Makassar Kebagian 2 Ribu Sertifikat Tanah Gratis | Makassar Today
Connect with us

Nasional

Makassar Kebagian 2 Ribu Sertifikat Tanah Gratis

Published

on

Makassartoday.com – Ribuan warga di Sulawesi Selatan (Sulsel) menerima sertifikat gratis Program Tanah Untuk Rakyat di Gedung Indoor Tennis Telkom, Kamis (28/12/17) Makassar.

Kegiatan ini serentak diadakan di tujuh Kota yakni Pontianak, Jambi, Lampung, Palembang, Makassar, Palu dan Surabaya.

Pada acara tersebut, turut hadir Menteri Pertanian Amran Sulaeman didampingi Pangdam VII Hasanuddin, Kapolda Sulsel, Asisten Teritorial Kasat, Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan ‘Danny’ Pomanto.

Pada kesempatan itu, Amran mewakili Presiden Joko Widodo menyerahkan sertifikat tanah. Presiden Joko Widodo yang tengah berada di Pontianak hanya bisa dihadirkan di Makassar melalui sambungan video teleconference.

Di Sulsel kali ini diserahkan sebanyak 6 Ribu sertifikat dan khusus Makassar sendiri sebanyak 2 ribu sertifikat. Sedangkan total di tujuh profinsi sebanyak 1.080.950 sertifikat

Hal itu sangat diapresiasi oleh Danny Pomanto. ” Kita sangat berterima kasih atas program ini. Karena ini sangat membantu warga kami. Urus sertifikat tidak gampang. Tapi ini bukti sinergitas pemerintahan pusat dengan pemerintahan daerah untuk mewujudkan hal ini,” ucapnya.


Sementara, Presiden RI, Joko Widodo menargetkan tahun 2018 sebanyak 7 juta sertifikat akan dibagika dan tahun 2019 sebanyak 9 juta sertifikat harus dibagikan.

“Setelah itu 10 juta, 10 juta, dan 10 juta dan saya tidak mau ditawar. Karena rakyat menunggu. Karena setiap saya ke desa, ke kampung, ke daerah, provinsi, kota kabupaten, keluhannya selalu banyak yang mampir ke telinga saya soal sengketa tanah atau lahan,” pungkasnya.

Advertisement
Comments

Nasional

Suara Demokrat Merosot, AHY: 5 Tahun Kita Pahit

Published

on

By

Makassartoday.com – Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY memotivasi ratusan kader di Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin, (9/4/2018) kemarin.

AHY meminta mereka kembali bangkit untuk menatap pemilu legislatif dan pemilu presiden 2019. “2014, Partai Demokrat merasakan pahit, dan rasa pahit itu harus dirasakan selama lima tahun,” ujarnya.

AHY menuturkan menurunnya suara Partai Demokrat pada pemilu 2014 sangat terasa karena dalam dua periode sebelumnya, yakni 2004-2009 dan 2009-2014, partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu meraih kemenangan gemilang, termasuk di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Tapi hidup adalah penggalan-penggalan romantika jatuh-bangun. Sekarang, mari bangun semangat agar tahun 2019 Demokrat bangkit lagi dan kita bahagia lima tahun ke depan dan seterusnya,” ucapnya.


Kebahagiaan yang diperoleh jika Demokrat bangkit pada 2019, kata AHY, tentu bukan hanya untuk para kader, tapi juga seluruh rakyat Indonesia. “Apa yang membuat kita bahagia selain melihat kebahagiaan lahir batin rakyat yang diperhatikan pemimpinnya?” tuturnya.

AHY berujar, pada masa kepemimpinan SBY selama 10 tahun telah terjadi peningkatan signifikan hampir di semua aspek pembangunan nasional. Perekonomian meningkat, penghasilan masyarakat, daya beli, dan pendapatan per kapita semuanya meningkat.

“Dan di masa (kepemimpinan SBY) itu, masyarakat bisa bekerja tenang, aman, tentram hatinya, keadilan hadir di negeri ini dan semua warga mendapat perhatian,” ujarnya.

Meski Indonesia merupakan negara majemuk, AHY melanjutkan, saat masa kepemimpinan SBY, Demokrat benar-benar telah menyuarakan pentingnya persatuan, toleransi, dan harmoni di antara perbedaan. (bm)

Baca Selengkapnya
Advertisement

Terpopuler