Dewan Sidak "Tembok Maut" Gudang Jagung di Kapasa | Makassar Today
Connect with us

Sulsel

Dewan Sidak “Tembok Maut” Gudang Jagung di Kapasa

Published

on

Makassartoday.com – Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Kota Makassar melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke gudang jagung milik
CV Graha Mitra Sejati di Kapasa Raya, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Senin (8/1/2018).

Sidak dilakukan untuk mengecek langsung konstruksi bangunan gudang jagung yang sebelumnya sempat ambruk akibat longsor dan menimpa rumah warga sekitar.

Komisi C diketuai Rahman Pina didampingi Samsuddin Kadir, Susuman Halim, Sangkala Saddiko dan Munir Mangkana serta perwakilan dari Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD), Muh Kilat dan Dinas Penataan Ruang, Aswin bersama beberapa staf bertemu dengan pihak pengelola gudang.

“Kedatangan kami untuk mengecek sekaligus menegaskan kepada ownernya agar lebih memperhatikan kualitas dan struktur bangunan gudangnya. Demi menghindari musibah serupa tidak terjadi lagi dikemudian hari. Apalagi sampai memakan korban jiwa,” terang Rahman Pina.

Pihaknya juga ingin memastikan dan meminta kepada pemilik gudang (CV Graha Mitra Sejati) untuk bertanggung jawab atas insiden yang menimpah warga dengan cara memberikan santunan.

Diketahui, tembok gudang jagung setinggi 7 meter dan panjang 20 meter pada akhir tahun 2017 lalu ambruk dan menimpa rumah warga.

Ambruknya tembok pergudangan itu diduga akibat hujan deras dan tingginya debit air di lokasi kejadian. Dalam peristiwa tersebut tiga warga terluka parah dan seorang lainnya meninggal dunia akibat tertimpa bangunan yang ambruk tersebut. (*)


Advertisement
loading...
Comments

Sulsel

KPU Makassar Lakukan Cara Unik Saat Coklit

Published

on

By

Makassartoday.com – Pencocokan dan Penelitian (Coklit) Mulai dilakukan oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP).

Setelah melakukan apel akbar 20 Januari 2018 di Lapangan Karebosi Makassar lalu, petugas PPDP mulai menjalankan tugasnya mendatangi rumah warga untuk melakukan pencoklitan data pemilih, yakni mencocokkan DP4 dengan KK yang miliki oleh warga.

Untuk menarik perhatian warga, petugas PPDP menggunakan pakaian yang dapat menarik perhatian warga, seperti di kelurahan Rappokalling Kecamatan Tallo petugas PPDP mengenakan pakaian yang sengaja mengundang perhatian.

Sementara di kelurahan lainnya, petugas PPDP ada yang menggunakan Baju Bodo khas Sulsel. Sedangkan anggota PPK dan PPS yang ikut mendampingi petugas PPDP dalam melakukan pencoklitan menggunakan pakaian seragam.

Pencocokan dan Penelitian ini dilakukan berbeda dengan Pemilihan-pemilihan sebelumnya yang masih manual. Sekarang berbasis aplikasi, semua petugas PPDP menggunakan Hp android dan mendownlood aplikasi Lion PPDP KPU Makassar.

Yang unik lagi ada petugas PPDP berumur 50 tahun lebih mengenakan seragam sekolah SMP untuk mencoklit data warga. (Rusdi)


Baca Selengkapnya
Advertisement

Trending

Terpopuler

loading...