Danny Sebut PAD BPHTB Belum Maksimal | Makassar Today
Connect with us

Sulsel

Danny Sebut PAD BPHTB Belum Maksimal

Published

on

MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan “Danny” Pomanto menilai penerimaan pendapatan asli daerah dari Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) belum maksimal. Pasalnya, masih banyak pihak yang belum transparan menyampaikan besaran nilai transaksi tanah dan bangunannya.

Hal tersebut disampaikannya usai membuka Sosialisasi Kepatutan Pajak Daerah untuk BPHTB yang digelar oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Makassar di Hotel Asyira, Rabu (13/12/2017).

“Transaksi BPHTB ini rawan dimanipulasi nilainya oleh wajib pajak. Makanya Bapenda berinisiasi menggelar sosialisasi kepatutan pajak agar persoalan BPHTB ini clear,” kkungkap Danny Pomanto.

Menurutnya, bentuk manipulasinya dilihat dari harga Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) dengan harga pasar sangat jauh berbeda. Beberapa kejadian seperti itu, kata Danny telah diproses secara hukum.

“Makanya kita mau nilai yang tidak memberatkan siapapun, dan pastinya tetap harus transparan. Inilah yang menjadi dasar bagi kita agar tidak saling mencurigai,” kata Danny Pomanto.

Sementara itu, Kabid I Bapenda Makassar, Ibrahim Akkas Mulla mengatakan penerimaan pendapatan dari BPHTB mencapai 75 persen dari target yang telah ditetapkan sebesar Rp288 miliar.(*)


Advertisement
loading...
Comments

Sulsel

Deng Ical Terima Kunker Pemkot Sawahlunto

Published

on

By

Makassartoday.com – Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal MI, menyambut baik kedatangan rombongan Pemkot Sawahlunto, di Ruang Sipakalebbi, Kantor Balaikota Maakssar, Selasa (23/1/2018).

Kunjungan ini dalam rangka studi banding peningkatan wawasan dan pengetahuan SDM LPM se-Kota Sawalunto Provinsi Sumatera Barat, dan salah satunya adalah pelaksanaan study Komperatif dan Sharing informasi terhadap kelurahan dan LPM terbaik di Provinsi Sulawesi Selatan sekaligus pengelolaan program pariwisata.

“Tentu saja dengan kedatangan rombongan Pemkot Sawahlunto ini membawa banyak berkah bagi Kota Makassar terutama sekali berkah ilmu yang bisa digunakan untuk lebih memperbaiki pelayanan kepada masyatakat,” ujar Deng Ical sapaan Wawali Makassar.

Tak hanya itu, dihadapan rombongan Pemkot Sawahlunto, Deng Ical juga menjelaskan tingkat pertumbuhan ekonomi Makassar saat ini 7,9 persen dan boleh dibilang dalam kurung waktu 15 tahun terahir kita tumbuh rata-rata 9 persen, bahkan pernah mencapai angka 11 persen pada tahun 2003 tetapi secara rata-rata itu adalah 9 persen dan tahun ini agak menurun sedikit 7,99 persen.

Meskipun kata dia, Provinsi Sulawesi Selatan itu tumbuh 6,8 persen dan Nasional 5,3 persen. Jadi kita selalu berada di atas rata-rata Provinsi dan Nasional.

“Dan itu semuanya karena Pemerintah telah berhasil mengatur potensi masyarakat. Karena jika di lihat rasio kemampuan pengelolaan sumber daya atau faktor-faktor produksi di Kota Makassar itu sudah mulai bergeser dari Pemerintah ke Masyarakat,” katanya

Sementara, Wakil Wali Kota Sawahlunto, Ismed SH mengatakan dipilihnya Kota Makassar sebagai tujuan pertama dikarenakan Makassar adalah Kota terbaik.

“Dari beberapa Kota, inilah Kota Makassar sebagai tujuan pertama kita untuk menambah ilmu. Apalagi Makasaar dikenal dengan banyak kegiatan yang berprestasi, sehingga itu yang kita ingin implementasikan di Kota Sawahlunto,” kata Ismed SH, Wawali Sawahlunto. (*)


Baca Selengkapnya
Advertisement

Trending

Terpopuler

loading...