2 Tahun Edarkan Sabu, Sindikat Ini Baru Terungkap | Makassar Today
Connect with us

Hukum & Kriminal

2 Tahun Edarkan Sabu, Sindikat Ini Baru Terungkap

Published

on

Makassartoday.com – Satuan Reskrim Narkoba Polrestabes Makassar berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu 100 gram dari 13 tersangka.

Pengungkapan kasus ini disampaikan Kasat Narkoba Polrestabes Makassar Kompol Diari Estetika saat menggelar rilis kasus di Mapolrestabes Makassar, Jl Jendral Ahmad Yani, Jumat (9/2/2018) siang.

“Kita berhasil mengamankan 13 orang yang merupakan salah pengedar narkoba dengan barang bukti 100 gram,” jelas Kompol Diari.

Diari menambahkan, pengungkapan sindikat pengedar narkoba jenis sabu tersebut, merupakan kerja keras Anggota Timsus Reskrim Narkoba Polrestabes Makassar yang terdiri dari Tim Elang, Tim Macan dan Tim Hiu.

“Tim-tim yang dibentuk inilah yang bekerja keras dalam mengungkap peredaran narkotika di wilayah hukum Makassar,” sambungnya.

Jumlah barang bukti sabu itu, kata Diari disita dari beberapa lokasi, diantaranya di Asrama Barabaraya dengan dua tersangka perempuan, Wisma Mulia, Bontoala, Gowa Ria, Sungai Pareman, Ujung Tanah, Barukang, Biringkanaya serta Rumah Bernyanyi Platinum.

“Mereka sebagian besar adalah kurir yang masuk target dan sudah beroperasi selama kurang lebih dua tahun mengedarkan narkotika jenis sabu di wilayah kota Makassar. Sindikat ini baru tertangkap semua,” tegasnya.

Saat ini pihaknya masih melakukan pengembangan kebih lanjut terhadap jaringan sindikat lainnya.
Selain barang bukti sabu seberat 100 gram, pihaknya juga berhasil menyita ribuan plastik sachet sabu, pipet, ponsel, alat timbangan elektrik, alat isap (Bong), korek, sendok pipet peralatan sabu dan 1 unit mobil Avansa.

Akibat perbuatannya, para tersangka dikenakan Pasal bervariasi, tergantung dengan peran dan jumlah barang bukti yang ditemukan.

“Barang bukti di atas 5 gram dikenakan Pasal 112 ayat 2, Pasal 114 ayat 2 Jo 132, dengan ancaman hukuman seumur hidup atau pidana mati,” kuncinya. (Hajji Taruna)

Jika Pemilihan Gubernur Sulsel digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Jika Pilwalkot Makassar digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Advertisement

Comments

Hukum & Kriminal

Video: Tahanan Wajib Hafal Bacaan Salat, Begini Reaksi Pembesuk!

Published

on

By

Makassartoday.com – Pihak Polres Pelabuhan Makassar memberlakukan kebijakan baru bagi para terduga pelaku kejahatan yang mendekam di sel mereka.

Para tahanan yang beragama muslim diwajibkan menghafal bacaan salat sebagai syarat menerima barang titipan seperti pakaian dan makanan dari pihak keluarga yang datang menjenguk.

Seperti video yang diunggah akun Instagram tribratanewspolrespelabuhanmks. Dalam video itu, terlihat seorang tahanan tengah membacakan bacaan salat langsung dihadapan petugas jaga dan pihak keluarga yang datang.

Meninggalkan kesan di rutan polres pelabuhan makassar Keluarga pembesuk mengapresiasi petugas jaga tahanan yg mewajibkan tahanan menghafal bacaan shalat bagi ummat muslim jika ingin bertemu keluarganya Titipan pakaian yg dintarkan jika tahanan tidak dpat menghapal bacaan shalat ujar petugas jaga Kagiatan ini sudah berlangsung lama dan diwajibkan melaksanakan shalat berjamaah bagi yg muslim dan bershalawat setelah seleaai ahalat Harapannya setelah mereka keluar dapat diterima oleh masyarakat dan tidak lavu meninggalkan shalat lima waktu dan tidak mengulangi kejahatan ujar akbp. Aris bachtiar, SH SIK MSI pertemuan Setiap pembesuk yg datang sesuai jadwal jam kunjungan, dilarang untuk ketemu keluarganya yg di tahan apabila tahanan belum sanggup menghafal DOA IFTITAH, ini yang selalu di ingatkan kepada personil piket jaga tahanan oleh mantan Kapolres Gowa yg skrg menjabat Kapolres Pelabuhan Mks AKBP ARIS BACHTIAR, SH, SIK, M.Si, kata beliau, apapun alasananya kalau tahanan belum bisa menghafal DOA IFTITAH, keluarga tahanan dilarang membesuk ke ruang tahanan. Tujuannya sangat positif untuk menjadikan tahanan lebih baik dan berakhlak mulia (20/2/2018). • • @polda_sulsel @poldasulsel_humas @divisihumaspolri @tribratanews @pallawanews @dermaga_satsabhara @sdm_poldasulsel @polisi_indonesia @fantry_td @humaspolrespelabuhanmks ` • • • #polrespelabuhanmakassar #humaspolrespelabuhanmakassar #polda_sulsel #poldasulsel_humas #sdm_poldasulsel #divisihumaspolri #pallawanews #polisi_indonesia

A post shared by Polres Pelabuhan Makassar (@tribratanewspolrespelabuhanmks) on

Adapun pihak keluarga yang mendengarkan nampak takjub dan mengapresiasi upaya aparat kepada para tahanan mereka.

Kapolres Pelabuhan Makassar, AKBP Aris Bachtiar dalam keterangannya mengaku sering mengingatkan petugas piket untuk memberlakukan syarat tersebut kepada tahanan sebelum bertemu dengan pembesuk.

“Apapun alasannya, kalau tahanan belum bisa menghafal doa Iftitah maka keluarga tahanan dilarang membesuk ke ruang tahanan,” jelas mantan Kapolres Gowa itu.

Adapun alasan memberlakukan syarat ini, kata Aris, semata-mata untuk menjadikan para tahanan lebih baik dan memiliki akhlak mulia. (Hajji Taruna)

Jika Pemilihan Gubernur Sulsel digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Jika Pilwalkot Makassar digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Baca Selengkapnya
Advertisement

Terpopuler