Aziz Melayat ke Rumah Duka AM Fatwa | Makassar Today
Connect with us
alterntif text
alterntif text
alterntif text
alterntif text

Nasional

Aziz Melayat ke Rumah Duka AM Fatwa

Published

on

JAKARTA – Kabar duka kembali menyelimuti negeri ini. Salah satu putra terbaik asal Sulsel yang berkiprah di pentas nasional meninggal dunia. Sosok itu bernama Andi Mappetahang Fatwa atau AM Fatwa. Almarhum mengembuskan nafas terakhirnya di usia 78 tahun di Rumah Sakit MMC, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis, (14/12/2017) pukul 06.25 WIB.

Sederet tokoh nasional sejak tadi pagi berdatangan untuk melayat ke rumah duka AM Fatwa di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan. Mereka melakukan salat jenazah sekaligus memberikan penghormatan terakhir bagi mantan Wakil Ketua MPR RI tersebut.

Dari sederet tokoh nasional itu, tampak hadir anggota DPD RI asal Sulsel, Aziz Qahhar Mudzakkar. Mengenakan baju batik biru dan celana hitam, Bakal Calon Gubernur Sulsel itu tampak khusyuk mendoakan almarhum. Ia juga sempat duduk bersimpuh di depan foto AM Fatwa yang dikenal merupakan salah seorang deklator PAN.

Menurut Aziz, banyak kenangan dan pelajaran yang diperolehnya dari sosok AM Fatwa yang merupakan koleganya di DPD RI. Di matanya, AM Fatwa merupakan figur sederhana yang bersahaja. Meski terbilang uzur, AM Fatwa selalu bisa menempatkan diri dan memberikan banyak petuah bagi orang-orang di sekitarnya tanpa memandang umur dan profesi.

“Semasa hidup, beliau merupakan sosok senior, guru dan sahabat,” kata Aziz yang juga putra pejuang Luwu Raya, Abdul Kahar Muzakkar.

Tidak cuma Aziz yang merasa kehilangan sosok AM Fatwa. Sejumlah tokoh nasional pun hadir memberikan penghormatan terakhir. Mulai dari Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla; mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono; Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan hingga Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto. (*)

BAGIKAN:
Comments

Nasional

Sempat Viral Karena Aniaya Pemepuan, Oknum Polisi di Babel Kena Sanksi Mutasi

Published

on

By

Makassartoday.com – Oknum perwira polisi berpangkat AKBP berinisial Y menerima sanksi mutasi setelah video aksi penganiayaan dirinya terhadap seorang perempuan viral di media sosial.

Pemberian sanksi mutasi tersebut disampaikan pihak Polda Bangka Belitung (Babel) melalui telegram nomor ST/1786/VII/2018 tanggal 13 Juli 2018, AKBP Y dimutasi dari Kasubdit Kilas Ditpamobvit menjadi Pamen Yanma Polda Babel.

Sebelumnya pihak Polda Babel membenarkan aksi kekerasan yang dilakukan Y terhadap dua wanita dan seorang anak, setelah tertangkap tangan melakukan pencurian di sebuah toko di Pangkalpinang, Rabu (11/7/2018). 

Kapolda Babel, Brigjen Pol.
Syauful Zachri kepada media mengatakan bahwa tindakan Y sebagai seorang polisi tidak pantas dilakukan. Maka, Ditpropam Polda Babel, Propam Mabes Polri, dan Propam Polda Jawa Barat melakukan pemeriksaan terhadap oknum tersebut.

“Polda Babel meminta bantuan Propam Mabes Polri dan Polda Jawa Barat
karena yang bersangkutan sedang izin ke Bandung untuk mengurus kuliah anaknya. Saat ini AKBP Yusuf telah diproses di Polda Jawa Barat dan telah menjalani pemeriksaan di sana,” katanya.

Tindakan tegas itu dilakukan sebagai bukti nyata bahwa Polri tidak ada pilih kasih dalam memberikan hukuman sesuai dengan undang-undang yang berlaku, baik itu terhadap anggota Polri maupun masyarakat yang melakukan tindakan pidana.

“Saya sebagai Kapolda Kepulauan Bangka Belitung meminta maaf kepada masyarakat atas kejadian ini dan akan menjadi atensi kami untuk memperbaiki moral dan pribadi anggota dalam melayani masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Pangkalpinang AKBP Iman Risdiono Septana, mengatakan, kronologis dalam video yang viral tersebut bermula ketika Y mendapat laporan dari pegawainya bahwa ada tiga orang yang tertangkap tangan melakukan pencurian di toko miliknya.

Y melakukan tindakan kekerasan karena tersulut emosi ketika bertanya kepada kedua tersebut. Mereka menjawab tidak tahu. Begitu pula, ketika ditanya KTP dan komplotan lainnya yang melarikan diri, keduanya juga menjawab tidak tahu.

Atas dasar itulah, Y melakukan tindakan kekerasan terhadap kedua wanita paruh baya dan anak di bawah umur tersebut. Akibat tindakannya itu, Y saat ini menjalani pemeriksaan di Propam Polda Jawa Barat dan telah dicopot jabatanya dari Kasubdit Kilas Ditpamobvit Polda Babel. (bs)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya

Nasional

Harga Pertamax Naik, Subsidi Solar Diusul Bertambah

Published

on

By

Makassartoday.com – Kementerian Keuangan menyepakati adanya penambahan nominal subsidi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar, dari yang awalnya Rp 500 per liter kini bertambah Rp 1.500 atau menjadi Rp 2.000 per liter.

Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan Askolani mengatakan kebijakan tersebut sudah bisa diterapkan tahun ini.

“Bisa tahun ini (2018),” kata Askolani dilansir dari detikFinance, Rabu (11/7/2018).

Dia menjelaskan, skema penambahan nominal subsidi solar itu pun bisa dilakukan dengan kebijakan yang dibuat Kementerian ESDM dan tidak perlu melalui APBN perubahan.

“Ya mekanisme biasa, seperti mekanisme biasanya, nanti disiapin pemerintah (Kementerian ESDM),” tambah dia.

Menurut Askolani, angka subsidi Solar yang menjadi Rp 2.000 per liter ini juga sudah disepakati antara Kementerian Keuangan dengan Kementerian ESDM.

“Itu (Rp 2.000) kan hasil diskusi, Rp 2.000 untuk 2018 nanti tunggu persetujuan ESDM,” ujar dia. 

Sebelumnya pemerintah menaikkan harga BBM jenis Pertamax mulai 1 Juli lalu.

BBM jenis Pertamax mengalami kenaikan sebesar Rp600 ribu rupiah atau menjadi Rp9500 dari harga sebelumnya Rp8900. (bs)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya

Nasional

Ini Penyebab Terjadinya Suhu Dingin di Indonesia

Published

on

By

Makassartoday.com – Banyak kabar yang beredar soal suhu udara dingin yang dirasakan di beberapa daerah di Indonesia saat musim kemarau dikaitkan dengan fenomena Aphelon.

Deputi Bidang Meteorologi, Mulyono Prabowo menjelaskan, suhu udara dingin merupakan fenomena alamiah yang biasa terjadi di bulan-bulan puncak musim kemarau yang terjadi pada Juli hingga Agustus. Berdasarkan pengamatan BMKG di seluruh wilayah Indonesia selama 1 hingga 5 Juli 2018, suhu udara kurang dari 15 derajat celsius tercatat di beberapa wilayah yang seluruhnya memang berada di dataran tinggi/kaki gunung seperti Ruteng (NTT), Wamena (Papua), dan Tretes (Pasuruan).

Di mana suhu terendah tercatat di Ruteng (NTT) dengan nilai 12.0 derajat celsius pada tanggal 4 Juli 2018. Sementara itu untuk wilayah lain di Indonesia selisih suhu terendah selama awal Juli 2018 ini terhadap suhu terendah rata-rata selama 30 hari terakhir ini tidak begitu besar.

“Sebenarnya fenomena Aphelon ini adalah fenomena astronomis yang terjadi setahun sekali pada kisaran bulan Juli. Sementara itu, pada waktu yang sama, secara umum wilayah Indonesia berada pada periode musim kemarau. Hal ini menyebabkan seolah Aphelion memiliki dampak yang ekstrem terhadap penurunan suhu di Indonesia,” ujar Mulyono
dilansir dari Liputan6.com, Sabtu (7/7/2018).

Padahal faktanya, kata Mulyono, penurunan suhu di bulan Juli belakangan ini lebih dominan disebabkan karena dalam beberapa hari terakhir di wilayah Indonesia, khususnya Jawa, Bali, NTB, dan NTT kandungan uap di atmosfer cukup sedikit.

Hal ini terlihat dari tutupan awan yang tidak signifikan selama beberapa hari terakhir. Secara fisis, uap air dan air merupakan zat yang cukup efektif dalam menyimpan energi panas.

Sehingga, rendahnya kandungan uap di atmosfer ini menyebabkan energi radiasi yang dilepaskan oleh bumi ke luar angkasa pada malam hari tidak tersimpan di atmosfer dan energi yang digunakan untuk meningkatkan suhu atmosfer di atmosfer lapisan dekat permukaan bumi tidak signifikan.

“Hal inilah yang menyebabkan suhu udara di Indonesia saat malam hari di musim kemarau relatif lebih rendah dibandingkan saat musim hujan atau peralihan,” ujar Mulyono. (*)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya