Sulsel

Dewan Sebut Kesadaran Wajib Pajak Masih Kurang

MAKASSAR – Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar kembali menggelar program kemitraan Anggota Dewan bersama masyarakat yang mengangkat tema “Terobosan Peningkatan Pendapatan Daerah Dalam Akselarasi Pembangunan”, Rabu (6/12/2017) di pelataran parkir Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) Nitro Makassar.

Program kemitraan yang disiarkan secara langsung oleh Fajar TV dan Radio Smart FM, kali ini menghadirkan narasumber Wakil Ketua I DPRD Makassar, Adi Rasyid Ali, Kepala Dinas Penanaman Modal Dan Perizinan Satu Pintu kota Makassar, Andi Bukti Djufri, Prof. Marzuki, DEA dan dimodeoratori oleh Yusran, SKM.

Dalam pemaparannya ARA, sapaan akrab legislator dari Partai Demokrat ini mengungkapkan, dari tahun ke tahun pendapatan Kota Makassar mengalami peningkatan dan peningkatan ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mencari pola untuk mengintesifikasi potensi pendapatan daerah itu sendiri.

“Pemerintah selalu mengupayakan bagaimana Pendapatan Asli Daerah (PAD) ini bisa ditingkatkan, sesuai dengan tagline Wali Kota Makassar saat ini untuk ingin menjadikan Makassar dua kali tambah baik,” ungkapnya.

ARA menngakui penarikan pajak sebagai salah satu sumber pendapatan belum terlalu maksimal, hal ini dikarenakan kesadaran wajib pajak masih kurang untuk tertib dan disiplin membayar pajak.

“Kalau semua masyarakat Kota Makassar bisa disiplin untuk membayar pajak, luar biasa pembangunan Kota Makassar dan saya yakin bisa lebih baik daripada Kota Singapura,” tandas ARA

Di tempat yang sama A. Bukti Djufri mengungkapkan bahwa upaya peningkatan pendapatan tak lepas dari penyerapan pajak dan izin yang menjadi sumber utama pendapatan asli daerah dan salah satu inovasi yang dilakukan pemerintah kota Makassar saat ini dengan menerapkan sistem online.

“Kami sebentar lagi akan menerapkan pengurusan dan pembayaran izin secara online sehingga masayarakat lebih gampang dan bisa mengetahui sampai dimana pengurusan yang telah mereka daftar,” tandasnya. (Adhit)

alterntif text

BAGIKAN:
alterntif text
loading...
Comments

Terpopuler

loading...
To Top