Ketua KPU Makassar Pimpin Coklit di Kediaman Appi | Makassar Today
Connect with us

Politik

Ketua KPU Makassar Pimpin Coklit di Kediaman Appi

Published

on

Makassartoday.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar mulai melakukan pendataan daftar pemilih untuk Pilwali Makassar 2018 mendatang.

Pendataan tersebut dilakukan oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) melalui pencocokan dan penelitian (Coklit) secara benar di Pilkada Makassar 27 Juni mendatang.

Pencocokan data ini langsung di pimpin Ketua KPU Makassar Syarief Amir bersama dengan beberapa Anggota Panwas Makassar.

“Kami sudah mendata calon daftar pemilih termasuk Pak Appi beserta keluarganya, “kata Syarief usai mendatangani kediaman Appi di Jalan Khairil Anwar, Sabtu (20/1/2018).

Menurut Syarief, Appi beserta istrinya Melinda Aksa berhak menyaluhkan hak suaranya baik di Pilkada Makassar maupun Pilgub.

Adapun Appi dan keluarganya terdaftar sebagai pemilih di Kelurahan Sawerigading Kecamatan Ujung Pandang.

Pencocokan data ini langsung di pimpin Ketua KPU Makassar Syarief Amir bersama dengan beberapa Anggota Panwas Makassar.

“Coklit yang dilakukan di kediaman Appi berjalan dengan lancar termasuk sudah memasang stiker sebagai sebagai pemilik suara di Pilwalkot,” terang Syarief.

Sementara itu, Appi yang ditemui di rumah pribadinya mengapresiasi kinerja KPU yang turun langsung ke lapangan dengan mendatangi rumah-rumah warga untuk mendata calon daftar pemilih tetap di Pilkada.

“Terima kasih atas kunjungan PPDP yang sangat antusias dalam melakukan tugas dan tanggung jawabnya sebagai penyelenggara,” kata menantu Founder Bosowa Group Aksa Mahmud ini.

Ia pun mengaku tahun ini dirinya bersama keluarga berhak menyalurkan hak suaranya di kontestasi pemilihan kepala daerah.

Diketahui, Coklit hari ini dilakukan secara serentak di Indonesia dan seluruh komisioner KPU diperintahkan turun langsung melakukan pencocokwn daftar pemilih untuk pesta demokrasi sekali lima tahunan. (Cu)

Jika Pemilihan Gubernur Sulsel digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Jika Pilwalkot Makassar digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Advertisement

Comments

Politik

Hari Ini, Panwaslu Makassar Gelar Sidang Terkait 3 Laporan

Published

on

By

Makassartoday.com – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Makassar mengagendakan sidang atas tiga laporan dugaan pelanggaran yang dialamatkan ke pasangan calon (paslon) nomor urut 2, Danny Pomanto-Indira Mulyasari (DIAmi) pada Senin (19/2/2018), hari ini.

Ketua Panwaslu Makassar, Nursari dikonfirmasi membenarkan jadwal sidang tersebut. Nursari menjelaskan, bahwa ada tiga kasus dugaan pelanggaran yang dilaporkan pihak kuasa hukum paslon nomor 1, Munafri Arifuddin-Rachmatika Dewi (Appi-Cicu), yakni
Penggunaan tagline Dua Kali Tambah Baik, Pengangkatan Tenaga Kontrak serta Pembagian Ponsel untuk RT dan RW.

“Ie, besok pukul 10 di Aula Gedung PKK. Anggenda sidang tanggapan dari KPU atas tiga laporan yang dilayangkan pihak kuasa hukum paslon urut 1 ke paslon urut 2,” jelas Nursari, Minggu (18/2/2018) malam.

Diketahui dalam Undang-undang PKPU nomor 9 tahun 2015 tentang pencalonan pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati dan atau wali kota dan wakil walikota di pasal 88 menyebutkan bahwa pasangan calon dikenakan sanksi pembatalan sebagai peserta pemilihan oleh KPU apabila pasangan calon terbukti melakukan tindak pidana kejahatan yang diancam pidana penjara paling singkat lima tahun atau lebih berdasarkan putusan pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum tetap, sebelum hari pemungutan suara.

Selain itu, pasangan calon dibatalkan sebagai peserta apabila terbukti menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya untuk mempengaruhi pemilihan berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum, sebelum hari pemungutan suara.

Selanjutnya sanksi bagi pasangan calon juga dilaksanakan apabila pasangan calon menerima dan atau memberikan imbalan dalam proses pencalonan berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap.

Terkahir, pasangan calon terbukti melakukan kampanye di media cetak atau elektronik berdasarkan rekomendasi Bawaslu Provinsi atau Panwaslu Kabupaten/kota atau keputusan KPU Provinsi.

“Kita belum bisa simpulkan apakah yang bersangkutan (Paslon urut 2) melanggar pasal yang dimaksud. Sidang nanti baru meminta kejelasan pihak KPU,” kuncinya. (Rusdi)

Jika Pemilihan Gubernur Sulsel digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Jika Pilwalkot Makassar digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Baca Selengkapnya
Advertisement

Terpopuler