Lakpesdam-NU Soroti Postur Anggaran 2018 Pemda Maros | Makassar Today
Connect with us

Sulsel

Lakpesdam-NU Soroti Postur Anggaran 2018 Pemda Maros

Published

on

MAROS – Peneliti Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam-NU) Kabupaten Maros, Arfah Arsyad menanggapi postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Maros, tahun 2018.

Menurutnya terjadi peningkatan dari sebelumnya 2017 sebesar 1,3 triliiun lebih menjadi 1,4 triliiun lebih di tahun depan 2018.

Arfah merinci, APBD Maros TA. 2018 telah ditetapkan sebesar 1.420.036.747.763 dengan rincian sebagai berikut, Belanja Tidak Langsung sebesar, 720.684.210.763 dan Belanja Langsung sebesar, 669.352.537.000, artinya belanja tidak langsung masih jauh lebih besar dibanding belanja langsung, artinya belanja tidak langsung lebih besar 51.331.437.763 dari belanja langsung.

“Idealnya belanja langsung harus lebih besar dari belanja tidak langsung, karena belanja langsung yang berkaitan dengan pembangunan fasilitas publik dan peningkatan kesejahteraan masyarakat banyak,” beber Mantan Ketua PC PMII Kabupaten Maros ini.

Data menunjukkan, ada beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memperoleh penambahan anggaran dari tahun sebelumnya, diantaranya Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas PU, Dinas Perumahan dan Pemukiman, BPBD dan Dinas Pengendalian Penduduk dan KB.

Ia menambahkan, beberapa Dinas strategis lain mestinya bertambah anggaran dan programnya, misalnya Dinas Pemuda, Seni dan Olahraga (Dispori) mestinya ada alokasi anggaran yang cukup untuk membenahi dan membangun seluruh fasilitas olah raga yang ada di kecamatan-kecamatan utamanya lapangan sepak bola dan anggaran untuk kegiatan kepemudaan, kesenian dan olah raga harus bertambah secara signifikan.

“Dinas KUMKM misalnya, selama ini hanya diberi anggaran untuk buat fasilitas fisik berupa bangunan pasar, sementara program one distric dan one product tidak pernah dianggarkan di Rencana Kerja Anggaran (RKA) SKPD tersebut padahal program itu adalah janji kampanye Bupati Maros, Hatta Rahman bersama Wakilnya Harmil Mattotorang,” tandasnya.

Sementara diakhir tahun ini, bulan desember anggota DPRD Maros melakukan pemborosan anggaran dengan melakukan kunjungan kerja setiadaknya dua kali di bulan Desember ini.

“Mungkin ini cara mereka untuk menghabiskan anggaran yang masih tersisa diakhir tahun,” kuncinya. (Lam)


Advertisement
loading...
Comments

Sulsel

Deng Ical Terima Kunker Pemkot Sawahlunto

Published

on

By

Makassartoday.com – Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal MI, menyambut baik kedatangan rombongan Pemkot Sawahlunto, di Ruang Sipakalebbi, Kantor Balaikota Maakssar, Selasa (23/1/2018).

Kunjungan ini dalam rangka studi banding peningkatan wawasan dan pengetahuan SDM LPM se-Kota Sawalunto Provinsi Sumatera Barat, dan salah satunya adalah pelaksanaan study Komperatif dan Sharing informasi terhadap kelurahan dan LPM terbaik di Provinsi Sulawesi Selatan sekaligus pengelolaan program pariwisata.

“Tentu saja dengan kedatangan rombongan Pemkot Sawahlunto ini membawa banyak berkah bagi Kota Makassar terutama sekali berkah ilmu yang bisa digunakan untuk lebih memperbaiki pelayanan kepada masyatakat,” ujar Deng Ical sapaan Wawali Makassar.

Tak hanya itu, dihadapan rombongan Pemkot Sawahlunto, Deng Ical juga menjelaskan tingkat pertumbuhan ekonomi Makassar saat ini 7,9 persen dan boleh dibilang dalam kurung waktu 15 tahun terahir kita tumbuh rata-rata 9 persen, bahkan pernah mencapai angka 11 persen pada tahun 2003 tetapi secara rata-rata itu adalah 9 persen dan tahun ini agak menurun sedikit 7,99 persen.

Meskipun kata dia, Provinsi Sulawesi Selatan itu tumbuh 6,8 persen dan Nasional 5,3 persen. Jadi kita selalu berada di atas rata-rata Provinsi dan Nasional.

“Dan itu semuanya karena Pemerintah telah berhasil mengatur potensi masyarakat. Karena jika di lihat rasio kemampuan pengelolaan sumber daya atau faktor-faktor produksi di Kota Makassar itu sudah mulai bergeser dari Pemerintah ke Masyarakat,” katanya

Sementara, Wakil Wali Kota Sawahlunto, Ismed SH mengatakan dipilihnya Kota Makassar sebagai tujuan pertama dikarenakan Makassar adalah Kota terbaik.

“Dari beberapa Kota, inilah Kota Makassar sebagai tujuan pertama kita untuk menambah ilmu. Apalagi Makasaar dikenal dengan banyak kegiatan yang berprestasi, sehingga itu yang kita ingin implementasikan di Kota Sawahlunto,” kata Ismed SH, Wawali Sawahlunto. (*)


Baca Selengkapnya
Advertisement

Trending

Terpopuler

loading...