Indira Hadiri Undangan Silaturahmi, Warga Pattingalloang: 'Macca Na Malebbi' | Makassar Today
Connect with us

Politik

Indira Hadiri Undangan Silaturahmi, Warga Pattingalloang: ‘Macca Na Malebbi’

Published

on

Makassartoday.com – Bakal calon Wakil Wali Kota Makassar, Indira Mulyasari Paramastuti menghadiri undangan silaturahmi warga Kelurahan Pattingalloang, Makassar, pada Senin (22/1/2018).

Pasangan petahana Moh Ramdhan Pomanto itu disambut hangat antusias warga setempat. Di hadapan Indira, puluhan masyarakat menyatakan sikap all out mendukung Danny-Indira.

Ada berbagai macam alasan masyarakat mendukung pasangan yang menggunakan akronim ‘DIAmi’ itu. Salah satu tokoh masyarakat, Hj Salma menilai, Indira adalah sosok politisi perempuan “Macca na Malebbi” (cerdas dan bersahaja/alim). Menurutnya pasangan DIAmi adalah pasangan ideal dan saling melengkapi.

“Komplit mi tawwa ini pasangan DIAmi, pak Wali (Danny) visioner dan total, ibu Indira ‘macca na malebbi’,” kata Hj Salam, tokoh perempuan kelurahan Panttingalloang.

Wakil Ketua DPRD Makassar yang dikenal bersahaja dan ramah itu pun mendapat sambutan hangat. Hj Salma mengatakan, Indira adalah pemimpin yang tidak memberikan sekat antara dirinya dan warga.

“Beliau sudah hadir di tempat kami, sudah menjadi penghargaan yang sangat tinggi bagi kami. Sosoknya yang bersahaja namun tegas akan mengimbangi kerja total pak Wali Kota,” tandasnya disambut tepuk tangan warga lainnya.

Sementara, dalam sambutannya Indira mengaku begitu sangat berterima kasih dengan antusias masyarakat. “Tadinya saya berfikir ini sekedar silaturahmi biasa saja, ternyata warga Panttingalloang kompak dan satu hati ingin melihat Makassar dua kali tambah baik,” ucap Indira disambut teriakan ‘DIAmi Wali Kotaku’.

Dalam kegiata itu, diapun menyampaikan masih berstatus anggota DPRD Makassar. Sehingga, meminta kepada masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya. Moment itu dijadikan Indira ajang serap aspirasi.

“Silahkan sampaikan apa yang mesti saya lakukan untuk kenyamanan dan kebutuhan’ta. Selama itu untuk kepentingan rakyat, Insya Allah akan saya perjuangkan,” tuturnya.

Lebih jauh Indira tak lupuk dari budaya Bugis-Makassar saling menghargai. Dihadapan puluhan warga Indira “Mappatabe”, permisi dan meminta restu dalam budaya Bugis-Makassar.

“Kehadiran adik’ta ini juga berkapasitas sebagai calon (Wakil Wali Kota) pendamping pak Wali. Mohon dukungan ta, dan doa restu ta. Kami berdua maju kerna dukungan masyarakat Makassar, jadi saya yakin kalau kita inginkan kami berdua maju,” ucap dia.

“Maka saya meyakini bahwa masyarakat Panttingalloang juga akan mengantar kami menjadi Wali Kota dan wakil Wali Kota,” demikian Indira. (Yud)

Jika Pemilihan Gubernur Sulsel digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Jika Pilwalkot Makassar digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Advertisement

Comments

Politik

Hari Ini, Panwaslu Makassar Gelar Sidang Terkait 3 Laporan

Published

on

By

Makassartoday.com – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Makassar mengagendakan sidang atas tiga laporan dugaan pelanggaran yang dialamatkan ke pasangan calon (paslon) nomor urut 2, Danny Pomanto-Indira Mulyasari (DIAmi) pada Senin (19/2/2018), hari ini.

Ketua Panwaslu Makassar, Nursari dikonfirmasi membenarkan jadwal sidang tersebut. Nursari menjelaskan, bahwa ada tiga kasus dugaan pelanggaran yang dilaporkan pihak kuasa hukum paslon nomor 1, Munafri Arifuddin-Rachmatika Dewi (Appi-Cicu), yakni
Penggunaan tagline Dua Kali Tambah Baik, Pengangkatan Tenaga Kontrak serta Pembagian Ponsel untuk RT dan RW.

“Ie, besok pukul 10 di Aula Gedung PKK. Anggenda sidang tanggapan dari KPU atas tiga laporan yang dilayangkan pihak kuasa hukum paslon urut 1 ke paslon urut 2,” jelas Nursari, Minggu (18/2/2018) malam.

Diketahui dalam Undang-undang PKPU nomor 9 tahun 2015 tentang pencalonan pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati dan atau wali kota dan wakil walikota di pasal 88 menyebutkan bahwa pasangan calon dikenakan sanksi pembatalan sebagai peserta pemilihan oleh KPU apabila pasangan calon terbukti melakukan tindak pidana kejahatan yang diancam pidana penjara paling singkat lima tahun atau lebih berdasarkan putusan pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum tetap, sebelum hari pemungutan suara.

Selain itu, pasangan calon dibatalkan sebagai peserta apabila terbukti menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya untuk mempengaruhi pemilihan berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum, sebelum hari pemungutan suara.

Selanjutnya sanksi bagi pasangan calon juga dilaksanakan apabila pasangan calon menerima dan atau memberikan imbalan dalam proses pencalonan berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap.

Terkahir, pasangan calon terbukti melakukan kampanye di media cetak atau elektronik berdasarkan rekomendasi Bawaslu Provinsi atau Panwaslu Kabupaten/kota atau keputusan KPU Provinsi.

“Kita belum bisa simpulkan apakah yang bersangkutan (Paslon urut 2) melanggar pasal yang dimaksud. Sidang nanti baru meminta kejelasan pihak KPU,” kuncinya. (Rusdi)

Jika Pemilihan Gubernur Sulsel digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Jika Pilwalkot Makassar digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Baca Selengkapnya
Advertisement

Terpopuler