Pendistribusian Berkas Dukungan Perseorangan Libatkan 75 Verifikator | Makassar Today
Connect with us

Politik

Pendistribusian Berkas Dukungan Perseorangan Libatkan 75 Verifikator

Published

on

MAKASSAR – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Selatan menjamin proses pendistribusian berkas dukungan pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar aman hingga ke 24 kabupaten dan kota.

Rencana penyerahan berkas dukungan rakyat milik IYL-Cakka ke KPU kabupaten/kota digelar hari ini sebelum sampai ke tangan masing-masing PPS sesuai sebaran dukungan hasil verifikasi administrasi.

Komisioner KPU Sulsel Bidang Teknis, Misna Attas menjelaskan, demi mengantisipasi adanya upaya gangguan baik pada saat pendistribusian berkas dukungan calon independen ke daerah hingga proses verifikasi faktual di PPS, pihaknya mengerahkan 72 petugas yang berasal dari kabupaten/kota.

“Ini akan membantu petugas PPS dan PPK di lapangan. Pengawalan serta pengawasan ini sangat penting demi keamanan berkas dukungan kandidat yang maju melalui jalur independen,” kata Misna.

Selain petugas dari penyelenggara pemilu, TNI, Polri dan Bawaslu juga ikut dilibatkan demi kelancaran pendistribusian berkas dukungan itu hingga ke PPS.

Sebelumnya, pihak KPU mengakui IYL-Cakka berhasil melewati situasi terberat yakni verifikasi administrasi. Sebab di tahapan inilah berkas diteliti lebih detail.

“Proses verifikasi administrasi dalam tahapan pencalonan di jalur independen adalah tahapan yang terberat dari semua tahapan yang ada,” urai Komisioner KPU Sulsel Faisal Amir.


Dia mengakui jika verifikasi administrasi sangat krusial karena dilakukan dengan cara data lewat elektronik. “Kalau dilihat dari proses. Masa krusial itu di verifikasi administrasi, karena kalau verifikasi faktual hanya penyesuaian,” kuncinya.

Menanggapi proses pengamanan dan pengawasan KPU dalam pendistribusian berkas dukungan IYL-Cakka ke daerah, Pengamat politik dari Universitas Hasanuddin (Unhas), Andi Haris mengaku hal itu memang perlu dilakukan pengawalan.

Termasuk pelibatan pengamanan dari tim calon selain dari internal KPU, Bawaslu dan TNI/Polri.

“Namun baiknya lembaga-lembaga independen ikut dilibatkan dalam pengawalan serta pengawasan. Misalnya bukan dari Bawaslu. Maksudnya Ormas yang harus kawal yang independen, misalnya dia bagian secara tidak formal KPU dan Bawaslu,” kata Andi Haris.

Dia pun mengatakan, hal yang paling penting diawasi, bukti dukungan itu harus sampai ke PPS dalam keadaan aman dan tersegel. “Patut dicurigai, karena dalam perjalanan itu kita tidak tau, apakah ada gangguan atau apa,” ucapnya.

Untuk itu, dia meminta KPU agar transparan dalam setiap tahapan, sehingga tidak ada lagi kecurigaan dari masyarakat. (*)

Advertisement
Comments

Politik

Agus Akui Akses Publik di CPI Masih Berpolemik

Published

on

By

Makassartoday.com – Sesi tanya jawab pada debat kedua antarkandidat Pilgub Sulsel berlangsung menarik dan banyak kejutan. Termasuk soal pertanyaan Cagub Sulsel, Nurdin Halid (NH) terkait proyek Center Point of Indonesia (CPI) kepada Agus Arifin Nu’mang, cagub paslon nomor urut dua yang juga mantan wakil gubernur.

NH menanyakan soal akses publik di Pantai Losari, khususnya di CPI, kini yang hanya bisa dirasakan oleh masyarakat kelas menengah ke atas. Tidak seperti dahulu, masyarakat bebas bersantai, nyaman, di mana saja di Losari.

Menjawab pertanyaan tersebut, Agus mengakui bahwa proyek CPI di wilayah Pantai Losari, Makassar, hingga kini masih berpolemik. “Masih berpolemik, saya yakin karena proyek ini belum selesai,” jawab Agus saat debat yang berlangsung di Jakarta, Kamis malam (19/4/2018).


“Jika saya sebagai gubernur saya akan menagih ke perusahaan tersebut soal akses publik ke CPI,” lanjut Agus yang diketahui sebagai wakil Syahrul Yasin Limpo, gubernur yang baru saja berakhir masa jabatannya.

Merespons jawaban Agus, NH mengatakan bahwa pemerintah provinsi sebetulnya tak perlu menghabiskan Rp 500 miliar hanya untuk membangun gedung bertingkat-tingkat, seperti yang ada di CPI, sementara hak masyarakat terkait akses publik terenggut.

“Lebih baik uang sebanyak itu untuk menghadirkan lapangan bertaraf internasional di daerah-daerah. Masyarakat bisa saling bersilaturahmi, olahraga, khususnya pemuda juga makin maju,” tutur NH. (*)

Baca Selengkapnya
Advertisement

Terpopuler