3 Paslon Bartarung di Pilwali Makassar, Siapa Diuntungkan? | Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Politik

3 Paslon Bartarung di Pilwali Makassar, Siapa Diuntungkan?

Published

on

MAKASSAR – Mantan Ketua KPU Makassar, Nurmal Idrus menyebut Pilwali Makassar akan lebih baik bila mana diikuti oleh tiga kontestan pasangan calon (paslon).

Direktur Lembaga Konsultan Politik Nurani Strategic ini menjelaskan, dengan kehadiran tiga paslon di Pilwali Makassar, maka tensi politik bisa lebih rendah dibanding jika hanya dua paslon (head to head).

“Tiga paslon lebih bagus, karena akan membuat tensi politik Pilwali Makassar lebih rendah dibanding dengan kalau hanya dua pas lon. Selain itu akan lebih bagus bagi demokrasi karena akan lebih banyak pilihan bagi pemilih di Makassar,” jelas Nurmal Idrus, Sabtu (23/12/2017).

Saat ditanyakan apakah ada paslon yang diuntungkan dengan keikutsertaan tiga paslon di Pilwali Makassar, Nurmal menjawab bahwa ketiganya dapat diuntungkan.

“Dengan tiga pasclon semua akan diuntungkan karena kekuatan lawan mereka akan terbagi,” sebutnya.

Senada dengan Nurmal, pengamat politik UIN, DR Firdaus Muhammad. Tensi politik pilwali dengan tiga paslon, menurut dia lebih kondusif.

“Kalau tiga paslon lebih kondusif dibanding head to head. Sekarang mengarah ke tiga paslon meski baru dua yang lebih siap melalui jalur independen dan partai,” jelas Firdaus.

Sekedar diketahui, Pilwali Makassar 2018 hampir pasti akan diikuti tiga paslon. Satu paslon, yakni petahana Wali Kota Makassar, Danny Pomanto berpasangan dengan politisi Partai NasDem, Indira Mulyasari. Bapaslon yang mengusung tagline DIAmi ini maju lewat jalur perseorangan (independen).

Bapaslon lainnya, adalah Munafri Arifuddin dan Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu). Keduanya dipastikan maju jalur parpol dengan mengantongi empat rekomendasi partai, yakni Golkar, NasDem, Hanura dan PAN.

Sementara bapaslon terakhir adalah petahana Wakil Walikota Makassar, Syamsu Rizal Mi dan Muh Iqbal Djalil, Lc (DIAJI). Sejauh ini keduanya masih kekurangan dukungan satu fraksi di parlemen setelah sebelumnya mendapat surat tugas sebagai bapaslon PKS. (Rusdi)

BAGIKAN:
Advertisement
alterntif text
Comments

Trending