Wanita Asal Subang Tewas Membusuk di Kamar Kos Ina Saudari | Makassar Today
Connect with us

Hukum & Kriminal

Wanita Asal Subang Tewas Membusuk di Kamar Kos Ina Saudari

Published

on

MAKASSAR – Warga Jl Ina Saudari, Kelurahan Pisang Selatan, Kecamatan Unjung Pandang, Makassar, Sulsel, digegerkan dengan penemuan mayat perempuan di dalam kamar kos, Selasa (5/12/2017).

Mayat wanita tersebut diketahui bernama Lusi Rizkiany (23), karyawan swasta, asal Desa Karanghegar, Kecamatan Pabijaran, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Menurut keterangan saksi bernama Liliana (38) seorang karyawan salon yang juga penghuni kos mengaku sudah dua hari tak melihat korban. Namun setelah Selasa pagi saksi baru mencium bau tak sedap dari dalam kamar yang ditempati korban.

“Karena bau itu menyengat, saya sempat menyemprot kamar saya dengan pengharum ruangan lalu tidur kembali,” beber saksi.

Sementara saksi lain bernama Masriani (36) yang merupakan teman korban mengaku bahwa pada hari Minggu 3 Desember 2017 sekitar pukul 12.00 Wita saksi masih komunikasi dengan korban lewat telepon seluler.

“Waktu itu saya meminjam helm korban, dan korban mengiyakan, namun pada hari Selasa itu saya curiga karena sudah dua hari terakhir tidak melihat almarhumah. Kemudian saya naik ke kamar korban untuk melihat korban dan berusaha membuka pintu kamar dengan kunci serp yang dititip pemilik kost,” ucap Masriani.

Sebelum masuk ke dalam kamar korban, Masriani ditemani beberapa saksi lainnya
berusaha mengintip korban melalui jendela atas pintu dan melihat korban dalam keadaan tertutup selimut. Kemudian saksi menghubungi pemilik kost tentang keadaan tersebut.

Pemilik kos bernama Efendi (46) yang dihubungi saksi kemudian tiba di TKP dan membuka kamar korban dengan cara mendobrak menggunakan linggis dan menemukan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia. Pemilik rumah kos kemudian menghubungi pihak kepolisian.

Sekitar pukul 13.20 Wita Tim Identifikasi dan Anggota Polsek Ujung Pandang yang di pimpin oleh Kapolsek Ujung Pandang Kompol Wahyu Basuki, S.Ik tiba di TKP.

Kemudian disusul Tim Biddokkes Polda Sulsel yang dipimpin oleh AKP Zulkarnain tiba di TKP, kemudian mengevakuasi korban ke RS Bhayangkara.

Hingga kini belum diketahui penyebab pasti kematian korban. Namun hasil pemeriksaan sementara tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. (Askay Khan)

Jika Pemilihan Gubernur Sulsel digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Jika Pilwalkot Makassar digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Advertisement

Comments

Hukum & Kriminal

Waspada! Predator Anak di Makassar Masih Berkeliaran

Published

on

By

Makassartoday.com – Pelaku penculikan disertai pemerkosaan terhadap seorang siswi SMP di Makassar hingga hari ini belum tertangkap.

Kasus yang dilaporkan ke pihak penegak hukum sejak 22 Januari 2018 lalu itu belum juga menunjukkan tanda-tanda keberadaan pelaku. Hampir sebulan kasus ini mengendap di meja penyiduk kepolisian.

Meski demikian, pihak keluarga Bunga (nama samaran) tetap berusaha untuk mencari keadilan atas apa yang sudah menimpah putrinya tersebut.

“Sudah hampir sebulan setelah kami melapor ke Polrestabes Makassar tapi pelakunya belum tertangkap. Tadi kami datang ke Kantor P2TP2A Makassar untuk meminta dukungan pemerintah atas kasus yang menimpah anak kami,” ucap An, ibu korban, Senin (19/2/2018).

Sekedar diketahui, Bunga (13) menjadi korban penculikan pada 19 Januari lalu. Korban diculik selama tiga hari empat malam di indekos pelaku di sekitar Jl Dg Tata, Kota Makassar.

Adapun kronologis penculikan tersebut diawali saat korban berada di Rumah Sakit Umum Stella Maris, dimana saat itu korban bersama tantenya tengah menjaga kekuarga yang sedang sakit.

“Anak saya kenal dengan pelaku lewat Facebook. Melalui akun bernama Muhammad Adhy Saputra pelaku meminta anak kami bertemu di Anjungan Pantai Losari saat tengah menjaga keluarga yang sakit,” beber ibu korban.

Korban sempat meminta izin kepada tantenya sebelum bertemu pelaku. Setelah bertemu, pelaku yang diduga memiliki kemampuan hipnotis itu kemudian membawa kabur korban.

“Anak kami mengaku seperti tidak sadar saat dibawa pelaku ke rumah kosnya. Anak saya mengaku baru sadar setelah ada di dalam kamar pelaku,” sambung An, yang berdomisili di Jl Buruh Kota Makassar itu.

Di kamar pelaku korban diancam dengan senjata tajam jenis badik. Korban dipaksa melayani nafsu bejat si predator tersebut. Selama empat malam gadis mungil ini diduga telah dijadikan budak seks oleh pelaku.

Setelah puas melancarkan aksinya, pelaku kemudian memulangkan korban dengan cara menumpangi angkot menuju ke Pasar Sentral. Di situlah korban yang dalam kondisi bingung sambil menangis, ditemukanangganya yang kebetulan berada di areal Pasar Sentral.

“Anak saya disuruh naik Petepete lalu pelaku membayar sopir disuruh antar ke Pasar Sentral. Kebetulan tetangga kami ada di sana dan anak kami langsung dibawa ke rumah, lalu besoknya kami melapor ke polisi,” sambung An, mengutip keterangan korban.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPPA) Kota Makassar, Andi Tenri Pallalo mengaku siap melakukan pendampingan terhadap korban.

“Besok kami akan mengawal korban ke pihak Unit PPA Polrestabes untuk melihat sejauh mana progres penanganan kasus tersebut,” tegas mantan Kabag Humas Pemkot Makassar ini. (Hajji Taruna)

Jika Pemilihan Gubernur Sulsel digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Jika Pilwalkot Makassar digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Baca Selengkapnya
Advertisement

Terpopuler