Belum Cukup Parpol, DIAJI : Kami Belum Menyerah! | Makassar Today
Connect with us

Politik

Belum Cukup Parpol, DIAJI : Kami Belum Menyerah!

Published

on

Makassartoday.com – Pasangan bakal calon Wali Kota dan Wakil Walikota Makassar, Syamsu Rizal MI-Muhammad Iqbal Djalil (DIAJI) sejauh ini masih optimis bisa memenuhi syarat pendaftaran melalui jalur parpol.

Deng Ical, sapaan akrab Syamsu Rizal MI, yang kini masih berstatus Sekretaris DPD Demokrat Sulsel mengaku masih berharap dapat diusung partainya. Begitu juga Ije, panggilan akrab, Muh Iqbal Djalil ke PKS.

Keduanya hingga hari ini masih intens membangun komunikasi dengan beberapa partai. Komunikasi dimaksudkan untuk melengkapi dukungan partai dengan alasan tak ada kader parpol yang maju sebagai calon wali kota.

Sayangnya, hingga jelang deadline pendaftaran, pasangan ini masih bermodalkan surat tugas dari PKS. Artinya, masih butuh tambahan untuk memenuhi syarat minimal dukungan partai untuk bisa mendaftar ke KPU. Sementara partai Demokrat lebih dulu mendukung petahana, Danny Pomanto.

Deng Ical yang dikonfirmasi enggan berkomentar banyak. Ia justru berterima kasih atas doa dan dukungan masyarakat Makassar pada dirinya dan Ustaz Ije selama ini.

“Terima kasih atas semua doa dan dukungannya. Sampai saat ini kami belum menyerah, walau dalam hitungan politik sudah impossible. Tapi tak ada yang mustahil dalam poltiik. Karena itu, kami tetap berusaha dan terus berjuang,” ujar Wakil Wali Kota Makassar ini saat dikonfirmasi via ponselnya, Minggu (7/1/2018).

Alumni Komunikas Unhas ini juga menyampaikan apresiasinya secara khusus kepada PKS dan seluruh Tim DIAJI dan sahabat-sahabat lainnya yang tak henti-hentinya terus memberikan support untuk bertarung di Pilwali Makassar.

“Terima kasih kepada PKS yang telah menunjukkan cara berpolitik yang baik, terutama dalam memberikan penghargaan terhadap kader dan sistem,” ujarnya.

Kata dia, PKS telah menunjukkan, bahkan membuktikan sebagai partai yang mengutamakan kader. “Ini menjadi tradisi politik yang baik bagi PKS,” pujinya.

Senada dengan Ical, Ije juga sejauh ini tetap optimistis. Menurut dia, sebagai kader PKS yang sudah mengantongi surat tugas, dirinya tidak ada perasaan menyerah.

Baik Deng Ical maupun Ije mengakui, semua ijtihad sudah dilakukan. Karena itu, lanjut dia, saatnya mengembalikan kepada Yang Maha Memiliki Ketentuan.

“Kami masih tetap bekerja hingga akhir dan insya Allah kami siap dengan apapun ketentuan dari Yang Maha Kuasa. Faidza Azamta Fatawakkal Alallahu,” kuncinya. (Wiwi)

Jika Pemilihan Gubernur Sulsel digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Jika Pilwalkot Makassar digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Advertisement

Comments

Politik

Nurdin Halid Kembali Gaungkan Program Lapangan Internasional per Kecamatan

Published

on

By

Makassartoday.com – Calon Gubernur Sulsel, Nurdin Halid (NH) tak ingin mengurungkan tekadnya menyediakan lapangan sepak bola Internasional di setiap kecamatan. Komitmen tersebut bakal segera diwujudkan kala ia terpilih menjadi gubernur berpasangan dengan Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar. 

Mantan Ketua Umum PSSI ini menjelaskan, lapangan sepak bola internasional di setiap kecamatan tidak hanya akan menjadi ladang dalam menjaring bibit atlet berkualitas sekelas Ramang dari seluruh pelosok Sulsel. Dengan adanya, lapangan sepak bola berstandar internasional diharapkan mampu memberikan manfaat yang jauh lebih besar bagi NH. 

“Kalau ada lapangan yang bagus, akan bisa berfungsi juga sebagai alun-alun. Di situlah nanti menjadi ruang publik bagi masyarakat untuk saling berkomunikasi dengan nyaman, berdiskusi, bekerja sama, dan menumbuhkan kembali rasa kekeluargaan,” ujarnya, Selasa (20/2).

Muaranya, Ketua Dewan Koperasi Indonesia ini hendak kembali menumbuhkan sikap kegotongroyongan yang menjadi jati diri bangsa. Sebab, lanjut NH, perkembangan zaman telah menggerus nilai-nilai warisan leluhur dan pendiri bangsa ini. 

“Dulu kalau ada tetangga yang mau membangun rumah, kita sama-sama gotong royong. Upahnya cukup dengan pisang goreng, sukun, kopi, atapnya sudah dipasang sore hari. Sudah hampir hilang budaya seperti itu hari ini,” bebernya. 

Mantan pengurus Komite Asosiasi Konfederasi Sepak Bola Asia ini menyadari pentingnya akses terhadap ruang publik dalam lingkungan masyarakat dalam menciptakan hubungan keharmonisan. Hal tersebut ia pelajari saat berkunjung ke sejumlah negara di Amerika Latin, di antaranya Uruguay, Paraguay, dan Brazil. Ia begitu tertarik dengan menjamurnya lapangan di berbagai titik. 

“Dalam perjalanan dari bandara di Uruguay, saya heran kenapa begitu banyak lapangan hanya dalam jarak 10 kilometer. Begitu saya tanyakan ke Presiden Sepak Bola Paraguay, ternyata lapangan itu bukan hanya sebagai tempat bermain bola tapi juga menjadi tempat bercengkerama masyarakatnya,” terangnya. 

Hal itulah yang menjadi motivasi Mantan Manager PSM begitu getol memprogramkan lapangan sepak bola berstandar internasional. Lebih lanjut, jelas NH, standar lapangan internasional mencakup drainase dan rumput. Sehingga, daya serap ketika hujan turun tidak membuat lapangan menjadi tergenang. 

“Sulsel akan bangga karena akan kembali melahirkan pemain yang andal sekaligus nilai kegotongroyongan kembali muncul,” pungkasnya. (*)

Jika Pemilihan Gubernur Sulsel digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Jika Pilwalkot Makassar digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Baca Selengkapnya
Advertisement

Terpopuler