Pelapor Danny Pernah Posting Foto Salam X, Djusman: Ada Indikasi Politik | Makassar Today
Connect with us
alterntif text
alterntif text
alterntif text
alterntif text

Hukum & Kriminal

Pelapor Danny Pernah Posting Foto Salam X, Djusman: Ada Indikasi Politik

Published

on

Makassartoday.com – Lembaga Komite Pusat Gerakan Revolusi Demokratik (KP-GRD) yang merupakan pelapor dari kasus dugaan korupsi pengadaan Pohon Ketapang ternyata pernah memosting foto salam X (perlawanan) yang dipopulerkan oleh lawan politik Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto.

Foto empat orang aktivitas KP-GRD ini kembali ramai beredar media sosial jelang pemeriksaan Danny Pomanto, sapaan akrab Wali Kota Makassar di Mapolda Sulsel terkiat kasus tersebut, Selasa (2/1/2017).

Diketahui sebelumnya Tim KP-GRD pernah melaporkan kasus tersebut ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta pada awal September 2017.

Namun laporan mereka “mentah” setelah pihak KPK menyatakan tak menemukan indikasi kerugian negara dalam proyek pengadaan Pohon Ketapang oleh Pemkot Makassar pada 2015 lalu.

Tim KP-GRD yang dikoordinir A. Ethus Mattumi sejauh ini sulit ditemui media. Keberadaan lembaga ini juga oleh sebagian penggiat anti korupsi dianggap asing.

Seperti yang diakui Djusman AR yang juga bertindak sebagai advisor Danny Pomanto dalam kasus Pohon Ketapang.

“Saya ini penggiat anti korupsi, saya mengapresiasi kalau ada lembaga yang ingin mengawal kasus-kasus korupsi, sepanjang itu bukan pesanan dari lawan politik pak Danny,” ujar Djusman AR.

Djusman juga mengaku selama berkecimpung dalam duia aktivitas anti korupsi belum pernah mendengar lembaga yang dimaksud. Ia pun berharap agar lembaga ini benar-benar mewakili kepentingan publik, bukan hadir dari dorongan kelompok tertentu yang sengaja ingin menjatuhkan nama baik Wali Kota Makassar.

“Kami akan cari tahu eksistensi lembaga mereka. Soal apakah nanti pak Danny ingin melakukan gugatan balik, maka itu kami serahkan kembali kepada beliau (Danny,red),” ucap Djusman. (Riel)

BAGIKAN:
Comments

Hukum & Kriminal

Diduga Sekap Karyawati, Polisi Ciduk Pria di Maccini Gusung

Published

on

By

Makassartoday.com – Tim Resmob Polsek Makassar berhasil mengamankan I alias P (23), atas laporan kasus dugaan penyekapan dan percobaan pemerkosaan seorang karyawati berinisal DI (22), Rabu (18/7/2018).

Korban sebelumnya tak diketahui keberadaannya selama tiga hari, setelah diantar oleh pelaku menuju tempat kerjanya. Korban kemudian melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian setelah berhasil kabur dari rumah pelaku di Kelurahan Maccini Gusung, Kecmatan Makassar.

Dihadapan polisi korban mengaku diajak ke rumah korban dan disajikan makanan mie instan yang diduga telah dicampur obat tidur. Usai menyantap mi instan tersebut, korban mengaku kantuk, lalu tak sadarkan diri.

Korban terkejut, setelah bangun melihat pakaiannya berbeda dengan yang sebelumnya dikenakan. Korban hendak berteriak meminta tolong, namun pelaku disebut menyumpal mulut dan mengikat tangan korban.

Sementara pelaku dalam pemeriksaannya membantah tuduhan korban. Pelaku mengaku bahwa korban berinisiatif sendiri tinggal di rumahnya, meski sudah diminta oleh pelaku untuk pulang.

“Pelaku membantah tudingan penyekapan serta percobaan pemerkosaan terhadap korban. Pelaku mengaku bahwa selama tiga hari itu dirinya menyuruh korban pulang, namun korban sendiri yang tidak mau pulang,” kata Kepala Unit Reksrim Polsek Makassar, Iptu Heriyanto yang mengutip pengakuan pelaku.

Meski begitu, kasus ini tetap ditindaklanjuti pihaknya dengan menyerahkan pelaku ke Penyidik Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Makassar.

“Nanti kita tunggu hasil visum korban dari penyelidikan Unit PPA,” kuncinya. (Askay Khan)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya

Hukum & Kriminal

Hina Agama di Medsos, Remaja di Mariso Nyaris Diamuk Massa

Published

on

By

Makassartoday.com – Kasus ujaran kebencian melalui akun media sosial (medsos) kembali terjadi. Kali ini pelakunya adalah seorang remaja berusia 15 tahun berinisial DBS yang bermukim di Jl Tekukur, Kecamatan Mariso, Kota Makassar, Sulsel.

Akibat ulahnya menulis kalimat bernada penghinaan terhadap agama Islam melalui akun Facebook miliknya, DBS nyaris jadi bulan-bulanan warga.

Warga yang kesal mendatangi kediaman DBS, Selasa (17/7/2018) sekitar pukul 20.30 WITA. Beruntung aparat kepolisian cepat tiba mengamankan lokasi dan mengevakuasi pelaku dari kepungan massa.

Kabid Humas, Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani yang dikonfirmasi mengaku telah menerima kabar tersebut.

“Yang bersangkutan mengakui menulis kalimat bernada penghinaan di akun focebooknya, hngga salah seorang warga di Jl Barukang bernama Haslan Hamid (31) melapor atas perbuatannya itu. Tulisan pelaku menyebar luas ke media sosial, hingga membuat warga marah dan mengepung rumah pelaku,” jelas Dicky, Rabu (18/7/2018).

Saat ini, pelaku DBS masih menjalani pemeriksaan di Mapolsek Mariso, setelah sebelumnya diamankan di Mapolrestabes Makassar. (Askay Khan)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya

Hukum & Kriminal

Warga Pampang Tewas Bersimbah Darah di Dalam Rumah

Published

on

By

Makassartoday.com – Warga Jl Pampang I, Lr 2, Kelurahan Pampang, Kecamatan Panakkukang digegerkan dengan penemuan mayat perempuan paruh baya, Selasa (17/7/2018) sekitar pukul 20.00 Wita.

Korban diketahui bernama Dempa Dg Bollo (55) ditemukan tak bernyawa dalam kondisi bersimbah darah di dalam rumah, Jl Pampang 1 Lr 2 No 31.

Pria yang diketahui sebagai wirausaha tersebut, diduga kuat menjadi korban pembunuhan, dimana ditemukan sejumlah luka menganga di bagian tubuh korban.

Korban pertama kali ditemukan oleh lelaki Sanneng Dg Liwang, yang tak lain adalah ponakannya sendiri.

Saksi menyebutkan, sejak dua hari korban tak pernah datang lagi ke rumahnya. Hal itu membuat saski curiga hingga mendatangi umah korban yang tak jauh dari rumahnya.

“Setiap malam korban datang ke rumah, tapi dua hari ini tidak ada kabar. Saya kemudian ke rumah korban sekitar jam 8 malam, tapi pagar rumah korban tergembok,” beber Sanneng.

Saksi kemudian memaksa masuk ke dalam dengan cara memanjat pagar dan kemudian menemukan pintu rumah dalam kondisi tidak terkunci.

“Saya masuk ke dalam rumah saat itu kondisinya gelap gulita, baru pintu rumah tidak terkunci. Disitulah saya temukan almrahum tergeletak di lantai penuh darah. Saya panik dan langsung memanggil Serang (saudara korban,red),” bebernya lagi.

Saat inu pihak kepolisian masih melakukan olah TKP untuk mencari pembunuhan korban. Polisi juga menerima informasi dari tokoh setempat yang mengaku terjadi tiga kali aksi pencurian di korban. (Askay Khan)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya