Tanggapan NasDem Sulsel Terkait Pembakaran Atribut Partai di Bantaeng | Makassar Today
Connect with us

Politik

Tanggapan NasDem Sulsel Terkait Pembakaran Atribut Partai di Bantaeng

Published

on

Makassartoday.com – Sekelompok orang yang diduga simpatisan dan kader partai NasDem melakukan aksi pembakaran atribut di depan kantor DPD NasDem Bantaeng, Senin (10/1/2018) Malam. Kuat dugaan, aksi tersebut dipicu atas kekecewaan terhadap usungan NasDem di Pilkada Bantaeng yang tidak mengusung kader.

Menanggapi hal tersebut, DPW NasDem Sulsel melalui Juru Bicaranya, M Rajab mengatakan, pada dasar NasDem bisa memahami kekecewaan beberapa kader yang tidak terpenuhi harapannya dalam penetapan pasangan calon yang diusung. Tapi, kekecewaan itu tidak harus diekspresikan dalam bentuk anarkis, sebab itu mencederai partai itu sendiri.


“Sebagai kader seharusnya sikap patuh dan taat pada putusan DPP NasDem ditunjukkan. Sebab, berbagai pertimbangan telah dijadikan rujukan untuk mengambil keputusan,” kata Rajab menanggapi aksi pembakaran atribut tersebut.

Lanjut Rajab, terlebih untuk konteks Bantaeng, NasDem telah memberi waktu yang lama untuk menggenapkan dukungan, tapi tidak tercukupi, maka partai mengambil langkah penyelamatan.

“Dalam kasus pembakaran ini, DPW NasDem akan melakukan penyelidikan internal atas pelakunya. Tentu yang terbukti melakukan akan diberikan sanksi secara kepartaian. Bisa saja pemecatan sebagai kader,” tegasnya. (Farel)

Advertisement
Comments

Politik

Agus Akui Akses Publik di CPI Masih Berpolemik

Published

on

By

Makassartoday.com – Sesi tanya jawab pada debat kedua antarkandidat Pilgub Sulsel berlangsung menarik dan banyak kejutan. Termasuk soal pertanyaan Cagub Sulsel, Nurdin Halid (NH) terkait proyek Center Point of Indonesia (CPI) kepada Agus Arifin Nu’mang, cagub paslon nomor urut dua yang juga mantan wakil gubernur.

NH menanyakan soal akses publik di Pantai Losari, khususnya di CPI, kini yang hanya bisa dirasakan oleh masyarakat kelas menengah ke atas. Tidak seperti dahulu, masyarakat bebas bersantai, nyaman, di mana saja di Losari.

Menjawab pertanyaan tersebut, Agus mengakui bahwa proyek CPI di wilayah Pantai Losari, Makassar, hingga kini masih berpolemik. “Masih berpolemik, saya yakin karena proyek ini belum selesai,” jawab Agus saat debat yang berlangsung di Jakarta, Kamis malam (19/4/2018).


“Jika saya sebagai gubernur saya akan menagih ke perusahaan tersebut soal akses publik ke CPI,” lanjut Agus yang diketahui sebagai wakil Syahrul Yasin Limpo, gubernur yang baru saja berakhir masa jabatannya.

Merespons jawaban Agus, NH mengatakan bahwa pemerintah provinsi sebetulnya tak perlu menghabiskan Rp 500 miliar hanya untuk membangun gedung bertingkat-tingkat, seperti yang ada di CPI, sementara hak masyarakat terkait akses publik terenggut.

“Lebih baik uang sebanyak itu untuk menghadirkan lapangan bertaraf internasional di daerah-daerah. Masyarakat bisa saling bersilaturahmi, olahraga, khususnya pemuda juga makin maju,” tutur NH. (*)

Baca Selengkapnya
Advertisement

Terpopuler