Kader PDIP Makassar Gelar Aksi Tolak Appi | Makassar Today
Connect with us

Politik

Kader PDIP Makassar Gelar Aksi Tolak Appi

Published

on

MAKASSAR – Ratusan kader PDIP dari 15 Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Makassar menggelar aksi unjuk rasa di kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kota Makassar, Jl Perintis Kemerdekaan, Rabu (13/12/2017).

Aksi ini terkait penolakan atas sikap partai yang diduga akan mengalihkan dukungan ke bakal calon Wali Kota Makassar, Munafri Aridudin alias Appi di Pilwali Makassar 2018 mendatang.

Mereka mengatakan, Surat Tugas PDIP sebelumnya telah dialamatkan ke pasangan Danny Pomanto-Indira Mulyasari (DIAmi) berdasarkan pertimbangan diantaranya, hasil survei tingkat elektabilitas yang mencapai 60 persen. Sementara hasil survei internal PDIP tingkat elektabilitas Appi hanya mencapai 10 persen.

“Para kader ini menanggapi hasil Rakerdasus kemarin serta adanya pernyataan Sekjen terkait Pilwali Makassar. Dalam tuntutan mereka bahwa peralihan dukungan PDIP tidak lagi sejalan dengan mekanisme yang berlaku di partai karena sebelumnya Surat Tugas sudah diserahkan ke Pak Danny Pomanto,” tegas Ketua PAC Makassar, Hamzah Dg Lau.


Dalam poin terakhir tuntutannya, bila mana aspirasi mereka tidak dipenuhi DPP, maka hal ini menjadi perranda buruk bagi PDIP Makassar. Meski demikian, Raisul meyakini bahwa DPP akan menyimak dan memahami tuntutan para kader PDIP di Makassar.

“Pasti DPP menyimak dan memahami keinginan PAC,” kuncinya.

Hingga berita ini diturunkan belum ada pernyataan resmi pihak Appi untuk memberikan klarifikasi terkiat aksi tersebut. (Rusdi)

Advertisement
Comments

Politik

Agus Akui Akses Publik di CPI Masih Berpolemik

Published

on

By

Makassartoday.com – Sesi tanya jawab pada debat kedua antarkandidat Pilgub Sulsel berlangsung menarik dan banyak kejutan. Termasuk soal pertanyaan Cagub Sulsel, Nurdin Halid (NH) terkait proyek Center Point of Indonesia (CPI) kepada Agus Arifin Nu’mang, cagub paslon nomor urut dua yang juga mantan wakil gubernur.

NH menanyakan soal akses publik di Pantai Losari, khususnya di CPI, kini yang hanya bisa dirasakan oleh masyarakat kelas menengah ke atas. Tidak seperti dahulu, masyarakat bebas bersantai, nyaman, di mana saja di Losari.

Menjawab pertanyaan tersebut, Agus mengakui bahwa proyek CPI di wilayah Pantai Losari, Makassar, hingga kini masih berpolemik. “Masih berpolemik, saya yakin karena proyek ini belum selesai,” jawab Agus saat debat yang berlangsung di Jakarta, Kamis malam (19/4/2018).


“Jika saya sebagai gubernur saya akan menagih ke perusahaan tersebut soal akses publik ke CPI,” lanjut Agus yang diketahui sebagai wakil Syahrul Yasin Limpo, gubernur yang baru saja berakhir masa jabatannya.

Merespons jawaban Agus, NH mengatakan bahwa pemerintah provinsi sebetulnya tak perlu menghabiskan Rp 500 miliar hanya untuk membangun gedung bertingkat-tingkat, seperti yang ada di CPI, sementara hak masyarakat terkait akses publik terenggut.

“Lebih baik uang sebanyak itu untuk menghadirkan lapangan bertaraf internasional di daerah-daerah. Masyarakat bisa saling bersilaturahmi, olahraga, khususnya pemuda juga makin maju,” tutur NH. (*)

Baca Selengkapnya
Advertisement

Terpopuler