Ketua Demokrat Sulsel Sosialisasikan IYL-Cakka di Pangkep | Makassar Today
Connect with us

Politik

Ketua Demokrat Sulsel Sosialisasikan IYL-Cakka di Pangkep

Published

on

Makassartoday.com – Kepeduliaan pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) terhadap masa depan generasi muda dan kemajuan Sulsel, semakin membuat parpol pendukung antusias memenangkannya.

Selain Partai Perindo, Berkarya, dan PPP Sulsel, Partai Demokrat yang memiliki 11 kursi di DPRD Sulsel, juga semakin solid untuk bergerak massif memenangkan pasangan yang dikenal komitmen, tegas dan merakyat ini.

Salah satu buktinya ditunjukkan Ketua DPD Demokrat Sulsel Ni’matullah saat melakukan temu konstituen dengan ratusan warga di Pangkep, Senin (22/1/2018) sore.

Ni’matullah yang juga wakil ketua DPRD Sulsel ini menekankan kepada warga Pangkep agar bersatu untuk memenangkan IYL-Cakka. Alasannya, duet ini, selain teruji di pemerintahan, juga komitmennya mencerdaskan kehidupan bangsa tak perlu diragukan.

“Terlepas Demokrat sebagai partai pendukung, tapi kita harus mengacungi jempol dengan keberpihakan pasangan ini terhadap generasi muda, dan kesejahteraan rakyat,” terang Ulla, sapaan akrab Ni’matullah.

Politisi asal Pangkep ini menuturkan, salah satu alasan kenapa partainya menjatuhkan pilihan ke IYL-Cakka, di samping pengalaman dan programnya yang terukur, juga figur keduanya bisa dipegang komitmennya.

“Kita butuh pemimpin seperti ini. Orang Bugis Makassar bilang, taro ada taro gau. Bukan lain di mulut, lain di perbuatan,” tegas Ulla yang dipertemuan itu menebar Salam Punggawa, atau salam yang diidentikkan dengan IYL-Cakka.

Selain menyolidkan konstituen, mantan aktivis mahasiswa Unhas ini, juga menginstruksikan kepada semua kader dan pengurus partainya di semua tingkatan agar tidak ragu bergerak menyosialisasikan IYL-Cakka.

Khusus struktur partai, lanjut dia, pihaknya sudah melakukan konsolidasi sekaligus memberikan pengarahan strategi untuk bergerak massif menyosialisasikan IYL-Cakka. Bahkan, di setiap kecamatan diminta membuat posko pemenangan. (*)

Jika Pemilihan Gubernur Sulsel digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Jika Pilwalkot Makassar digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Advertisement

Comments

Politik

Hari Ini, Panwaslu Makassar Gelar Sidang Terkait 3 Laporan

Published

on

By

Makassartoday.com – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Makassar mengagendakan sidang atas tiga laporan dugaan pelanggaran yang dialamatkan ke pasangan calon (paslon) nomor urut 2, Danny Pomanto-Indira Mulyasari (DIAmi) pada Senin (19/2/2018), hari ini.

Ketua Panwaslu Makassar, Nursari dikonfirmasi membenarkan jadwal sidang tersebut. Nursari menjelaskan, bahwa ada tiga kasus dugaan pelanggaran yang dilaporkan pihak kuasa hukum paslon nomor 1, Munafri Arifuddin-Rachmatika Dewi (Appi-Cicu), yakni
Penggunaan tagline Dua Kali Tambah Baik, Pengangkatan Tenaga Kontrak serta Pembagian Ponsel untuk RT dan RW.

“Ie, besok pukul 10 di Aula Gedung PKK. Anggenda sidang tanggapan dari KPU atas tiga laporan yang dilayangkan pihak kuasa hukum paslon urut 1 ke paslon urut 2,” jelas Nursari, Minggu (18/2/2018) malam.

Diketahui dalam Undang-undang PKPU nomor 9 tahun 2015 tentang pencalonan pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati dan atau wali kota dan wakil walikota di pasal 88 menyebutkan bahwa pasangan calon dikenakan sanksi pembatalan sebagai peserta pemilihan oleh KPU apabila pasangan calon terbukti melakukan tindak pidana kejahatan yang diancam pidana penjara paling singkat lima tahun atau lebih berdasarkan putusan pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum tetap, sebelum hari pemungutan suara.

Selain itu, pasangan calon dibatalkan sebagai peserta apabila terbukti menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya untuk mempengaruhi pemilihan berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum, sebelum hari pemungutan suara.

Selanjutnya sanksi bagi pasangan calon juga dilaksanakan apabila pasangan calon menerima dan atau memberikan imbalan dalam proses pencalonan berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap.

Terkahir, pasangan calon terbukti melakukan kampanye di media cetak atau elektronik berdasarkan rekomendasi Bawaslu Provinsi atau Panwaslu Kabupaten/kota atau keputusan KPU Provinsi.

“Kita belum bisa simpulkan apakah yang bersangkutan (Paslon urut 2) melanggar pasal yang dimaksud. Sidang nanti baru meminta kejelasan pihak KPU,” kuncinya. (Rusdi)

Jika Pemilihan Gubernur Sulsel digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Jika Pilwalkot Makassar digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Baca Selengkapnya
Advertisement

Terpopuler