FPTI Sulsel Dilantik, Dispora Minta Ada Wall Climbing di GOR Sudiang | Makassar Today
Connect with us
alterntif text
alterntif text
alterntif text
alterntif text

Sports

FPTI Sulsel Dilantik, Dispora Minta Ada Wall Climbing di GOR Sudiang

Published

on

MAKASSAR – Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Fedarasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Faisol Riza melantik Pengurus Provinsi (Pengprov) FPTI Sulawesi Selatan di Hotel Aerotel Smail, Makassar, Senin (11/12/2017).

Pelantikan Pengprov FPTI Sulsel yang dipimpin oleh Imam Subekti ini juga dihadiri oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Sulsel yang diwakili oleh Heri Sumiarto dan Wakil Ketua I Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulsel Ambas Syam dan sejumlah Ketua Pengurus FPTI Kabupaten/kota se Sulawesi Selatan.

Dalam sambutannya, Imam Subekti mengatakan kepengurusannya ini terbentuk dalam Musyawarah Daerah FPTI Sulsel pada 23 Juli 2017. Ia pun berkomitmen akan menjalankan amanah dan bertekad mengembalikan kejayaan prestasi pemanjat asuhan FPTI Sulsel di level nasional dan internasional seperti dulu.

Imam pun meminta kepada Faisol untuk membimbing dan membantu kepengurusan di Sulsel. Selain itu, berharap PP FPTI untuk tidak membeda-bedakan antara pengurus satu provinsi dengan provinsi lainnya. “Tapi kami meminta disejajarkan antar pengurus daerah,” kata Imam.

Imam juga meminta dukungan KONI Sulsel agar misi mengembalikan kejayaan FPTI Sulsel bisa diraih. Apa lagi sebelum dilantik, atlet panjat tebing Sulsel sukses meraih medali di ajang Kejuaraan Nasional XVI 2017 di Spot Climbing Stadion Mandala Krida, Jogjakarta, 20 November lalu.

Menurutnya, pihaknya meminta kepada KONI memberikan perhatian untuk olahraga panjat tebing di Sulsel, agar masa kejayaan panjat tebing di Sulsel bisa dikembalikan. “Bahkan, Insyaallah kami akan berbuat bisa lebih baik dari kepengurusan yang lalu,” kata dia.

Dia menyebutkan FPTI Sulsel pernah berprestasi di level nasional dan internasional. “Kami punya atlet berprestasi di SEAGames, mohon disampaikan kepada Ketua KONI Sulsel (Ellong Tjandra),” pintanya.

Sementara Heri Sumiarto berharap kepada pengurus yang baru ini bisa bekerjasama dalam pengadaan wall climbing (papan panjat tebing buatan) di Gedung Olahraga (GOR) Sudiang. “Saya dari dulu punya keinginan agar di depan GOR Sudiang itu ada wall climbing. Mungkin bisa dikerjasamakan dengan sponsorship, ” ujarnya.

Selain itu, Heri meminta kepada Imam dkk untuk melobi panitia Pekan Pelajar Olahraga Nasional (Popnas) untuk mengikutkan cabang olahraga panjat tebing sebagai nomor perlombaan. “Masa’ tarung drajat bisa masuk. Itu karena keaktifan pengurus cabor ini dalam melobi penyelenggarannya,” ujarnya.

Sementara Faisol berharap papan panjat tebing sudah berdiri di depan GOR Sudiang dalam waktu enam bulan kedepan.

“Saya akan kecewa bila 6 bulan kedepan saya kesini lagi dan tidak ada wall berdiri di sana,” harapnya. (Rls)

BAGIKAN:
Comments

Sports

4 Petinju Sulsel Masuk Final Kejurnas PPLP di Bengkulu

Published

on

By

Makassartoday.com — Empat dari tujuh petinju Sulawesi Selatan (Sulsel) berhasil  meraih tiket menuju partai final pada Kejuaraan Tinju antar PPLP dan SKO se-Indonesia yang berlangsung di Sport  Center, kota Bengkulu, Senin (16/7/2018). Selanjutnya keempat petinju Sulsel ini akan bertarung memperebutkan medali emas, Selasa (17/7/2018).

Keempatnya adalah  Nurul Annisa Amahoru, Ariel Sharon Latuheru, Abraham Masihor dan Ricky Pratama. Sementara tiga petinju yang gagal melaju ke final yakni Andi Reza Ardhani, Fitri Ayu Lestari dan Arham Maulana. Langkah ketiganya terhenti di babak semi final dan hanya meraih medali perunggu.

Perjuangan atlet Sulsel di kejuaraan ini cukup berat. Lawan-lawan yang dihadapinya dari daerah lain merupakan petinju muda potensial.

“Namun berkat ketekunan, semangat dan optimisme tinggi mereka mampu mengalahkan lawan-lawannya. Dan itu terbukti. Cita-cita empat petinju kami lolos ke final tercapai,” kata pelatih tinju Sulsel, Muh Abdi Amahoru, hari ini.

Di partai semifinal Nurul Annisa Amahoru yang turun di kelas 50 Kg Nurul mengubur mimpi petinju Zahwa Dona dari  Banten. Di final ia sudah ditungu petinju putri Kalimantan Timur (Kaltim) Sintika.

Sementara itu  petinju lainnya yang melaju ke final yakni Ariel Sharon Latuheru. Bertanding di kelas 46 Kg Ariel mengandaskan Yusril Ilahi wakil dari Sumatera Barat (Sumbar). Di partai puncak Ariel akan berhadapan petinju muda asal Kalimantan Selatan (Kalsel) Rifka Adesti.

Petinju lainnya yakni Abraham Masihor menambah jumlah atlet Sulsel yang melaju ke partai puncak. Ia melaju ke final setelah menumbangkan petinju Kalsel Muh Akbar di kelas 52 Kg. Di final, putra mantan petinju Sulsel peraih medali emas di PON,  Dufri Masihor ini akan berhadapan  Akin Hardinda dari Riau.

Petinju putra lainnya di kelas 48 Kg, Ricky Pratama juga mengukir prestasi setelah menumbangkan Caca Pranata wakil dari Sumater Barat (Sumbar). Di final ia akan menghadapi lawan tangguh wakil dari Nusa tenggara Timur (NTT) Calvin Sir.

Sementara itu Sulsel sudah dipastikan membawa pulang tiga medali perunggu . Masing-masing melalui Andi Reza Ardhani yang kalah dari petinju tuan rumah, Bengkulu  Anisa Ramadhani di kelas  46 Kg putri. Dua petinju lainnya yakni Fitri yang turun di kelas 54 Kg kalah atas petinju Papua, Yusulina Balandina Matibuai. Sementara  Arham di kelas 49kg kalah dari petinju Riau, Daniel Tamba.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Kadispora) Sulsel, Sri Endang Sukarsih mengaku bangga melihat capaian yang diraih oleh atlet-atlet binaan PPLP Sulsel.

‘’Saya merasa bangga dan berterimakasih atas prestasi yang telah dicapai oleh para siswa PPSL Sulsel. Saya berharap di partai final keempat atlet bisa meraih prestasi tertinggi di kejuaraan ini,” harap Sri Endang.

Hal senda dikatakan oleh Ketua Persatuan Tinju Amatir (Pertina) Sulsel Adi Rasyid Ali. Ia pun berharap keempat atlet muda Sulsel ini pulang membawa medali emas. (*)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya

Sports

29 Tim Ramaikan Liga Futsal Ramadan 2018

Published

on

By

Makassartoday.com – Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal MI, membuka kejuaraan Liga Futsal Ramadan 2018, dBolana Sport Center, Jl Perintis Kemerdekaan, Sabtu (26/5/2018). 

Kejuaraan Liga Futsal Ramadan ke-6 ini diadakan dBolana Sport Center dan bekerjasama PT Pertamina. Kejuaraan yang berlangsung selama satu pekan ini diikut 29 tim dan akan memperebutkan trophy dan uang tunai senilai 15 juta rupiah.

Pembukaan ini ditandai dengan tendangan pertama oleh Plt Wali Kota Makassar dan didampingi Owner dBolana Sport Center.

Menurut pria yang akrab disapa Deng Ical, kejuaraan Liga Futsal Ramadan ini paling meriah dan rutin dilaksanakan di kota Makassar setelah liga ramadan yang berlangsung dilapangan hasanuddin.

“Meskipun tahun lalu sempat pakum karena istri dari owner dBolana sakit, dan beberapa bulan kemudian ahkirnya dipanggil oleh sang pencipta. Untuk itu, mari kita kirimkan doa untuk istri almarhum,” ujar Deng Ical, sambil memanjatkan doa.

Terlepas dari itu, Deng Ical mengatakan bahwa prestasi itu bukan hanya diukur dengan meraih juara, tapi yang paling utama adalah bagaimana membangun karakter dan dedikasi kita.

“Jadi biar tidak juaraki kalau orang mengetahui bahwa kita memiliki kualitas bermain bagus, hebat dan sportif. Maka citra personal yang kita bangun sebagai seorang atlet pesepak bola profesional bisa terus tertanam, dan itu yang paling mahal,” kata politisi Golkar ini.

“Tidak ada masalah kalau kita tidak juara, tetapi kita dikenang sebagai seorang atlet yang handal dan profesional. Dari pada kita juara, baru itu juara dari hasil curang,” lanjutnya.

Sementara Owner dBolana Sport Center, Hj Nur Arianto mengatakan, terselenggaranya kejuaraan ini berkat dukungan penuh oleh pt pertamina, karena pihak pertamina melihat potensi anak muda Makassar dalam bidang olahraga sepak bola lebih menjanjikan.

“Dalam pertandingan kalah menang itu sudah biasa. Olehnya itu, saya berharap seluruh peserta dapat menjunjung tinggi sportivitas dalam bertanding, karena kejuaraan ini merupakan ajang silaturahmi antara pemuda di kota Makassar,” katanya.

Hal senada dikatakan ketua panitia pelaksana kejuaraan Liga Futsal Ramadan 2018, Nasrul Taba mengatakan, diadakannya kejuaraan liga futsal ini untuk menjalin kembali tali silaturahim antara sesama pemuda pemuda yang ada di kota Makassar terutama pemuda daerah Biringkanaya.

“Dengan adanya kejuaraan ini, kami harap akan muncul generasi baru yang akan membawa nama baik kota Makassar dan Indonesia dalam olahraga sepak bola,” harapnya.(*)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya

Sports

Pinrang dan Makassar Rebut Emas di Kategori Speed Pra Porda Panjat Tebing

Published

on

By

SINJAI – Babak kualifikasi cabang olahraga (Cabor) panjat tebing di Pra Pekan Olahraga Daerah (Porda) Sinjai 2017 untuk kategori speed classic di nomor perorangan putra dan putri akhirnya menemukan para juara yang diganjar tiket berkompetisi di Porda XVI Pinrang 2018 mendatang.

Atlet speed putra dari Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pinrang Gilang Alif Ramadhan berhasil meraih medali emas setelah menang tipis dari atlet Pangkep Rahmat Usman yang meraih medali perak.

Sementara medali perunggu diraih oleh Muhammad Khaddafi, atlet dari Makasar. Ia sukses mengalukan medali itu setelah mengalahkan Zulqadri, atlet tuan rumah Sinjai.

Sementara di nomor speed putri, atlet Makassar Alivany Khadikah berhasil merebut emas. Ia menang tipis dari saingan terberatnya di nomor ini, yakni Nurul Magfirah dari Pangkep dan posisi ketiga diraih oleh Syamsinar yang juga dari Pangkep setelah menang head to head dengan atlet Pinrang Suriani

Hingga hari ke tiga, Minggu (17/12/2017), Pra Porda panjat tebing sudah mempertandingkan beberapa kategori yaitu boulder nomor campuran beregu, boulder perorangan putra dan putri, serta nomor lead perorangan putra dan putri.

Walau hampir semua kategori masih didominasi oleh atlet Pangkep, Makassar, Sinjai, Bone dan Palopo namun peluang semua kontingen masih sangat terbuka lebar peluangnya untuk merebut tiket ke Porda XVI 2018 di Pinrang.

Ketua Harian Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Sulsel Andjar Wijaya mengatakan melihat potensi dan semangat 197 atlet dari 18 kabupaten/ kota se Sulsel ini, peluang masing masing kontingen untuk membawa timnya ke Porda Pinrang sangatlah besar.

“Sebaran atlet yang merata di masing-masing kontingen menunjukkan harapan besar untuk bangkitnya panjat tebing Sulsel,” kata salah satu founder terbentuknya FPTI Sulsel pada 1989 ini. (*)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya