Tim DIAmi Laporkan Dugaan Pelanggaran Verifikasi Faktual ke Panwaslu | Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Politik

Tim DIAmi Laporkan Dugaan Pelanggaran Verifikasi Faktual ke Panwaslu

Published

on

MAKASSAR – Tim Pendataan dan Bidang Hukum bakal pasangan calon (bapaslon) Wali Kota dan Wakil Walikota Makassar, Danny Pomanto-Indira Mulyasari (DIAmi) melayangkan laporan ke Panwaslu Kota Makassar, Jl Anggrek Raya, Rabu (13/12/2017).

Laporan pihak DIAmi terkait temuan sejumlah pelanggan pada proses verifikasi faktual berkas perseorangan yang berlangsung di PPS, Selasa (12/12/2017) kemarin.

“Kami sudah sampaikan laporan ke Panwaslu bersama beberapa temuan yang kami dapatkan selama proses verifikasi faktual yang digelar Selasa kemarin. Salah satunya adanya pemotrotetan KTP dimana hal tersebut melanggar kode etik penyelanggara pemilu serta pencatutan logo KPU oleh paslon lain, sehingga dianggap menganggu jalannya proses verifikasi faktual di lapangan,” tegas Juru Bicara sekaligus Ketua Tim Pendataan DIAmi, Abdul Haris Awie.

Awie mengaku terjadi pelanggaran yang bersifat intervensi terhadap penyelenggara pada proses verifikasi faktual di tingkat PPS, dimana ada saksi diluar kandidat perseorangan yang berasal dari dua parpol, yakni NasDem dan PPP.

“Parpol Hanura dan PPP telah melakukan intervensi dalam proses verifikasi dengan mengutus saksi yang dalam aturan ditegaskan tidak memiliki domain pada tahapan ini,” tegas Awie lagi.

Sementara Anggota Panswaslu Bidang Hukum dan Penindakan, Andi Maulana, mengaku, akan segera melakukan penyelidikan, dengan mengumpulkan bukti bukti yang masuk.

“Kita segera merespon laporan ini. Besok kita pelajari semua bukti-bukti pelanggaran yang dimaksud, kemudian teman komisioner mengkaji dan menyimpulkan langkah tegas apa yang ditempuh bilamana ini terbukti,” pungkasnya. (Rusdi)

BAGIKAN:
Advertisement
alterntif text
Comments

Trending