100 Inovasi Danny Pomanto Antar Makassar Raih Innovative Government Award 2017 | Makassar Today
Connect with us
alterntif text
alterntif text
alterntif text
alterntif text

Nasional

100 Inovasi Danny Pomanto Antar Makassar Raih Innovative Government Award 2017

Published

on

JAKARTA – Berkat 100 inovasi daerah yang dimiliki, Wali Kota Makassar Danny Pomanto kembali menorehkan prestasi di penghujung tahun 2017. Di bawa kepemimpinan wali kota bernama lengkap Moh. Ramdhan Pomanto ini, Makassar kembali dinobatkan sebagai peraih Innovative Government Award (IGA) tahun 2017. Tak tanggung-tanggung, kota berjuluk ‘Anging Mammiri’ ini berjejer pada posisi tiga besar.

“Alhamdulillah, Makassar tidak pernah absen dalam perolehan penghargaan-penghargaan bergengsi tingkat nasional. Tentu bukan pialanya yang perlu kita banggakan, namun ini membuktikan dari penilaian secara nasional, dari 500-an kabupaten kota se-Indonesi Makassar selalu menempati tempat teratas dan terbaik,” ucap Danny usai menerima penghargaan yang diserahkan langsung Medagri Tjahjo Kumolo tersebut di Hotel Sahid, Jakarta, Senin (18/12/2017).

Danny juga menambahkan jika hal ini juga sebagai penanda bahwa kerja-kerja yang telah dilakukan di Makassar telah berada di jalur yang tepat dan semakin dua kali tambah baik.

Diketahui, penghargaan ini merupakan penghargaan yang telah diadakan sejak tahun 2007, 2008, 2010, 2011, 2012, hingga 2013. Barulah pada tahun 2017 ini Kementerian Dalam Negeri kembali menggelar Innovative Goverment Award dengan skema yang baru.

Inovasi daerah yang menjadi penilaian di antaranya tata kelolah pemerintahan daerah, inovasi pelayanan publik, dan inovasi lainnya yang disesuaikan dengan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah.

Ada tiga hal utama dalam melakukan penilaian innovative government award. Yaitu, aspek kuantitas, aspek kualitas, dan aspek manfaat yang ketiganya didasarkan pada lima kategori inovasi daerah, yakni pertama mengandung pembaharuan seluruh atau sebagian unsur dari inovasi.

Kedua memberi manfaat bagi daerah atau masyarakat. Ketiga tidak mengakibatkan pembebanan atau pembatasan pada masyarakat yang tidak sesuai dengan ketentuan peratuaran perundang-undangan. Keempat merupakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah dan kelima dapat direplikasi.

Ada pun pelaksanan IGA ini melalui serangkaian tahapan, mulai dari penjaringan profil inovasi daerah yang dilakukan pada bulan Agustus kemarin. Verifikasi profil bulan September, validasi pada Oktober-November melalui presentasi kepala daerah dan temuan lapangan dan puncaknya pada pemberian penghargaan IGA pada bulan Desember tahun 2017 ini.

Dari hasil penilaian tersebut telah ditetapkan 3 pemerintah daerah inovatif kategori provinsi, 10 pemerintah daerah inovatif kategori kabupaten, dan 10 pemerintah daerah inovatif kategori kota yang diumumkan pada malam ini.

“Hal ini tentu sebagai wujud pembinaan dan pengawasan inovasi daerah, serta media diseminasi praktek-praktek baik pemerintah daerah, untuk ditularkan ke daerah lain. Terima kasih warga Makassar, prestasi ini adalah prestasi kita semua, jangan biarkan Makassar mundur lagi,” pungkas Danny.

Berikut daftar daerah pemenang penghargaan IGA 2017:

Kategori Provinsi: Provinsi Jawa Barat, Privinsi Jawa Timur, dan Provinsi Sumatera Selatan.

Kategori Kabupaten: Kabupaten Lebak, Kabupaten Madiun, Kabupaten Malang, Kabupaten Gresik, Kabupaten Sleman, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Bogor, Kabupaten Musi Rawas, Kabupaten Bantaeng, dan Kabupaten Pinrang.

Kategori Kota: Kota Makassar, Kota Tangerang Selatan, Kota Surabaya, Kota Surakarta, Kota Probolinggo, Kota Magelang, Kota Yogyakarta, Kota Pontianak, Kota Sawahlunto, dan Kota Bontang. (Rls)

BAGIKAN:
Comments

Nasional

Sempat Viral Karena Aniaya Pemepuan, Oknum Polisi di Babel Kena Sanksi Mutasi

Published

on

By

Makassartoday.com – Oknum perwira polisi berpangkat AKBP berinisial Y menerima sanksi mutasi setelah video aksi penganiayaan dirinya terhadap seorang perempuan viral di media sosial.

Pemberian sanksi mutasi tersebut disampaikan pihak Polda Bangka Belitung (Babel) melalui telegram nomor ST/1786/VII/2018 tanggal 13 Juli 2018, AKBP Y dimutasi dari Kasubdit Kilas Ditpamobvit menjadi Pamen Yanma Polda Babel.

Sebelumnya pihak Polda Babel membenarkan aksi kekerasan yang dilakukan Y terhadap dua wanita dan seorang anak, setelah tertangkap tangan melakukan pencurian di sebuah toko di Pangkalpinang, Rabu (11/7/2018). 

Kapolda Babel, Brigjen Pol.
Syauful Zachri kepada media mengatakan bahwa tindakan Y sebagai seorang polisi tidak pantas dilakukan. Maka, Ditpropam Polda Babel, Propam Mabes Polri, dan Propam Polda Jawa Barat melakukan pemeriksaan terhadap oknum tersebut.

“Polda Babel meminta bantuan Propam Mabes Polri dan Polda Jawa Barat
karena yang bersangkutan sedang izin ke Bandung untuk mengurus kuliah anaknya. Saat ini AKBP Yusuf telah diproses di Polda Jawa Barat dan telah menjalani pemeriksaan di sana,” katanya.

Tindakan tegas itu dilakukan sebagai bukti nyata bahwa Polri tidak ada pilih kasih dalam memberikan hukuman sesuai dengan undang-undang yang berlaku, baik itu terhadap anggota Polri maupun masyarakat yang melakukan tindakan pidana.

“Saya sebagai Kapolda Kepulauan Bangka Belitung meminta maaf kepada masyarakat atas kejadian ini dan akan menjadi atensi kami untuk memperbaiki moral dan pribadi anggota dalam melayani masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Pangkalpinang AKBP Iman Risdiono Septana, mengatakan, kronologis dalam video yang viral tersebut bermula ketika Y mendapat laporan dari pegawainya bahwa ada tiga orang yang tertangkap tangan melakukan pencurian di toko miliknya.

Y melakukan tindakan kekerasan karena tersulut emosi ketika bertanya kepada kedua tersebut. Mereka menjawab tidak tahu. Begitu pula, ketika ditanya KTP dan komplotan lainnya yang melarikan diri, keduanya juga menjawab tidak tahu.

Atas dasar itulah, Y melakukan tindakan kekerasan terhadap kedua wanita paruh baya dan anak di bawah umur tersebut. Akibat tindakannya itu, Y saat ini menjalani pemeriksaan di Propam Polda Jawa Barat dan telah dicopot jabatanya dari Kasubdit Kilas Ditpamobvit Polda Babel. (bs)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya

Nasional

Harga Pertamax Naik, Subsidi Solar Diusul Bertambah

Published

on

By

Makassartoday.com – Kementerian Keuangan menyepakati adanya penambahan nominal subsidi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar, dari yang awalnya Rp 500 per liter kini bertambah Rp 1.500 atau menjadi Rp 2.000 per liter.

Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan Askolani mengatakan kebijakan tersebut sudah bisa diterapkan tahun ini.

“Bisa tahun ini (2018),” kata Askolani dilansir dari detikFinance, Rabu (11/7/2018).

Dia menjelaskan, skema penambahan nominal subsidi solar itu pun bisa dilakukan dengan kebijakan yang dibuat Kementerian ESDM dan tidak perlu melalui APBN perubahan.

“Ya mekanisme biasa, seperti mekanisme biasanya, nanti disiapin pemerintah (Kementerian ESDM),” tambah dia.

Menurut Askolani, angka subsidi Solar yang menjadi Rp 2.000 per liter ini juga sudah disepakati antara Kementerian Keuangan dengan Kementerian ESDM.

“Itu (Rp 2.000) kan hasil diskusi, Rp 2.000 untuk 2018 nanti tunggu persetujuan ESDM,” ujar dia. 

Sebelumnya pemerintah menaikkan harga BBM jenis Pertamax mulai 1 Juli lalu.

BBM jenis Pertamax mengalami kenaikan sebesar Rp600 ribu rupiah atau menjadi Rp9500 dari harga sebelumnya Rp8900. (bs)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya

Nasional

Ini Penyebab Terjadinya Suhu Dingin di Indonesia

Published

on

By

Makassartoday.com – Banyak kabar yang beredar soal suhu udara dingin yang dirasakan di beberapa daerah di Indonesia saat musim kemarau dikaitkan dengan fenomena Aphelon.

Deputi Bidang Meteorologi, Mulyono Prabowo menjelaskan, suhu udara dingin merupakan fenomena alamiah yang biasa terjadi di bulan-bulan puncak musim kemarau yang terjadi pada Juli hingga Agustus. Berdasarkan pengamatan BMKG di seluruh wilayah Indonesia selama 1 hingga 5 Juli 2018, suhu udara kurang dari 15 derajat celsius tercatat di beberapa wilayah yang seluruhnya memang berada di dataran tinggi/kaki gunung seperti Ruteng (NTT), Wamena (Papua), dan Tretes (Pasuruan).

Di mana suhu terendah tercatat di Ruteng (NTT) dengan nilai 12.0 derajat celsius pada tanggal 4 Juli 2018. Sementara itu untuk wilayah lain di Indonesia selisih suhu terendah selama awal Juli 2018 ini terhadap suhu terendah rata-rata selama 30 hari terakhir ini tidak begitu besar.

“Sebenarnya fenomena Aphelon ini adalah fenomena astronomis yang terjadi setahun sekali pada kisaran bulan Juli. Sementara itu, pada waktu yang sama, secara umum wilayah Indonesia berada pada periode musim kemarau. Hal ini menyebabkan seolah Aphelion memiliki dampak yang ekstrem terhadap penurunan suhu di Indonesia,” ujar Mulyono
dilansir dari Liputan6.com, Sabtu (7/7/2018).

Padahal faktanya, kata Mulyono, penurunan suhu di bulan Juli belakangan ini lebih dominan disebabkan karena dalam beberapa hari terakhir di wilayah Indonesia, khususnya Jawa, Bali, NTB, dan NTT kandungan uap di atmosfer cukup sedikit.

Hal ini terlihat dari tutupan awan yang tidak signifikan selama beberapa hari terakhir. Secara fisis, uap air dan air merupakan zat yang cukup efektif dalam menyimpan energi panas.

Sehingga, rendahnya kandungan uap di atmosfer ini menyebabkan energi radiasi yang dilepaskan oleh bumi ke luar angkasa pada malam hari tidak tersimpan di atmosfer dan energi yang digunakan untuk meningkatkan suhu atmosfer di atmosfer lapisan dekat permukaan bumi tidak signifikan.

“Hal inilah yang menyebabkan suhu udara di Indonesia saat malam hari di musim kemarau relatif lebih rendah dibandingkan saat musim hujan atau peralihan,” ujar Mulyono. (*)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya