Dewan Sulsel Minta Buku Terbitan Yudhistira Ditarik dari Sekolah | Makassar Today
Connect with us

Sulsel

Dewan Sulsel Minta Buku Terbitan Yudhistira Ditarik dari Sekolah

Published

on

MAKASSAR – Legislator DPRD Provinsi Sulsel, Jafar Sodding meminta pemerintah tidak lagi menjalin kerjasama dengan penerbit Yudhistira yang mencantumkan Jerusalem sebagai Ibu Kota Israel di dalam buku mata pelajaran IPS untuk kelas VI SD terbitan Yudhistira kurikulum 2006 (KTSP).

Menurut Jafar hal itu tidak ada bedanya dengan pernyataan Trump yang mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel, “Wajar jika banyak yang mengecam penerbit Yudhistira seperti mengecam pernyataan Trump, ini melukai hati umat,” kata Jafar.


“Maka pemerintah harus menghentikan kerjasama dengan penerbit seperti ini,” lanjutnya.

Bahkan politisi kelahiran Pinrang ini menjelaskan bahwa seharusnya pihak kepolisian bisa mengusut motif penerbit Yudhistira tersebut, “Harusnya diusut, apakah ini karena kelalaian, bersifat politis atau memang jadi corong Israel disini,” tegas Anggota Komisi E yang membidangi pendidikan.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menghimbau agar pemerintah segera menarik semua buku yang sudah beredar luas. (Farel)

Advertisement
Comments

Sulsel

Deng Ical Lantik 116 Pejabat Pemkot Makassar

Published

on

By

Makassartoday.com – Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Makassar, Dr Syamsu Rizal MI, melantik 116 pejabat lingkup Pemerintah kota (Pemkot) Makassar di Ruang Sipakatau, Kantor Balaikota Makassar, Jumat (20/4/2018).

Pelantikan didasarkan pada SK Wali Kota Makassar Nomor 821.23.22 – 2018 tertanggal 20 April 2018, dan disaksikan sejumlah pimpinan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dan camat, diantaranya Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Daerah (BKPSDMD) Andi Baso Amiruddin, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Andi Hadijah Iriani, Kepala Dinas Perhubungan Mario Said, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Rahman Bando, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Nielma Palamba, dan Kepala Inspektorat Zainal Ibrahim. 

Dari 116 pejabat yang dilantik, 30 diantaranya menempati jabatan eselon IV a, 47 pejabat eselon IV b, 8 menduduki jabatan eselon III, 4 lurah, 13 kepala sekolah, dan 5 Dinas Dukcapil. Mereka mengisi posisi jabatan administrasi, pengawas, dan lurah.

Selain melantik pejabat lingkup pemerintahan, Deng Ical juga melantik pejabat fungsional guru atau pamong belajar sebagai kepala UPTD (Unit Pelaksana Teknis Dinas) yang berbentuk satuan pendidikan sebanyak 9 orang.

Pelantikan hari ini dilakukan setelah berkonsultasi dan mengantongi izin tertulis dari Menteri Dalam Negeri untuk melakukan pengisian jabatan lowong yang tujuannya mengantisipasi potensi terjadinya stagnasi dalam tubuh birokrasi di pemerintahan kota Makassar.


“Pelantikan ini memiliki makna simbolik yang menandakan tugas dan tanggung jawab yang lebih besar telah diamanahkan kepada pejabat yang dilantik,” kata Deng Ical sapaan Plt Wali Kota Makassar Dr Syamsu Rizal. 

Harapannya, lanjut Deng Ical, pejabat yang dilantik dapat menunjukkan kinerja dan prestasi sebagai pelayan masyarakat. Mereka yang dilantik hari ini telah melalui serangkaian proses panjang dan memenuhi aspek kualifikasi, kompetensi, kinerja, dan rekam jejak yang baik berdasarkan rekomendasi dari Tim Penilai Kinerja yang diketuai oleh penjabat sekertaris daerah untuk mengisi jabatan yang lowong. 

Saat pelantikan, Deng Ical menyampaikan apresiasi khusus kepada Kepala BKPSDMD Andi Baso Amiruddin beserta seluruh jajarannya yang telah mempersiapkan pelantikan hari ini hingga berjalan sukses.

Deng Ical juga menekankan pelantikan hari ini lepas dari unsur politik dan semata – mata didasarkan pada pertimbangan profesional.

“Semua proses pelantikan ini tidak ada kaitannya dengan politik, karena tujuan utama pelantikan ini adalah bagaimana agar bisa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, meskipun dalam proses pelantikan ini pasti ada yang senang dan tidak senang,” tuturnya. (*)

Baca Selengkapnya
Advertisement

Terpopuler