Buruh Harian Kena Busur di Jl Andi Jemma, Pemicunya Ini! | Makassar Today
Connect with us

Hukum & Kriminal

Buruh Harian Kena Busur di Jl Andi Jemma, Pemicunya Ini!

Published

on

Makassartoday.com – Unit Khusus Polsek Rappocini mengamankan dua orang bersaudara diduga pelaku penganiayaan terhadap seorang buruh bangunan bernama Christian alias Chris (17).

Kedua pelaku, yakni Re (17) oknum siswa SMK serta kakaknya An (18), buruh harian alamat Jl Andi Jemma Lr 1, Makassar, Sulsel.

Peristiwa ini bermula saat pelaku Re mengaku dipukuli oleh orang tak dikenal saat sedang parkir di penjual Nasi Goreng Jakarta (depan RSIA Ananda), Jl Andi Jemma,
Selasa (6/2/2018) sekira P
pukul 03.40 Wita.

Korban Re kemudian mengadukan kejadian yang dialaminya kepada sang kakak An. Pelaku bersama kakak dan sejumlah rekannya kemudian melakukan aksi balasan dengan membawa serta anak panah alias busur.

“Dua bersaudara ini dibantu rekannya kemudian menyerang membabi buta ke lokasi pemukulan hingga satu buah anak panah yang dilepaskan pelaku menyasar kepada korban yang mengenai bagian wajah,” jelas Panit 2 Reskrim Ipda Nurtjahyana, Rabu (7/2/2018).

Selanjutnya petugas yang menerima informasi langsung menyisir lokasi kejadian dan berhasil mengamankan tiga pelaku, termasuk dua bersaudara tersebut. Sementara korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan medis.

“Kami masih menunggu kondisi korban membaik untuk dilakukan pemeriksaan. Namun dugaan sementara bahwa pelaku ini salah sasaran,” kuncinya. (Hajji Taruna)

Jika Pemilihan Gubernur Sulsel digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Jika Pilwalkot Makassar digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Advertisement

Comments

Hukum & Kriminal

Video: Tahanan Wajib Hafal Bacaan Salat, Begini Reaksi Pembesuk!

Published

on

By

Makassartoday.com – Pihak Polres Pelabuhan Makassar memberlakukan kebijakan baru bagi para terduga pelaku kejahatan yang mendekam di sel mereka.

Para tahanan yang beragama muslim diwajibkan menghafal bacaan salat sebagai syarat menerima barang titipan seperti pakaian dan makanan dari pihak keluarga yang datang menjenguk.

Seperti video yang diunggah akun Instagram tribratanewspolrespelabuhanmks. Dalam video itu, terlihat seorang tahanan tengah membacakan bacaan salat langsung dihadapan petugas jaga dan pihak keluarga yang datang.

Meninggalkan kesan di rutan polres pelabuhan makassar Keluarga pembesuk mengapresiasi petugas jaga tahanan yg mewajibkan tahanan menghafal bacaan shalat bagi ummat muslim jika ingin bertemu keluarganya Titipan pakaian yg dintarkan jika tahanan tidak dpat menghapal bacaan shalat ujar petugas jaga Kagiatan ini sudah berlangsung lama dan diwajibkan melaksanakan shalat berjamaah bagi yg muslim dan bershalawat setelah seleaai ahalat Harapannya setelah mereka keluar dapat diterima oleh masyarakat dan tidak lavu meninggalkan shalat lima waktu dan tidak mengulangi kejahatan ujar akbp. Aris bachtiar, SH SIK MSI pertemuan Setiap pembesuk yg datang sesuai jadwal jam kunjungan, dilarang untuk ketemu keluarganya yg di tahan apabila tahanan belum sanggup menghafal DOA IFTITAH, ini yang selalu di ingatkan kepada personil piket jaga tahanan oleh mantan Kapolres Gowa yg skrg menjabat Kapolres Pelabuhan Mks AKBP ARIS BACHTIAR, SH, SIK, M.Si, kata beliau, apapun alasananya kalau tahanan belum bisa menghafal DOA IFTITAH, keluarga tahanan dilarang membesuk ke ruang tahanan. Tujuannya sangat positif untuk menjadikan tahanan lebih baik dan berakhlak mulia (20/2/2018). • • @polda_sulsel @poldasulsel_humas @divisihumaspolri @tribratanews @pallawanews @dermaga_satsabhara @sdm_poldasulsel @polisi_indonesia @fantry_td @humaspolrespelabuhanmks ` • • • #polrespelabuhanmakassar #humaspolrespelabuhanmakassar #polda_sulsel #poldasulsel_humas #sdm_poldasulsel #divisihumaspolri #pallawanews #polisi_indonesia

A post shared by Polres Pelabuhan Makassar (@tribratanewspolrespelabuhanmks) on

Adapun pihak keluarga yang mendengarkan nampak takjub dan mengapresiasi upaya aparat kepada para tahanan mereka.

Kapolres Pelabuhan Makassar, AKBP Aris Bachtiar dalam keterangannya mengaku sering mengingatkan petugas piket untuk memberlakukan syarat tersebut kepada tahanan sebelum bertemu dengan pembesuk.

“Apapun alasannya, kalau tahanan belum bisa menghafal doa Iftitah maka keluarga tahanan dilarang membesuk ke ruang tahanan,” jelas mantan Kapolres Gowa itu.

Adapun alasan memberlakukan syarat ini, kata Aris, semata-mata untuk menjadikan para tahanan lebih baik dan memiliki akhlak mulia. (Hajji Taruna)

Jika Pemilihan Gubernur Sulsel digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Jika Pilwalkot Makassar digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Baca Selengkapnya
Advertisement

Terpopuler