Indira Mengaku Masih Dilibatkan di Rapat Internal Fraksi NasDem | Makassar Today
Connect with us

Politik

Indira Mengaku Masih Dilibatkan di Rapat Internal Fraksi NasDem

Published

on

MAKASSAR – Bakal calon Wakil Walikota Makassar, Indira Mulyasari sepertinya tak terpengaruh dengan ancaman pemecatan yang dilakukan DPD NasDem Makassar.

Calon pendamping petahana Danny Pomanto ini, sampai hari ini masih kokoh pada jabatan Wakil Ketua DPRD Makassar. Ia juga mengaku masih intens dilibatkan dalam rapat-rapat internal Fraksi NasDem

“Saya masih ikut rapat sih,” singkat Indira saat ditanya soal pelibatan dirinya di rapat internal Fraksi NasDem DPRD Makassar.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Media dan Informasi Publik DPD NasDem Makassar, Supratman mengaku bahwa usulan pemecatan Indira sejauh ini sudah dalam proses di DPP Partai NasDen.

“Sementara proses di DPP,” singkat Supra, sapaan akrabnya via WhatsApp, Rabu (6/12/2017).

Supra memastikan pihaknya akan segera melakukan proses Pergantian Antar Waktu (PAW) jika Surat Keputusan (SK) terkait pemecatan tersebut sudah diterima dari DPP. (Rusdi)

Jika Pemilihan Gubernur Sulsel digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Jika Pilwalkot Makassar digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Advertisement

Comments

Politik

Loyalis IAS: Cuma Pengkhianat Yang Tak Dukung Appi-Cicu

Published

on

By

Makassartoday.com – Loyalis mantan Wali Kota Makassar, Ilham Arief Siradjuddin (IAS) kembali menegaskan posisinya dalam Pilwali Makassar 2018 mendatang.

Mereka menyatu dalam berbagai komunitas pendukung Paslon nomor urut 1, Munafri Arifuddin-Rachmatika Dewi (Appi-Cicu).

Salah satunya Jhon Hardiyansyah yang kini menjabat sebagai Sekretaris Tim Hukum Appi-Cicu.

Jhon menanggapi adanya klaim pihak yang mengatasnamakan loyalis IAS, namun malah mendukung paslon lain. Ia menegaskan bahwa sejak awal IAS sudah meminta seluruh jaringan dan barisan orang-orang yang dekatnya untuk satu dukungan ke Appi-Cicu.

“Tidak ada loyalis yang tidak ikut perintah. Perintah Pak IAS sangat jelas, tegas, dukung Appi-Cicu. Jadi kalau ada mengaku loyalis tapi tidak mendukung Appi-Cicu, itu loyalis kW2, loyalis tidak tahan lapar lalu tega mengkhianati Pak IAS,” tegasnya, Senin (19/2/2018).

Menurut Jhon, orang-orang yang setia kepada IAS tidak pernah berpikir jabatan, karena kita selalu mengedepankan persaudaraan.

“Bukan karena kepentingan proyek, bukan pula karena ingin dekat dengan penguasa,” tegas Jhon dengan nada nenyindir.

Adapun kelompok yang mengatasnamakan loyalis IAS, tapi tak mendukung Appi-Cicu, kata Jhon hanya sebuah klaim untuk kepentingan pribadi dan tidak punya kaitanya dengan pak IAS. (*)

Jika Pemilihan Gubernur Sulsel digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Jika Pilwalkot Makassar digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Baca Selengkapnya
Advertisement

Terpopuler