Israel Dilanda Kekeringan, AS Cuaca Dingin Ekstrim | Makassar Today
Connect with us

Internasional

Israel Dilanda Kekeringan, AS Cuaca Dingin Ekstrim

Published

on

Makassartoday.com – Tak hanya Israel yang dilanda cuaca buruk. Setelah ribuan warga Yahudi itu menggelar doa meminta hujan, giliran warga Amerika Serikat (AS) yang kini mengalami suhu dingin eksterem.

Suhu dingin ekstrem melanda AS bagian utara dan Kanada, kemarin. Perkiraan cuaca memperingatkan suhu beku akan terus berlangsung hingga awal 2018.

International Falls di Mennesota, AS, mengalami suhu hingga minus 38,3 derajat Celsius. Negara bagian itu pun menyatakan sebagai “Bok Es Bangsa” karena suhu dingin tersebut.

Di Erie, Pennsylvania, salju turun setebal 1,5 meter sejak Hari Natal. Di rumah sakit UPMC Hamot, Erie, para pegawai menggunakan kendaraan penggerak empat roda (4WD) untuk membawa para pembersih salju ke rumah sakit agar tempat itu dapat tetap beroperasi.
“Beberapa pegawai bermalam di rumah sakit itu untuk menghindari terjebak di jalanan yang diselimuti salju,” papar Jim Donnelly, kepala perawat rumah sakit.

Pasukan Garda Nasional telah dikerahkan untuk membantu membersihkan salju yang sangat tebal. “Akan ada lebih banyak salju, terutama sekitar wilayah Great Lakes, setelah pekan ini,” ungkap para pejabat setempat, dikutip BBC.

Dua kota di New Jersey telah membatalkan acara mandi air es, saat ratusan orang lari ke Samudera Atlantik yang sangat dingin pada Hari Tahun Baru. Pejabat lokal di Ventnor dan Ocean City telah membatalkan acara itu karena alasan keamanan.

Acara tahunan bola jatuh di Times Square, New York City diperkirakan digelar saat suhu dingin mendekati rekor. Ratusan ribu orang biasanya menghadiri acara menyambut Tahun Baru tersebut. Suhu di saat acara itu diperkirakan mencapai minus 12 derajat Celsius.

“Ini benar-benar dingin tapi saya suka ini. Jari-jari saya terasa seperti akan putus tapi ini oke,” papar Tashena Eason, 28, yang berprofesi sebagai perawat dari Miami, Florida, pada kantor berita Reuters.

Beberapa wilayah di New York juga mengalami salju setebal lima kaki. Petugas pemadam kebakaran di kota Lorraine melaporkan mereka telah menggali salju untuk menyelamatkan seorang perempuan yang terjebak di dalam rumahnya.

Petugas perkiraan cuaca menjelaskan, angin kencang akan membuat suhu terus turun. Angin beku membuat suhu mencapai minus 17 derajat Celsius di New England, New York City dan Philadelphia.

Pemerintah memperingatkan warga agar melakukan tindakan untuk mencegah frostbite dan hipotermia dengan merangkap lapisan pakaian hangat. Badan perkiraan cuaca memperingatkan, bagian kulit yang terbuka dapat mengalami frostbit dalam waktu kurang dari 30 menit.

Di Tioga, North Dakota, sekitar 320 km utara Bismarck, suhu mencapai minus 26 derajat Celsius pada Kamis (28/12/2017) siang. “Di Chicago, seorang pria berusia 62 tahun tewas akibat kedinginan saat dia ditemukan tak bergerak di mobilnya,” ungkap laporan CBS.

Di Kansas, kondisi jalanan yang berlapis es mengakibatkan kecelakaan mobil yang menewaskan empat orang pada Selasa (26/12/2017).

Angin arktik diperkirakan terus berhembus menuju AS selama akhir pekan. Otoritas memperingatkan, liburan Tahun Baru kali ini akan terasa sangat dingin.

Saat ini tagar #ItSoCold menjadi trending teratas topik Twitter di AS pada Kamis (28/12/2017). Beberapa wilayah di Kanada bahkan lebih dingin suhunya dibandingkan Kutub Utara atau planet Mars.

Adapun pemerintah Inggris memperingatkan, salju, es dan angin dingin dapat mempersulit kondisi perjalanan di beberapa wilayah. Suhu turun mencapai minus 12 derajat Celsius di Loch Glascarnoch, Dataran Tinggi Skotlandia, kemarin malam.

Salju tebal juga memaksa bandara Glasgow menghentikan penerbangan sementara. Salju juga turun di bagian utara England dan selatan Pennines.

Para pengemudi diperingatkan kondisi jalanan sangat sulit. Pengelola jalan tol di England meminta para pengguna merencanakan perjalanan mereka dengan baik, termasuk memperhatikan laporan cuaca dan membawa peralatan untuk mengatasi keadaan darurat jika mobil terjebak salju.

Warga diminta membawa makanan, air, dan sekop saat melakukan perjalanan dengan kendaraan pribadi, untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk terjebak salju.

Peringatan kuning untuk salju juga diterapkan di Irlandia Utara, utara England dan selatan Skotlandia. Adapun di bagian selatan Wales dan barat daya England, muncul peringatan kuning untuk embusan angin. (bs)


Advertisement
loading...
Comments

Internasional

Muslim Bakal jadi Kelompok Agama Terbesar Kedua di AS

Published

on

By

Makassartoday.com – Komunitas Muslim diperkirakan akan menjadi kelompok agama terbesar kedua di Amerika Serikat (AS) setelah umat Kristen pada tahun 2040. Angka data perkiraan ini merupakan hasil penelitian Pew Research Center.

Menurut penelitian tersebut, pada tahun 2017 ada 3,45 juta Muslim yang tinggal di AS. Jumlah itu mewakili sekitar 1,1 persen dari total populasi di negeri Paman Sam.

Saat ini, umat Yahudi melebihi jumlah umat Muslim sebagai kelompok agama terbesar kedua di AS. Namun diperkirakan akan berubah pada tahun 2040. ”Karena populasi Muslim AS akan tumbuh lebih cepat daripada populasi Yahudi di negara ini,” bunyi laporan Pew Research Center.

Menurut penelitian tersebut, umat Muslim Amerika akan berjumlah 8,1 juta atau 2,1 persen dari populasi pada tahun 2050.

Masih menurut data riset tersebut, jumlah pemeluk Islam di AS telah berkembang pada angka sekitar 100.000 per tahun karena migrasi umat Islam dan tingkat kesuburan lebih tinggi di kalangan Muslim Amerika. Data itu diperoleh dari riset demografis dan survei.

”Sejak perkiraan pertama kami (2007) jumlah populasi Muslim Amerika telah berkembang pesat,” lanjut laporan tersebut, yang dilansir Al Jazeera, Jumat (5/1/2018).

Sejauh ini, umat Kristen menjadi populasi terbesar di AS, yakni mewakili 71 persen populasi.


Baca Selengkapnya
Advertisement

Trending

Terpopuler

loading...