Video Porno Libatkan Anak, PII: Kasus Ini Telah Menampar Wajah Bangsa | Makassar Today
Connect with us

Nasional

Video Porno Libatkan Anak, PII: Kasus Ini Telah Menampar Wajah Bangsa

Published

on

Makassartoday.com – Kasus video pornografi anak yang melibatkan perempuan dewasa dan dua anak di bawah umur dinilai sangat meresahkan masyarakat.

Kepala Divisi Pembina Kader Tunas Koordinator Pusat Korps Pelajar Islam Indonesia (PII) Wati Huzaematul Harfiah mengatakan kasus ini telah menampar wajah bangsa atas kondisi sosial anak-anak di Indonesia.

“Semakin hari bisa saja terus mengancam keadaan anak indonesia. Dari kasus itu kita dapat mengetahui bahwa anak benar-benar telah menjadi korban bahaya pornografi, dan sudah sampai pada tahap adiksi (kecanduan),” katanya dalam keterangan tertulis seperti dikutip dari rillis.id, di Jakarta, Selasa (9/1/2018).

Harfiah menilai, saat ini anak-anak di bukan lagi menjadi penikmat tontonan-tontonan tidak seharusnya mereka lihat, tetapi ia sudah menjadi pelaku dari aktifitas porno itu sendiri.


Lebih lanjut dia menuturkan bahwa kondisi tersebut sangat menyedihkan. Padahal efek dari pornografi dapat merusak sistem otak manusia. Sehingga yang terjadi adalah candu berlebih yang membuat fungsi sistem bagian otak tidak dapat dikendalikan lagi.

“Kerusakan menjadikan mereka tidak bisa memilih untuk melakukan apa yang dilihat dalam tontonan,” ujar Harfiah.

Jika hal ini terus dibiarkan, terka Harfiah, tidak menutup kemungkinan akan berpengaruh terhadap kehidupan anak saat ia tumbuh dewasa. Mereka akan tumbuh dengan sistem-sistem otak yang sudah tidak mampu lagi menjalankan fungsinya dengan sempurna. Dikhawatirkan dimasa mendatang akan sangat mudah melakukan aktifitas-aktifitas yang jauh dari norma karena kontrol sistem dalam otaknya sudah banyak menoleransi perilaku asusila.

Advertisement
Comments

Nasional

Suara Demokrat Merosot, AHY: 5 Tahun Kita Pahit

Published

on

By

Makassartoday.com – Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY memotivasi ratusan kader di Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin, (9/4/2018) kemarin.

AHY meminta mereka kembali bangkit untuk menatap pemilu legislatif dan pemilu presiden 2019. “2014, Partai Demokrat merasakan pahit, dan rasa pahit itu harus dirasakan selama lima tahun,” ujarnya.

AHY menuturkan menurunnya suara Partai Demokrat pada pemilu 2014 sangat terasa karena dalam dua periode sebelumnya, yakni 2004-2009 dan 2009-2014, partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu meraih kemenangan gemilang, termasuk di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Tapi hidup adalah penggalan-penggalan romantika jatuh-bangun. Sekarang, mari bangun semangat agar tahun 2019 Demokrat bangkit lagi dan kita bahagia lima tahun ke depan dan seterusnya,” ucapnya.


Kebahagiaan yang diperoleh jika Demokrat bangkit pada 2019, kata AHY, tentu bukan hanya untuk para kader, tapi juga seluruh rakyat Indonesia. “Apa yang membuat kita bahagia selain melihat kebahagiaan lahir batin rakyat yang diperhatikan pemimpinnya?” tuturnya.

AHY berujar, pada masa kepemimpinan SBY selama 10 tahun telah terjadi peningkatan signifikan hampir di semua aspek pembangunan nasional. Perekonomian meningkat, penghasilan masyarakat, daya beli, dan pendapatan per kapita semuanya meningkat.

“Dan di masa (kepemimpinan SBY) itu, masyarakat bisa bekerja tenang, aman, tentram hatinya, keadilan hadir di negeri ini dan semua warga mendapat perhatian,” ujarnya.

Meski Indonesia merupakan negara majemuk, AHY melanjutkan, saat masa kepemimpinan SBY, Demokrat benar-benar telah menyuarakan pentingnya persatuan, toleransi, dan harmoni di antara perbedaan. (bm)

Baca Selengkapnya
Advertisement

Terpopuler