Membelot Dari Danny, 3 Legislator PPP Makassar Ini Terancam Dipecat | Makassar Today
Connect with us

Politik

Membelot Dari Danny, 3 Legislator PPP Makassar Ini Terancam Dipecat

Published

on

MAKASSAR – Sikap dukungan sejumlah kader PPP Makassar ke bapaslon Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) di Pilwali Makassar 2018 mendapat kecaman dari pihak DPW PPP Sulsel.

Wakil Ketua DPW PPP Sulsel Rizal Syarifuddin mengungkapkan, pihaknya tak segan-segan akan melakukan pemecatan terhadap kader yang menyatakan diri mendukung bapaslon di luar Danny Pomanto.

Adapun kader PPP Makassar yang terancam dipecat, kata Rizal, yakni Ketua PPP Makassar, Busranuddin Baso Tika (BBT), Fasruddin Rusli serta Sampara Sarif. Ketiganya saat ini juga berstatus sebagai legislator DPRD Makassar.

“Ada tiga kader yang berpeluang menerima sanksi hingga pemecatan yakni Busranuddin Baso Tika, Fasruddin Rusli dan Sampara Sarif,” tegas Rizal di kantor PPP Sulsel, Jl Sungai Saddang, Jumat (15/12/2017).

Rizal mengatakan, pihaknya telah menyatakan dukungan kepada bapaslon Danny Pomanto-Indira Mulyasari (DIAmi) di Pilwali Makassar. Dengan begitu ia meminta agar seluruh kader maupun pengurus di tingkat kota Makassar bisa tunduk pada keputusan partai.


Ketua PPP Sulsel M Aras menambahkan, bahwa sejauh ini pihaknya tetap berkomitmen mendukung pasangan DIAmi, kendati pasangan tersebut telah mendaftar lewat jalur perseorangan.

“Sampai hari ini PPP masih bersama Danny Pomanto,” singkat Atas.

Hingga berita ini diturunkan, ketiga legislator yang dinilai membelot tersebut belum dapat memberikan klarifikasi. (Farel)

Advertisement
Comments

Politik

Agus Akui Akses Publik di CPI Masih Berpolemik

Published

on

By

Makassartoday.com – Sesi tanya jawab pada debat kedua antarkandidat Pilgub Sulsel berlangsung menarik dan banyak kejutan. Termasuk soal pertanyaan Cagub Sulsel, Nurdin Halid (NH) terkait proyek Center Point of Indonesia (CPI) kepada Agus Arifin Nu’mang, cagub paslon nomor urut dua yang juga mantan wakil gubernur.

NH menanyakan soal akses publik di Pantai Losari, khususnya di CPI, kini yang hanya bisa dirasakan oleh masyarakat kelas menengah ke atas. Tidak seperti dahulu, masyarakat bebas bersantai, nyaman, di mana saja di Losari.

Menjawab pertanyaan tersebut, Agus mengakui bahwa proyek CPI di wilayah Pantai Losari, Makassar, hingga kini masih berpolemik. “Masih berpolemik, saya yakin karena proyek ini belum selesai,” jawab Agus saat debat yang berlangsung di Jakarta, Kamis malam (19/4/2018).


“Jika saya sebagai gubernur saya akan menagih ke perusahaan tersebut soal akses publik ke CPI,” lanjut Agus yang diketahui sebagai wakil Syahrul Yasin Limpo, gubernur yang baru saja berakhir masa jabatannya.

Merespons jawaban Agus, NH mengatakan bahwa pemerintah provinsi sebetulnya tak perlu menghabiskan Rp 500 miliar hanya untuk membangun gedung bertingkat-tingkat, seperti yang ada di CPI, sementara hak masyarakat terkait akses publik terenggut.

“Lebih baik uang sebanyak itu untuk menghadirkan lapangan bertaraf internasional di daerah-daerah. Masyarakat bisa saling bersilaturahmi, olahraga, khususnya pemuda juga makin maju,” tutur NH. (*)

Baca Selengkapnya
Advertisement

Terpopuler