Pakaian Basah di Badan Tak Surutkan Misi Kemanusiaan! | Makassar Today
Connect with us

Inspiratif

Pakaian Basah di Badan Tak Surutkan Misi Kemanusiaan!

Published

on

Makassartoday.com – Menjadi seorang relawan memang tak mudah. Dibutuhkan dedikasi tinggi dalam kerja-kerja sosial. Seperti halnya para relawan muda dari berbagai lembaga yang sejak beberapa hari terakhir turun melakukan evakuasi warga korban terdampak banjir di Makassar.

Kurang tidur serta makan tak teratur menjadi risiko setiap kali menjalankan tugas. Mendahulukan keselamatan orang lain dari pada keselamatan diri sendiri terkadang menjadi keputusan mereka saat menghadapi situasi genting di lapangan.

Bekerja untuk kemanusiaan bukan ajang mencari uang bagi mereka. Acap kali para relawan harus meninggalkan keluarga di rumah demi tugas mulia yang mereka emban.

Mereka tetap dituntut bekerja profesional, meski sering diperhadapkan dengan banyak keterbatasan. Mereka adalah “Relawan Makassar” yang terdiri dari latar belakang institusi yang berbeda-beda.

Basarnas, TNI, TRC BPBD Makassar, Tim Medis Dinkes Makassar, PMI Makassar, PMI Sulsel, Relawan Dapur Umum Dinsos Makassar, SAR Bimob Polda Sulsel, KSR dari berbagai kampus serta relawan alumni PMR, adalah orang-orang yang tak asing lagi di mata para warga terdampak bencana banjir di Makassar.

Meninggalkan perbedaan dan memilih bersatu di lapangan, itu semua demi tanggung jawab profesi yang selama ini mereka pahami sebagai bagian dari ibadah. Beberapa hari berjibaku dengan banjir tak menyurutkan semangat para relawan, kendati pakaian basah di badan bercampur dengan keringat.

Musim penghujan belum berakhir dan setiap saat bencana tak terduga bisa terjadi. Tapi, para relawan ini mengaku tetap sigap.

 

Faiz dari TRC BPBD, Iqbal dari SAR Brimob Polda Sulsel, Erwin, Ikhsan dan Magga relawan dari IKA PMR Wira Stemzha hanyalah sebagian kecil dari banyak relawan yang hadir di tengah-tengah masyarakat Makassar.

Bagi mereka penghargaan bukanlah hal yang utama. Berhasil dalam menjalankan misi penyelamatan adalah hal yang selalu mereka impikan. Selamat bertugas buat kalian relawan yang jauh dari kata PPecitraan. Kalianlah “Pahlawan” yang sebenarnya..!!!


Advertisement
loading...
Comments

Inspiratif

Alumni Smansa Makassar Harumkan Indonesia di Oxford Inggris

Published

on

By

Makassartoday.com – Banyak punya potensi sumber manusia yang membawa harum nama Indonesia. Salah satunya Dokter Deby Vinski MScAA PhD. Alumni SMA Negeri 1 (Smansa) Makassar Tahun 1986 adalah dokter kecantikan dan pakar anti-penuaan (anti-aging) asal Indonesia yang kiprahnya diakui dunia.

Pertemuan akhir tahun tahunan Grand Europa Business Assembly, Oxford Summit 2017 di Inggris, Dokter Deby meraih Queen Victoria Medali di Oxford Town Hall Oxford Inggris 20-25 Desember 2017 diberikan langsung Direktur Europa Business Assembly (EBA) Oxford Inggris Professor John didampingi CEO First Sky Limited Eric Kutortse.

Mendapat penghargaan medali Queen Victoria dari ‘Puncak Pemimpin’ Eropa tidak membuat Dokter Deby yang saat ini menjabat sebagai Presiden Badan Akreditasi Anti-aging Dunia (WOCPM) di Paris yang beranggotakaan 74 negara, jumawa.

“Malah ini langkah awal dan bentuk dedikasi profesionalisme kedokteran Indonesia yang Alhamdulillah mendapat apresiasi dunia khususnya Kota Makassar tempat saya dibesarkan,” jelas Dokter Deby.

Pertemuan akhir tahun Tahunan Grand Europa Business Assembly, Oxford Summit 2017 di Inggris merupakan pertemuan tahunan dunia bisnis dan akademik dari 40 anggota negara mitra dari uni akademik, Oxford dan klub Rektor Eropa.

Dokter Natasha Vinski yang mendampingi Dokter Deby pada penerimaan Queen Victoria Medali di Oxford Town Hall Oxford Ingris 20 Desember 2017, mengatakan, Europa Business Assembly merupakan organisasi platform multikultural antara bisnis, ilmu pengetahuan, pendidikan, R & D, pemerintah lokal, dan munisipalitas.

“Semua pemimpin lembaga sosial yang mengejar transformasi sosial positif secara nasional dan secara global hadir memberi kontribusi secara kongkret,” ujar Dokter Natasha yang juga CEO Vinski Tower Indonesia. (Rls)


Baca Selengkapnya
Advertisement

Trending

Terpopuler

loading...