Begini Reaksi Pendukung Deng Ical Pasca Penetapan DIAmi Oleh KPU | Makassar Today
Connect with us

Politik

Begini Reaksi Pendukung Deng Ical Pasca Penetapan DIAmi Oleh KPU

Published

on

Makassartoday.com – Pasca penetapan KPU Kota Makassar terhadap pasangan patahana Danny Pomanto-Indira Mulyasari (DIAmi) pada tahapan verifikasi faktual bisa jadi akan membuat situasi politik di kubu lawan makin memanas.

Namun tidak yang ditujukan oleh loyalis Wakil Walikota Makassar, Syamsu Rizal yang menyebut diri sebagai Kerabat Deng Ical. Mereka malah mengapresiasi atas hasil rapat pleno penetapan KPU Makassar yang berlangsung pada Sabtu (30/12/2017) siang tadi.

Muh Saleh Said dari komunitas Sahabat Muda Deng Ical (DI) mengatakan, apresiasi yang disampaikan pihaknya sebagai wujud implementasian sikap dan nilai budaya orang Bugis Makassar, yakni Sipakatau, Sipakainge, Sipakalebbi dalam mewujudkan iklim demokrasi yang sehat dan adil sekaligus memberikan pendidikan politik kepada masyarakat.

Menurutnya, walapun berbeda pilihan dan dukungan dalam konteks demokrasi tetapi jalinan silaturahmi dan interaksi sosial tetap harus terjaga.

“Selamat kepada pasangan Danny-Indira bersama tim atas penetapannya  sebagai calon kepala daerah dari jalur perseorangan, sebagai kompetitor pada Pilkada Kota Makassar 2018 segenap Kerabat Deng Ical-Iqbal Djalil (DIAJI) mengapresiasi segala upaya kerja keras yang telah ditempuh untuk sampai saat ini,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu juga Saleh Said menyampaikan optimismenya terkiat keikutsertaan DIAJI pada kontestasi lima tahunan itu. Bahkan dalam waktu dekat, pasangan yang ia dukung tersebut akan mengikuti jejak DIAmi mendaftar ke KPU Makassar melalui jalur parpol.

“Insha Allah dalam waktu yang tidak lama pasangan DIAJI akan menyusul untuk memastikan diri sebagai salah satu kompetitor dalam Pilkada kedepan, kesempatan ini kami mengajak seluruh komponen masyarakat baik kandida dan tim untuk mempertontonkan sebuah pesta demokrasi yang sehat dan adil dengan mengedepan kompetisi beradu ide dan gagasan dalam membangun Kota tercinta,” ungkap

Dia menambahkan, Kota Makassar sudah terlanjut berani mengambil brand sebagai Kota Dunia. Olehnya itu saatnya masyarakat Kota Makassar membuktikan bahwa predikat tersebut sudah layak disandang, paling tidak dalam membangun citra positif iklim demokrasi, seperti layaknya perhelatan politik kota-kota besar didunia yang senantiasi memberikan pendidikan politik yang positif tanpa merusak tatanan sosial kemasyarakatan.

“Mari berbeda pilihan politik namun punya tujuan yang sama yakni mewujudkan kota modern dengan masyakaratnya sejahtera yang dilandasi kearifan lokal. Tidak lama lagi kita memasuki masa perhelatan politik, mari bertarung, mari beradu ide dan gagasan dan masri berlomba meyakinkan masyarakat siapa yang layak mengembang amanah kepemimpinan Kota Makassar lima tahun kedepan. Salam Demokrasi,” tutup Muh. Saleh Said. (*)

Jika Pemilihan Gubernur Sulsel digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Jika Pilwalkot Makassar digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Advertisement

Comments

Politik

Nurdin Halid Kembali Gaungkan Program Lapangan Internasional per Kecamatan

Published

on

By

Makassartoday.com – Calon Gubernur Sulsel, Nurdin Halid (NH) tak ingin mengurungkan tekadnya menyediakan lapangan sepak bola Internasional di setiap kecamatan. Komitmen tersebut bakal segera diwujudkan kala ia terpilih menjadi gubernur berpasangan dengan Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar. 

Mantan Ketua Umum PSSI ini menjelaskan, lapangan sepak bola internasional di setiap kecamatan tidak hanya akan menjadi ladang dalam menjaring bibit atlet berkualitas sekelas Ramang dari seluruh pelosok Sulsel. Dengan adanya, lapangan sepak bola berstandar internasional diharapkan mampu memberikan manfaat yang jauh lebih besar bagi NH. 

“Kalau ada lapangan yang bagus, akan bisa berfungsi juga sebagai alun-alun. Di situlah nanti menjadi ruang publik bagi masyarakat untuk saling berkomunikasi dengan nyaman, berdiskusi, bekerja sama, dan menumbuhkan kembali rasa kekeluargaan,” ujarnya, Selasa (20/2).

Muaranya, Ketua Dewan Koperasi Indonesia ini hendak kembali menumbuhkan sikap kegotongroyongan yang menjadi jati diri bangsa. Sebab, lanjut NH, perkembangan zaman telah menggerus nilai-nilai warisan leluhur dan pendiri bangsa ini. 

“Dulu kalau ada tetangga yang mau membangun rumah, kita sama-sama gotong royong. Upahnya cukup dengan pisang goreng, sukun, kopi, atapnya sudah dipasang sore hari. Sudah hampir hilang budaya seperti itu hari ini,” bebernya. 

Mantan pengurus Komite Asosiasi Konfederasi Sepak Bola Asia ini menyadari pentingnya akses terhadap ruang publik dalam lingkungan masyarakat dalam menciptakan hubungan keharmonisan. Hal tersebut ia pelajari saat berkunjung ke sejumlah negara di Amerika Latin, di antaranya Uruguay, Paraguay, dan Brazil. Ia begitu tertarik dengan menjamurnya lapangan di berbagai titik. 

“Dalam perjalanan dari bandara di Uruguay, saya heran kenapa begitu banyak lapangan hanya dalam jarak 10 kilometer. Begitu saya tanyakan ke Presiden Sepak Bola Paraguay, ternyata lapangan itu bukan hanya sebagai tempat bermain bola tapi juga menjadi tempat bercengkerama masyarakatnya,” terangnya. 

Hal itulah yang menjadi motivasi Mantan Manager PSM begitu getol memprogramkan lapangan sepak bola berstandar internasional. Lebih lanjut, jelas NH, standar lapangan internasional mencakup drainase dan rumput. Sehingga, daya serap ketika hujan turun tidak membuat lapangan menjadi tergenang. 

“Sulsel akan bangga karena akan kembali melahirkan pemain yang andal sekaligus nilai kegotongroyongan kembali muncul,” pungkasnya. (*)

Jika Pemilihan Gubernur Sulsel digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Jika Pilwalkot Makassar digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Baca Selengkapnya
Advertisement

Terpopuler