Gadis 13 Tahun "Digarap" Ayah Tiri | Makassar Today
Connect with us

Hukum & Kriminal

Gadis 13 Tahun “Digarap” Ayah Tiri

Published

on

Makassartoday.com – Timsus Polsek Tamalate mengamakan Sa (45) lantaran diduga telah melakukan tindak pidana pelecehan seksual terhadap anak tirinya Bunga (samaran) yang baru berusia 13 tahun.

Sa dibekuk setelah petugas menerima laporan dari tetangga korban yang menjadi saksi awal dalam kasus tersebut. Kejadian memilukan ini bermula saat korban ditinggal di rumah oleh ibu kandungnya yang berangkat kerja.

“Saat itu korban datang ke rumah saya dan melaporkan perbuatan ayah tirinya. Saya kemudian membawa korban melapor ke Polsek Tamalate,” jelas saksi Salasia Dg Ngai (40).

Dalam laporan korban disebutkan bahwa peristiwa itu terjadi di rumah korban, Jl Andi Tonro 4, Makassar, Senin (5/2/2018).

Ayah tiri korban yang berprofesi sebagai buruh kawasan memanfaat momen untuk melampiaskan nafsu bejatnya. Korban awalnya disuruh membersihkan rumah, kemudian pelaku menyuruh korban untuk membunyikan radio dengan volume suara besar.

“Setelah itu korban ditarik lalu dibaringkan sambil dipegang dan di remas di bagian buah dada korban, dan memegang alat vital lain korban,” sambung saksi mengutip keterangan korban.

Korban yang masih tercatat sebagai murid kelas 1 SMP itu sempat berteriak untuk minta tolong. “Tolongka kodong yang ada di luar,” sambungnya.

Namun teriakan korban tidak dapat didengar oleh tetangga korban karena suara musik radio di rumah korban terlalu besar.

Korban baru berhasil melepaskan diri setelah beralasan hendak mengembalikan buku PR di temannya. “Korban mencoba beralasan kalau tidak mengambil buku itu dia bisa dendakan Rp 20.000 sehingga pelaku melepaskan korban,” kata Saksi.

Dari situlah korban menuju rumah saksi dan melaporkan semua yang dialami korban.

Timsus bersama gabungan Fungsi dipimpin oleh Panit 2 Reskrim Ipda Sugiman, kemhdian menjemput pelaku dan selanjutnya membawa pelaku ke Mapolsek Tamalate.

Setelah diamankan, pelaku bersama korban dibawa Unit PPA Restabed Makassar guna pemeriksaan lebih lanjut.

Menurut keterangan korban, kejadian yang sama pernah dialami korban pada bulan Desember 2017 setiap jam 01.00 wita ketika korban sedang tidur.

Tak hanya korban, kakak korbanpun, PA pernah menjadi korban pelaku. Namun karena alasan takut kakak korban urung melaporkan peristiwa yang ia alami ke pihak berwajib. (Hajji Taruna)

Jika Pemilihan Gubernur Sulsel digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Jika Pilwalkot Makassar digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Advertisement

Comments

Hukum & Kriminal

Video: Tahanan Wajib Hafal Bacaan Salat, Begini Reaksi Pembesuk!

Published

on

By

Makassartoday.com – Pihak Polres Pelabuhan Makassar memberlakukan kebijakan baru bagi para terduga pelaku kejahatan yang mendekam di sel mereka.

Para tahanan yang beragama muslim diwajibkan menghafal bacaan salat sebagai syarat menerima barang titipan seperti pakaian dan makanan dari pihak keluarga yang datang menjenguk.

Seperti video yang diunggah akun Instagram tribratanewspolrespelabuhanmks. Dalam video itu, terlihat seorang tahanan tengah membacakan bacaan salat langsung dihadapan petugas jaga dan pihak keluarga yang datang.

Meninggalkan kesan di rutan polres pelabuhan makassar Keluarga pembesuk mengapresiasi petugas jaga tahanan yg mewajibkan tahanan menghafal bacaan shalat bagi ummat muslim jika ingin bertemu keluarganya Titipan pakaian yg dintarkan jika tahanan tidak dpat menghapal bacaan shalat ujar petugas jaga Kagiatan ini sudah berlangsung lama dan diwajibkan melaksanakan shalat berjamaah bagi yg muslim dan bershalawat setelah seleaai ahalat Harapannya setelah mereka keluar dapat diterima oleh masyarakat dan tidak lavu meninggalkan shalat lima waktu dan tidak mengulangi kejahatan ujar akbp. Aris bachtiar, SH SIK MSI pertemuan Setiap pembesuk yg datang sesuai jadwal jam kunjungan, dilarang untuk ketemu keluarganya yg di tahan apabila tahanan belum sanggup menghafal DOA IFTITAH, ini yang selalu di ingatkan kepada personil piket jaga tahanan oleh mantan Kapolres Gowa yg skrg menjabat Kapolres Pelabuhan Mks AKBP ARIS BACHTIAR, SH, SIK, M.Si, kata beliau, apapun alasananya kalau tahanan belum bisa menghafal DOA IFTITAH, keluarga tahanan dilarang membesuk ke ruang tahanan. Tujuannya sangat positif untuk menjadikan tahanan lebih baik dan berakhlak mulia (20/2/2018). • • @polda_sulsel @poldasulsel_humas @divisihumaspolri @tribratanews @pallawanews @dermaga_satsabhara @sdm_poldasulsel @polisi_indonesia @fantry_td @humaspolrespelabuhanmks ` • • • #polrespelabuhanmakassar #humaspolrespelabuhanmakassar #polda_sulsel #poldasulsel_humas #sdm_poldasulsel #divisihumaspolri #pallawanews #polisi_indonesia

A post shared by Polres Pelabuhan Makassar (@tribratanewspolrespelabuhanmks) on

Adapun pihak keluarga yang mendengarkan nampak takjub dan mengapresiasi upaya aparat kepada para tahanan mereka.

Kapolres Pelabuhan Makassar, AKBP Aris Bachtiar dalam keterangannya mengaku sering mengingatkan petugas piket untuk memberlakukan syarat tersebut kepada tahanan sebelum bertemu dengan pembesuk.

“Apapun alasannya, kalau tahanan belum bisa menghafal doa Iftitah maka keluarga tahanan dilarang membesuk ke ruang tahanan,” jelas mantan Kapolres Gowa itu.

Adapun alasan memberlakukan syarat ini, kata Aris, semata-mata untuk menjadikan para tahanan lebih baik dan memiliki akhlak mulia. (Hajji Taruna)

Jika Pemilihan Gubernur Sulsel digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Jika Pilwalkot Makassar digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Baca Selengkapnya
Advertisement

Terpopuler