Ketum PAN Restui Kader Menangkan Danny-Indira | Makassar Today
Connect with us

Politik

Ketum PAN Restui Kader Menangkan Danny-Indira

Published

on

Makassartoday.com – Pengurus PAN tidak bulat mendukung usungan partai di Pilwali Makassar yang dialamatkan ke pasangan Munafri Arifuddun-Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu).

Bahkan belakangan diketahui mayoritas kader PAN terkonsolidasi tetap all out memenangkan petahana, Moh Ramdhan Pomanto yang berpasangan dengan Indira Mulyasari Paramastuti (Danny-Indira).

Hal ini dibeberkan oleh Wakil Ketua DPW PAN Sulsel, Ahmad Pasima saat dihubungi melalui saluran telpon pribadinya. Dia menegaskan, tidak ada sama sekali ancaman maupun sanksi kepada kader PAN yang keukuh mendukung Danny-Indira.

“Tidak ada masalah yang mendukung pak Danny. Tidak ada itu ancaman, apalagi sanksi,” kata Ahmad Pasima, Sabtu (20/1/2018).

Kepastian ini pasca dirinya bertemu dengan jajaran pengurus DPP PAN. Bahkan, kata dia, Ketua DPP PAN Zulkifli Hasan sudah memberikan lampu hijau kepada kader, memilih siapapun pemimpin yang dinilai berkompeten.

“Saya baru saja ketemu DPP tidak disinggung soal PAN Makassar. Justru pak Zulkifli Hasan bilang, silahkan berjuang di mana kamu suka,” ucapnya.

Tidak hanya itu, bahkan pernyataan Bang Zul, sapaan zulkifli Hasan beberapa kali menyampaikan hal tersebut. Termasuk di Rakorwil PAN Sulsel baru-baru ini. “Waktu Rakerwil kan ada Bang Zul,” jelasnya.

Atas alasan itu, sehingga Ahmad Pasima memyampaikan kepada kader untuk tidak merasa ditekan dan mendukung sesuai pilihannya masing-masing. Dia pun tidak menampik mayoritas kader PAN tetap berada di barisan pemenangan pasangan yang menggunakan akronim DIAmi itu.

Bahkan, secara gamblang dia mengaku sudah memassifka sosialisasi untuk Danny-Indira. Ahmad Pasima menginstruksikan kepada jaringan relawan dan komunitas untuk total memenangkan DIAmi. Dia pun mengajak kader PAN untuk tetap berada di barisan pasangan jagoannya itu.

“Saya terus terang ke DP. Tidak ada perubahan, hampir semua kader PAN tetap di pak DP. Kalaupun ada (ke Appi-Cicu), itu hanya orang-orang baru yang tidak mengerti marwahnya partai,” tegasnya.

Dia memastikan, kekuatan jaringan PAN yang terkonsolidasi untuk Danny-Indira dan tidak akan berubah hingga hari pemiliha nanti. “Sampai Pilkada, Insya Allah tetap solid itu,” tandasnya.(Yud)

Jika Pemilihan Gubernur Sulsel digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Jika Pilwalkot Makassar digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Advertisement

Comments

Politik

Hari Ini, Panwaslu Makassar Gelar Sidang Terkait 3 Laporan

Published

on

By

Makassartoday.com – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Makassar mengagendakan sidang atas tiga laporan dugaan pelanggaran yang dialamatkan ke pasangan calon (paslon) nomor urut 2, Danny Pomanto-Indira Mulyasari (DIAmi) pada Senin (19/2/2018), hari ini.

Ketua Panwaslu Makassar, Nursari dikonfirmasi membenarkan jadwal sidang tersebut. Nursari menjelaskan, bahwa ada tiga kasus dugaan pelanggaran yang dilaporkan pihak kuasa hukum paslon nomor 1, Munafri Arifuddin-Rachmatika Dewi (Appi-Cicu), yakni
Penggunaan tagline Dua Kali Tambah Baik, Pengangkatan Tenaga Kontrak serta Pembagian Ponsel untuk RT dan RW.

“Ie, besok pukul 10 di Aula Gedung PKK. Anggenda sidang tanggapan dari KPU atas tiga laporan yang dilayangkan pihak kuasa hukum paslon urut 1 ke paslon urut 2,” jelas Nursari, Minggu (18/2/2018) malam.

Diketahui dalam Undang-undang PKPU nomor 9 tahun 2015 tentang pencalonan pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati dan atau wali kota dan wakil walikota di pasal 88 menyebutkan bahwa pasangan calon dikenakan sanksi pembatalan sebagai peserta pemilihan oleh KPU apabila pasangan calon terbukti melakukan tindak pidana kejahatan yang diancam pidana penjara paling singkat lima tahun atau lebih berdasarkan putusan pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum tetap, sebelum hari pemungutan suara.

Selain itu, pasangan calon dibatalkan sebagai peserta apabila terbukti menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya untuk mempengaruhi pemilihan berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum, sebelum hari pemungutan suara.

Selanjutnya sanksi bagi pasangan calon juga dilaksanakan apabila pasangan calon menerima dan atau memberikan imbalan dalam proses pencalonan berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap.

Terkahir, pasangan calon terbukti melakukan kampanye di media cetak atau elektronik berdasarkan rekomendasi Bawaslu Provinsi atau Panwaslu Kabupaten/kota atau keputusan KPU Provinsi.

“Kita belum bisa simpulkan apakah yang bersangkutan (Paslon urut 2) melanggar pasal yang dimaksud. Sidang nanti baru meminta kejelasan pihak KPU,” kuncinya. (Rusdi)

Jika Pemilihan Gubernur Sulsel digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Jika Pilwalkot Makassar digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Baca Selengkapnya
Advertisement

Terpopuler