku siap melakukan pendampingan terhadap korban.

“Besok kami akan mengawal korban ke pihak Unit PPA Polrestabes untuk melihat sejauh mana progres penanganan kasus tersebut,” tegas mantan Kabag Humas Pemkot Makassar ini. (Hajji Taruna)

Jika Pemilihan Gubernur Sulsel digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Jika Pilwalkot Makassar digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Baca Selengkapnya
Advertisement

Terpopuler