Polres Gowa Berhasil Sita 11 Unit Sepeda Motor Curian | Makassar Today
Connect with us
alterntif text
alterntif text
alterntif text
alterntif text

Hukum & Kriminal

Polres Gowa Berhasil Sita 11 Unit Sepeda Motor Curian

Published

on

SUNGGUMINASA – Jajaran Polres Gowa menggelar rilis pengungkapan kasus pencucian kendaraan bermotor (curanmor) hasil pengembangan sejumlah tersangka yang berhasil diamankan.

Rilis media digelar di Mapolres Gowa dipimpin langsung Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga S.I.K, M.Si, didampingi Kasat Reskrim, Jumat (8/12/2017) siang tadi.

Kapolres menjelaskan, hasil dari pengungkapan kasus curanmor di wilayah hukumnya berhasil menyita 11 unit sepeda motor hasil curian dan 25 lembat Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), kunci letter Y dan L, 7 lembar fotocopy BPKB, 21 buah kunci motor, dan2 pasang plat motor dan mobil.

Pengungkapan kasus ini berdasarkan laporan No. 86 tanggal 10 april 2017 tentang curanmor roda dua dengan korban atas nama Muhammad Nurdin Dg. Nanjeng (44) yang terjadi di Kampung Tamalleang Kecamatan Bontonompo.

“Rangkaian curanmor roda dua tersebut dilakukan oleh jaringan pemetik atas nama Syaharuddin Dg Tutu (28) warga Kecamatan Bontonompo yang sudah diproses pada Juni 2017 dan Idrus Majid Dg Nyau (27),” ungkap Kapolres Gowa baru menjabat itu.

Adapun hasil pengembangan dari para pemetik tersebut, 3 orang penadah baru berhasil dibekuk oleh Resmob Polres Gowa pada tanggal 6 hingga 7 Desember 2017.

Identitas 4 penadah masing-masing Mansyur Dg Sitaba alias Ancu, Muh Ardi Dg Mile (36), Ari Dg Tayang (42), dan Idrus Majid Dg Nyau (27).

“Salah satu diantara penadah ini mengaku sebagai wartawan,” kata Shinto Silitonga saat melakukan rilis pengungkapan di Mapolres Gowa,

Kapolres mengatakan, menurut pengakuan para pelaku bahwa sudah sekitar enam bulan melakukan aksi pencurian motor di wilayah Gowa.

Para penadah yang berhasil dibekuk tersebut merupakan warga Bontonompo, warga Kabupaten Takalar dan warga Kabupaten Jeneponto.

Akibat perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 480 KUHP dengan ancaman 6 tahun penjara. Saat ini para pelaku berikut barang bukti telah diamankan di Polres Gowa. (Rahman Sijaya)

BAGIKAN:
Comments

Hukum & Kriminal

Diduga Sekap Karyawati, Polisi Ciduk Pria di Maccini Gusung

Published

on

By

Makassartoday.com – Tim Resmob Polsek Makassar berhasil mengamankan I alias P (23), atas laporan kasus dugaan penyekapan dan percobaan pemerkosaan seorang karyawati berinisal DI (22), Rabu (18/7/2018).

Korban sebelumnya tak diketahui keberadaannya selama tiga hari, setelah diantar oleh pelaku menuju tempat kerjanya. Korban kemudian melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian setelah berhasil kabur dari rumah pelaku di Kelurahan Maccini Gusung, Kecmatan Makassar.

Dihadapan polisi korban mengaku diajak ke rumah korban dan disajikan makanan mie instan yang diduga telah dicampur obat tidur. Usai menyantap mi instan tersebut, korban mengaku kantuk, lalu tak sadarkan diri.

Korban terkejut, setelah bangun melihat pakaiannya berbeda dengan yang sebelumnya dikenakan. Korban hendak berteriak meminta tolong, namun pelaku disebut menyumpal mulut dan mengikat tangan korban.

Sementara pelaku dalam pemeriksaannya membantah tuduhan korban. Pelaku mengaku bahwa korban berinisiatif sendiri tinggal di rumahnya, meski sudah diminta oleh pelaku untuk pulang.

“Pelaku membantah tudingan penyekapan serta percobaan pemerkosaan terhadap korban. Pelaku mengaku bahwa selama tiga hari itu dirinya menyuruh korban pulang, namun korban sendiri yang tidak mau pulang,” kata Kepala Unit Reksrim Polsek Makassar, Iptu Heriyanto yang mengutip pengakuan pelaku.

Meski begitu, kasus ini tetap ditindaklanjuti pihaknya dengan menyerahkan pelaku ke Penyidik Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Makassar.

“Nanti kita tunggu hasil visum korban dari penyelidikan Unit PPA,” kuncinya. (Askay Khan)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya

Hukum & Kriminal

Hina Agama di Medsos, Remaja di Mariso Nyaris Diamuk Massa

Published

on

By

Makassartoday.com – Kasus ujaran kebencian melalui akun media sosial (medsos) kembali terjadi. Kali ini pelakunya adalah seorang remaja berusia 15 tahun berinisial DBS yang bermukim di Jl Tekukur, Kecamatan Mariso, Kota Makassar, Sulsel.

Akibat ulahnya menulis kalimat bernada penghinaan terhadap agama Islam melalui akun Facebook miliknya, DBS nyaris jadi bulan-bulanan warga.

Warga yang kesal mendatangi kediaman DBS, Selasa (17/7/2018) sekitar pukul 20.30 WITA. Beruntung aparat kepolisian cepat tiba mengamankan lokasi dan mengevakuasi pelaku dari kepungan massa.

Kabid Humas, Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani yang dikonfirmasi mengaku telah menerima kabar tersebut.

“Yang bersangkutan mengakui menulis kalimat bernada penghinaan di akun focebooknya, hngga salah seorang warga di Jl Barukang bernama Haslan Hamid (31) melapor atas perbuatannya itu. Tulisan pelaku menyebar luas ke media sosial, hingga membuat warga marah dan mengepung rumah pelaku,” jelas Dicky, Rabu (18/7/2018).

Saat ini, pelaku DBS masih menjalani pemeriksaan di Mapolsek Mariso, setelah sebelumnya diamankan di Mapolrestabes Makassar. (Askay Khan)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya

Hukum & Kriminal

Warga Pampang Tewas Bersimbah Darah di Dalam Rumah

Published

on

By

Makassartoday.com – Warga Jl Pampang I, Lr 2, Kelurahan Pampang, Kecamatan Panakkukang digegerkan dengan penemuan mayat perempuan paruh baya, Selasa (17/7/2018) sekitar pukul 20.00 Wita.

Korban diketahui bernama Dempa Dg Bollo (55) ditemukan tak bernyawa dalam kondisi bersimbah darah di dalam rumah, Jl Pampang 1 Lr 2 No 31.

Pria yang diketahui sebagai wirausaha tersebut, diduga kuat menjadi korban pembunuhan, dimana ditemukan sejumlah luka menganga di bagian tubuh korban.

Korban pertama kali ditemukan oleh lelaki Sanneng Dg Liwang, yang tak lain adalah ponakannya sendiri.

Saksi menyebutkan, sejak dua hari korban tak pernah datang lagi ke rumahnya. Hal itu membuat saski curiga hingga mendatangi umah korban yang tak jauh dari rumahnya.

“Setiap malam korban datang ke rumah, tapi dua hari ini tidak ada kabar. Saya kemudian ke rumah korban sekitar jam 8 malam, tapi pagar rumah korban tergembok,” beber Sanneng.

Saksi kemudian memaksa masuk ke dalam dengan cara memanjat pagar dan kemudian menemukan pintu rumah dalam kondisi tidak terkunci.

“Saya masuk ke dalam rumah saat itu kondisinya gelap gulita, baru pintu rumah tidak terkunci. Disitulah saya temukan almrahum tergeletak di lantai penuh darah. Saya panik dan langsung memanggil Serang (saudara korban,red),” bebernya lagi.

Saat inu pihak kepolisian masih melakukan olah TKP untuk mencari pembunuhan korban. Polisi juga menerima informasi dari tokoh setempat yang mengaku terjadi tiga kali aksi pencurian di korban. (Askay Khan)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya