Bawaslu: Oknum PPS di Pangkep Melanggar Kode Etik | Makassar Today
Connect with us

Politik

Bawaslu: Oknum PPS di Pangkep Melanggar Kode Etik

Published

on

Makassartoday.com – Dugaan pelanggaran pihak penyelenggara saat verifikasi faktual dukungan KTP IYL-Cakka akhirnya terbukti. Hal itu terungkap setelah Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulsel menetapkan oknum PPS di kabupaten Pangkep, terbukti melakukan pelanggaran proses verifikasi faktual yang dimaksud.

Keputusan itu diambil Bawaslu usai melakukan pengkajian terhadap laporan yang dimasukkan Tim Hukum IYL-Cakka, Kamis 14 Desember lalu. Keputusan itu diambil dengan melibatkan unsur Bawaslu, Kejaksaan, dan aparat Kepolisian di sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu) Bawaslu Sulsel.

Seperti yang diungkapkan Wakil Ketua Bawaslu Sulsel, Divisi Hukum Azri Yusuf. Ia memberi penegasan, bahwa pelanggaran yang oknum PPS tersebut lakukan yakni pelanggaran kode etik penyelenggara dan administrasi.

“Laporan yang masuk sudah selesai. Kita sudah sampaikan itu ke pelapor. Hanya dugaan pidananya tidak terbukti. Ini pelanggaran administrasi kode etik,” kata Azri, kepada wartawan, Senin (25/12/2017).

Menurut Azri, oknum PPS tersebut bertugas di Kecamatan Minasatene. Untuk namanya, tidak bersedia disebutkan Azri. Pelanggaran yang dimaksud adalah bocornya form dukungan terhadap IYL-Cakka.

Form dukungan bahkan sempat tersebar di media sosial Facebook pada tanggal 11 Desember lalu. Padahal saat itu tahap verifikasi faktual belum berjalan. Dan format dukungan sifatnya rahasia.

“Kami sudah sampaikan ke DKPP. Jadi bukan lagi di ranah kami. (Sanksinya) Bergantung DKPP, bisa peringatan, teguran, peringatan keras, sampai pemecatan,” tutup Azri.

Sekadar diketahui, akibat ulah itu, IYL-Cakka dirugikan. Apalagi dituduh melakukan pencaplokan. Bahkan kubu tertentu membuat rilis yang seolah olah IYL Cakka mencaplok KTP satu desa. (*)

BAGIKAN:
Comments

Politik

Belum Puas, Bawaslu Masih Ingin Minta Klarifikasi Ketua KPU Makassar

Published

on

By

Makassartoday.com – Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulsel, La Ode Arumahi mengatakan, pihaknya akan memanggil kembali Ketua KPU Makassar, Syarief Amir dan satu komisioner, Rahma Sayyed pada Selasa (22/5/2018), besok untuk dimintai klarifikasi. 

Pasalnya dalam undangan hari ini, hanya tiga Komisoner KPU Makassar yang hadir. Sementara dua Komisioner lainnya, khususnya Ketua KPU Makassar, Syarief Amir yang berhalangan hadir dengan alasan sedang melakukan perjalanan dinas ke Jakarta.

“Ketua KPU dan satu komisiner lain, ibu Rahma Saiyed tidak hadir, artinya haknya dia dimintai keterangan juga perlu didengarkan,” kata La Ode Arumahi kepada wartawan.

Sementara kaitan dengan laporan yang masuk, akan diperiksa oleh Gakumdu hingga 5 hari, terhitung sejak masuknya laporan di Bawaslu RI pada Jumat 18 Mei 2018 lalu hingga Rabu 23 Mei 2018. 

“Prosesnya cuma 5 hari, setelah itu kita lihat apakah akan diteruskan ke penyidik atau tidak,” ujarnya.

Terpisah Komisiner KPU Makassar Bidang SDM, Andi Syaifuddin yang diminta tanggapan soal rencana Bawaslu mengaku bahwa hal tersebut tergantung dari pihak Bawaslu itu sendiri.

“Tergantung Bawaslu, kalau mau mengundang kembali,” tutupnya. (Rusdi)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya

Politik

Garnita NasDem Makassar Turun Ke Jalan Sosialisasikan Appi-Cicu

Published

on

By

Makassartoday.com – Pesta Demokrasi Pemilihan Wali kota dan Wakil Wali Kota (Pilwali) Makassar tinggal menghitung hari. Berbagai aksi dilakukan tim Munafri Arifuddin dan Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) untuk memenangkan pasangan calon nomor urut 1 tersebut.

Garnita Malahayati Partai NasDem Makassar contohnya. Salah satu sayap partai besutan Surya Paloh ini turun ke jalan untuk mensosialisasikan pasangan yang karib disapa Appi-Cicu tersebut.

Tak sekedar turun bersosialisasi, aksi perempuan-perempuan hebat yang pimpin langsung oleh Wakil Bendahara DPW Garnita Malahayati NasDem Sulsel, Riska Mulfiati Redindo tersebut juga berbagi takjil dengan pengguna jalan disepanjang Jalan Kakatua dan Pantai Losari.

“Alhamdulillah hari ini kami dari Garnita Makassar bisa berbagi dengan saudara-saudara kita untuk berbuka. Mengingat ini momentum ramadhan sekaligus kami juga mensosialisasikan Pak Appi dan Ibu Cicu sebagai calon walikota dan wakil walikota dari partai kami,” jelas politisi muda yang akrab disapa Rambo itu.

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa ia bersama Garnita dan seluruh jajaran Partai NasDem akan terus bergerak untuk memenangkan pasangan Appi-Cicu.

“Insya Allah Partai NasDem dan terkhusus Garnita akan terus bergerak memenangkan Pak Appi dan Ibu Cicu tanggal 27 Juni mendatang,” tegasnya. (Maman)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya

Politik

Jawaban KPU Makassar Usai Dimintai Klarifikasi Bawaslu

Published

on

By

Makassartoday.com – Tiga Komisioner KPU Makassar memenuhi undangan pihak Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulsel, Senin (21/5/2018).

Adapun undangan Bawaslu guna meminta klarifikasi pihak KPU Makassar yang tidak menjalankan putusan Panwaslu Makassar yang meminta KPU mengakomodir kembali pasangan Ramdhan Pomanto-Indira Mulyasari (DIAmi) sebagai pasangan calon di Pilwali Makassar 2018.

Komisioner KPU Makassar Bidang SDM, Andi Shaifuddin yang dikonfirmasi usai menghadiri undangan Bawaslu menegaskan jika pihaknya tetap mengacu pada keputusan awal, yakni menetapkan satu pasangan calon saja, Munafri Arifuddin-Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) di Pilwali Makassar, sesuai hasil putusan PTTUN yang dikuatkan putusan Mahkamah Agung (MA).

Shaifuddin bersama dua rekannya, yakni Abdullah Mansyur, Wahid Hasyim menjelaskan, sikap KPU Makassar sudah sesuai dengan hasil konsultasi dengan pihak KPU Sulsel dan KPU RI.

“Hanya klarifikasi saja krnapa KPU mengambil sikap berbeda dengan Putusan Panwas. Kita jawab bahwa sikap KPU sesuai dengan hasil konsultasi kami ke KPU Provinsi dan diperkuat oleh KPU RI,” tegasnya. (Rusdi)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya