Dewan Sulsel Minta Buku Terbitan Yudhistira Ditarik dari Sekolah | Makassar Today
Connect with us

Sulsel

Dewan Sulsel Minta Buku Terbitan Yudhistira Ditarik dari Sekolah

Published

on

MAKASSAR – Legislator DPRD Provinsi Sulsel, Jafar Sodding meminta pemerintah tidak lagi menjalin kerjasama dengan penerbit Yudhistira yang mencantumkan Jerusalem sebagai Ibu Kota Israel di dalam buku mata pelajaran IPS untuk kelas VI SD terbitan Yudhistira kurikulum 2006 (KTSP).

Menurut Jafar hal itu tidak ada bedanya dengan pernyataan Trump yang mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel, “Wajar jika banyak yang mengecam penerbit Yudhistira seperti mengecam pernyataan Trump, ini melukai hati umat,” kata Jafar.

“Maka pemerintah harus menghentikan kerjasama dengan penerbit seperti ini,” lanjutnya.

Bahkan politisi kelahiran Pinrang ini menjelaskan bahwa seharusnya pihak kepolisian bisa mengusut motif penerbit Yudhistira tersebut, “Harusnya diusut, apakah ini karena kelalaian, bersifat politis atau memang jadi corong Israel disini,” tegas Anggota Komisi E yang membidangi pendidikan.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menghimbau agar pemerintah segera menarik semua buku yang sudah beredar luas. (Farel)


Advertisement
loading...
Comments

Sulsel

Deng Ical Terima Kunker Pemkot Sawahlunto

Published

on

By

Makassartoday.com – Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal MI, menyambut baik kedatangan rombongan Pemkot Sawahlunto, di Ruang Sipakalebbi, Kantor Balaikota Maakssar, Selasa (23/1/2018).

Kunjungan ini dalam rangka studi banding peningkatan wawasan dan pengetahuan SDM LPM se-Kota Sawalunto Provinsi Sumatera Barat, dan salah satunya adalah pelaksanaan study Komperatif dan Sharing informasi terhadap kelurahan dan LPM terbaik di Provinsi Sulawesi Selatan sekaligus pengelolaan program pariwisata.

“Tentu saja dengan kedatangan rombongan Pemkot Sawahlunto ini membawa banyak berkah bagi Kota Makassar terutama sekali berkah ilmu yang bisa digunakan untuk lebih memperbaiki pelayanan kepada masyatakat,” ujar Deng Ical sapaan Wawali Makassar.

Tak hanya itu, dihadapan rombongan Pemkot Sawahlunto, Deng Ical juga menjelaskan tingkat pertumbuhan ekonomi Makassar saat ini 7,9 persen dan boleh dibilang dalam kurung waktu 15 tahun terahir kita tumbuh rata-rata 9 persen, bahkan pernah mencapai angka 11 persen pada tahun 2003 tetapi secara rata-rata itu adalah 9 persen dan tahun ini agak menurun sedikit 7,99 persen.

Meskipun kata dia, Provinsi Sulawesi Selatan itu tumbuh 6,8 persen dan Nasional 5,3 persen. Jadi kita selalu berada di atas rata-rata Provinsi dan Nasional.

“Dan itu semuanya karena Pemerintah telah berhasil mengatur potensi masyarakat. Karena jika di lihat rasio kemampuan pengelolaan sumber daya atau faktor-faktor produksi di Kota Makassar itu sudah mulai bergeser dari Pemerintah ke Masyarakat,” katanya

Sementara, Wakil Wali Kota Sawahlunto, Ismed SH mengatakan dipilihnya Kota Makassar sebagai tujuan pertama dikarenakan Makassar adalah Kota terbaik.

“Dari beberapa Kota, inilah Kota Makassar sebagai tujuan pertama kita untuk menambah ilmu. Apalagi Makasaar dikenal dengan banyak kegiatan yang berprestasi, sehingga itu yang kita ingin implementasikan di Kota Sawahlunto,” kata Ismed SH, Wawali Sawahlunto. (*)


Baca Selengkapnya
Advertisement

Trending

Terpopuler

loading...