Danny Selesai Lebih Awal Tahapan Psikotes | Makassar Today
Connect with us

Politik

Danny Selesai Lebih Awal Tahapan Psikotes

Published

on

Makassartoday.com – Setelahmendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar. Selanjutnya, Paslon Wali Kota Makassar periode 2019-2024 Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto dan Indira Mulyasari Paramastuti menjalani tes kesehatan selama dua hari mulai pada tanggal 11-12 Januari 2018.

Komisioner KPU Kota Makassar, Abdullah Masyur mengatakan, jadwal pemeriksaan kesehatan paslon dimulai pada pukul 08.30 hingga yakni pemeriksaan kesehatan rohani dan psikotes di Ruang pusat jantung terpadu (PJT) LT 7, RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, Makassar.

“Hari ini, Kamis 11 Januari jadwal pemeriksaan kesehatan di RSUP Wahidin. Kita sudah memberikan surat pengantar. Paslon juga membawa copy CV saat pemeriksaan kesehatan. Kalau psikotesnya agak lama karena masing-masing menjawab total 500 soal,” ucapnya.

Kata Abdullah, pengetesan terus berlanjut hingga pukul 19.00 hingga 20.30 WITA mengenai penjelasan teknis pemeriksaan kesehatan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Lalu pukul 20.30 hingga 22.00 Wita pemeriksaan Narkoba oleh BNN.

Ia menjelaskan, pihak KPU bekerjasama dengan IDI melibatkan 39 dokter dan 3 lembaga yakni Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Himpunan Psikologi dalam proses pemeriksaan kesehatan.

Ia melanjutkan, KPU telah menyiapkan berbagai fasilitas untuk mendukung pemeriksaan kesehatan yakni berupa baju ganti, sepatu sport, dan lainnya.

“Jadwal itu sudah ditetapkan. Enggak boleh ditawar. 6 paslon diperiksa di hari yang sama,” pungkasnya.

Diketahui paslon yang menjalani pemeriksaan kesehatan hari ini secara serentak yakni 2 paslon dari Kota Makassar dan 4 paslon dari Kabupaten Jeneponto.

Sementara, Danny Pomanto menjadi orang yang pertama menyelesaikan semua proses tahapan pengetesan.

” Jadi ada empat fase pertama kita kerjakan soal yang bergambar, baru pertanyaan terus kita jawab soal nergambar lalu wawancara. 225 soal tertulis diluar pertanyaan wawancara. Semua terkait kejiwaan,” ungkapnya.

Danny juga mengaku tak mempersiapkan hal-hal khusus untuk menjalani tes. Hanya saja dia butuh lebih banyak tidur dan mengurangi makan berlemak.

“Saya agak kurang tidur ini, karena tugas sehari-hari sebagai Wali Kota Makassar. Tapi insya Allah, Allah beri kesehatan,” jelasnya. (*)

Jika Pemilihan Gubernur Sulsel digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Jika Pilwalkot Makassar digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Advertisement

Comments

Politik

Hari Ini, Panwaslu Makassar Gelar Sidang Terkait 3 Laporan

Published

on

By

Makassartoday.com – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Makassar mengagendakan sidang atas tiga laporan dugaan pelanggaran yang dialamatkan ke pasangan calon (paslon) nomor urut 2, Danny Pomanto-Indira Mulyasari (DIAmi) pada Senin (19/2/2018), hari ini.

Ketua Panwaslu Makassar, Nursari dikonfirmasi membenarkan jadwal sidang tersebut. Nursari menjelaskan, bahwa ada tiga kasus dugaan pelanggaran yang dilaporkan pihak kuasa hukum paslon nomor 1, Munafri Arifuddin-Rachmatika Dewi (Appi-Cicu), yakni
Penggunaan tagline Dua Kali Tambah Baik, Pengangkatan Tenaga Kontrak serta Pembagian Ponsel untuk RT dan RW.

“Ie, besok pukul 10 di Aula Gedung PKK. Anggenda sidang tanggapan dari KPU atas tiga laporan yang dilayangkan pihak kuasa hukum paslon urut 1 ke paslon urut 2,” jelas Nursari, Minggu (18/2/2018) malam.

Diketahui dalam Undang-undang PKPU nomor 9 tahun 2015 tentang pencalonan pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati dan atau wali kota dan wakil walikota di pasal 88 menyebutkan bahwa pasangan calon dikenakan sanksi pembatalan sebagai peserta pemilihan oleh KPU apabila pasangan calon terbukti melakukan tindak pidana kejahatan yang diancam pidana penjara paling singkat lima tahun atau lebih berdasarkan putusan pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum tetap, sebelum hari pemungutan suara.

Selain itu, pasangan calon dibatalkan sebagai peserta apabila terbukti menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya untuk mempengaruhi pemilihan berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum, sebelum hari pemungutan suara.

Selanjutnya sanksi bagi pasangan calon juga dilaksanakan apabila pasangan calon menerima dan atau memberikan imbalan dalam proses pencalonan berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap.

Terkahir, pasangan calon terbukti melakukan kampanye di media cetak atau elektronik berdasarkan rekomendasi Bawaslu Provinsi atau Panwaslu Kabupaten/kota atau keputusan KPU Provinsi.

“Kita belum bisa simpulkan apakah yang bersangkutan (Paslon urut 2) melanggar pasal yang dimaksud. Sidang nanti baru meminta kejelasan pihak KPU,” kuncinya. (Rusdi)

Jika Pemilihan Gubernur Sulsel digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Jika Pilwalkot Makassar digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Baca Selengkapnya
Advertisement

Terpopuler