Pihak Keluarga Tolak Autopsi, Kasus Kematian Karmila Dihentikan | Makassar Today
Connect with us

Hukum & Kriminal

Pihak Keluarga Tolak Autopsi, Kasus Kematian Karmila Dihentikan

Published

on

SUNGGUMINASA – Pihak penyidik Polres Gowa untuk sementara waktu menghentikan proses penyidikan tewasnya seorang mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Samata, (alamahuma) Karmila (19).

Penghentian penyelidikan menyusul adanya permintaan pihak keluarga Karmila yang menolak dilakukannya autopsi terhadap janazah.

“Pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi. Padahal hasil autopsi menjadi salah satu alat pendukung kami untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban,” jelas Kasat Serse Polres Gowa, AKP Darwis, Rabu (6/12/2017).

Informasi terkahir yang dihimpun dari pihak kepolisian bahwa jenazah almarhumah Karmila sudah diambil pihak keluarga untuk dimakamkan ke kampung halamannya di Kecamatan Biringbulu, Kabupaten Gowa, Sulsel. (Rahman Sijaya)

BAGIKAN:
Comments

Hukum & Kriminal

Pria Diduga Maling di Aspuri Maluku Utara Tewas Dimassa

Published

on

By

Makassartoday.com – Aksi main hakim sendiri kembali terjadi di Makassar. Kali ini seorang pria yang diduga kuat pelaku pencurian di Asrama Putri (Aspuri) Maluku Utara, Jl Urip Sumoharjo, Lr 79 Nomor 16 A, Minggu (20/5/2018), sekitar pukul 22 00 Wita.

Pria yang diduga pelaku pencurian tersebut, diketahui bernama Arman Maulana (25) agama Islam, pengangguran, alamat Jl G Bawakaraeng, Lr. 75 Nomor 23 Makassar.

Menurut keterangan saksi yang juga salah satu penghuni Aspuri bernama Sutami A. Hamid (20), mahasiswa, warga Jl Urip Sumiharjo, Lr. 79 Nomor 16 A Makassar bahwa ronologis kejadian
berawal saat pelaku masuk ke asrama diduga hendak masuk kekamar rekannya bernama Irmawati bersama Padillah.

“Awalnya mau masuk ke kamarnya Irma sama Padilla, tapi karena tidak berhasil lalu pelaku naik ke lantai dua Asrama saya WhatsApp
teman saya kalau ada orang yang masuk Asrama dan saat itu juga saya dengar suara warga sekitar bilang palluka,” kata saksi.

Berselang itu juga penghuni Asrama Putra Maluku Utara datang namun warga sekitar sudah mengejar pelaku kemudian melakukan penganiayaan pengeroyokan secara bersama-sama sehingga pria tersebut meninggal di Jl Babul Jannah depan Lr. 79 Makassar dengan posisi terduduk dan sandar di pagar akibat kejadian pelaku mengalami luka tebas pada tangan kanan.

Sekitar pukul 22.20 Wita, anggota Polsek Makassar tiba di TKP dipimpin Kanit Reskrim Polsek Makassar, Iptu Harianto Rahman, SH. Adapun mayat pria ini dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. (Rusdi-Hajji Taruna)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya

Hukum & Kriminal

Astaga, Baru 18 Tahun Tapi Kelakuannya Minta Ampun!

Published

on

By

Makassartoday.com – Tim Resmob Polsek Panakkukaang menggulung seorang remaja berusia 18 tahun lantaran diduga sebagai pelaku pemalakan di areal parkir Masjid Nur Ichsan, Jl Toddopuli Raya, Minggu (20/5/2018) subuh tadi.

Remaja pengangguran berinisal WK, warga Jl Batua Raya, Kota Makassar itu, diciduk setelah petugas menerima banyaknya laporan dari masyarakat setempat.

“Masyarakat setempat melaporkan bahwa ada seorang remaja di areal parkir Masjid sering memalak jemaah yang pulang salat subuh. Di lokasi itu juga sering dijadikan tempat mabuk lem oleh pelaku,” jelas Kapolsek Panakkukang Kompol Ananda Fauzi.

Setelah menerima laporan warga, Tim Resmob Panakkukang yang dipimpin Ipda Robert Harianto siga langsung mendatangi TKP dan melakukan penggeledahan terhadap pelaku serta menemukan satu buah lem fox yang dibungkus plastik putih serta mendapatkan 1 buah anak busur beserta ketapel di saku celana sebelah kanan milik pelaku.

Selanjutnya pelaku beserta barang bukti diamankan dan dibawa ke Mapolsek Panakkukang guna dilakukan introgasi dan penyidikan.

Dari hasil Interogasinya, pelaku mengakui mengisap lem. Namun pelaku membantah sering memalak jemaah. Adapun nak panah jenis busur dan ketapel yang dibawa tersebut, diakui pelaku hanya sebatas digunakan menjaga diri.

“Yang bersangkutan membantah itu, tapi pelaku tetap kita proses terkait pemilikan sajam,” tutup Kapolsek. (Hajjj Taruna)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya

Hukum & Kriminal

Bukannya Salat Tarawih, 2 Remaja Ini Malah Nyabu di Pinggir Jalan

Published

on

By

Makassartoday.com – Dua orang pemuda yang merupakan warga Jl Abubakar Lambogo (Ablam), Kota Makassar, Sulsel, terciduk polisi tengah menggunakan Narkotika jenis sabu.

Dua pelaku masing-masing lelaki AI (24t), sopir serta lelaki DA (19), tukang antar galon diciduk oleh Patmor/Patko Sabhara Polres Gowa yang sedang melaksanakan patroli di Jl Tun Abd Razak, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulsel, Sabtu (19/5/2018) pukul 20.30 Wita.

Polisi juga mengamankan barang bukti tas berwarna coklat berisikan 11 bungkusan sachet warna bening, dimana 10 sachet tersebut sudah kosong dan 1 sache lagi berisi serbuk kristal putih yang diduga sabu, serta 1 botol air mineral yang tutupnya sudah dilubangi bersama 2 buah pipet.

“Pengungkapan kasus ini berawal saat petugas hendak melaksanakan pengamanan salat tarawih di Masjid Chenghoo sambil berpatroli, namun saat melintas di Jl Tun Abd Razak, petugas melihat 1 unit mobil pick up berwarna hitam berhenti di tempat gelap, sehingga petugas langsung memeriksa kendaraan tersebut,” jelas Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga, Minggu (20/5/2018).

Setelah diinterogasi, pelaku mengakui bahwa narkotika jenis sabu tersebut, didapatkan dengan cara dibeli dari seorang lelaki berinisial C, yang merupakan warga Kota Makassar.

Selanjutnya, kedua pelaku beserta barang bukti diamankan di Polres Gowa guna proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. (Hajji Taruna)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya