Danny Tak Penuhi Panggilan Penyidik, Polda: Belum Ada Jadwal Ulang | Makassar Today
Connect with us

Hukum & Kriminal

Danny Tak Penuhi Panggilan Penyidik, Polda: Belum Ada Jadwal Ulang

Published

on

Makassartoday.com – Tim Penyidik Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel batal melakukan pemeriksaan terhadap Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi yang menjerat Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemkot Makassar, Erwin Hayya.

Polda Sulsel sebelumnya menetapkan jadwal pemeriksaan orang nomor 1 di Makassar itu pada Jumat (9/2/2018) pukul 09.00 WITA. Pemanggilan itu didasari surat undangan pemeriksaan yang dilayangkan pihak Polda Sulsel pada 6 Februari 2018. Danny dipanggil menjadi saksi atas kasus dugaan korupsi proyek pengadaan ATK dan alat makan minum di Lingkup BPKAD Makassar tahun 2017.

Danny Pomanto, sapaan akrabnya urung memenuhi panggilan sebagai saksi dikarenakan tengah menjalini tugas Dinas di Ibu kota Jakarta.

“Wali Kota Makassar tidak bisa datang memenuhi panggilan penyidik Ditkrimsus Polda Sulsel karena masih ada dinas di Jakarta,” ujar Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, Jumat (9/2/2018).

Sekedar diketahui, Erwin Hayya telah ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan korupsi menunjuk langsung tujuh perusahaan pelaksana terhadap dua proyek tersebut.

Kabid Humas Polda Sulsel mengaku sejauh ini belum ada jadwal pemanggilan ulang dan masih menunggu koordinasi dengan pihak Krimsus.

“Belum ada konfirmasi dari Krimsus,” tutup Dicky. (Askay Khan)

Jika Pemilihan Gubernur Sulsel digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Jika Pilwalkot Makassar digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Advertisement

Comments

Hukum & Kriminal

Video: Tahanan Wajib Hafal Bacaan Salat, Begini Reaksi Pembesuk!

Published

on

By

Makassartoday.com – Pihak Polres Pelabuhan Makassar memberlakukan kebijakan baru bagi para terduga pelaku kejahatan yang mendekam di sel mereka.

Para tahanan yang beragama muslim diwajibkan menghafal bacaan salat sebagai syarat menerima barang titipan seperti pakaian dan makanan dari pihak keluarga yang datang menjenguk.

Seperti video yang diunggah akun Instagram tribratanewspolrespelabuhanmks. Dalam video itu, terlihat seorang tahanan tengah membacakan bacaan salat langsung dihadapan petugas jaga dan pihak keluarga yang datang.

Meninggalkan kesan di rutan polres pelabuhan makassar Keluarga pembesuk mengapresiasi petugas jaga tahanan yg mewajibkan tahanan menghafal bacaan shalat bagi ummat muslim jika ingin bertemu keluarganya Titipan pakaian yg dintarkan jika tahanan tidak dpat menghapal bacaan shalat ujar petugas jaga Kagiatan ini sudah berlangsung lama dan diwajibkan melaksanakan shalat berjamaah bagi yg muslim dan bershalawat setelah seleaai ahalat Harapannya setelah mereka keluar dapat diterima oleh masyarakat dan tidak lavu meninggalkan shalat lima waktu dan tidak mengulangi kejahatan ujar akbp. Aris bachtiar, SH SIK MSI pertemuan Setiap pembesuk yg datang sesuai jadwal jam kunjungan, dilarang untuk ketemu keluarganya yg di tahan apabila tahanan belum sanggup menghafal DOA IFTITAH, ini yang selalu di ingatkan kepada personil piket jaga tahanan oleh mantan Kapolres Gowa yg skrg menjabat Kapolres Pelabuhan Mks AKBP ARIS BACHTIAR, SH, SIK, M.Si, kata beliau, apapun alasananya kalau tahanan belum bisa menghafal DOA IFTITAH, keluarga tahanan dilarang membesuk ke ruang tahanan. Tujuannya sangat positif untuk menjadikan tahanan lebih baik dan berakhlak mulia (20/2/2018). • • @polda_sulsel @poldasulsel_humas @divisihumaspolri @tribratanews @pallawanews @dermaga_satsabhara @sdm_poldasulsel @polisi_indonesia @fantry_td @humaspolrespelabuhanmks ` • • • #polrespelabuhanmakassar #humaspolrespelabuhanmakassar #polda_sulsel #poldasulsel_humas #sdm_poldasulsel #divisihumaspolri #pallawanews #polisi_indonesia

A post shared by Polres Pelabuhan Makassar (@tribratanewspolrespelabuhanmks) on

Adapun pihak keluarga yang mendengarkan nampak takjub dan mengapresiasi upaya aparat kepada para tahanan mereka.

Kapolres Pelabuhan Makassar, AKBP Aris Bachtiar dalam keterangannya mengaku sering mengingatkan petugas piket untuk memberlakukan syarat tersebut kepada tahanan sebelum bertemu dengan pembesuk.

“Apapun alasannya, kalau tahanan belum bisa menghafal doa Iftitah maka keluarga tahanan dilarang membesuk ke ruang tahanan,” jelas mantan Kapolres Gowa itu.

Adapun alasan memberlakukan syarat ini, kata Aris, semata-mata untuk menjadikan para tahanan lebih baik dan memiliki akhlak mulia. (Hajji Taruna)

Jika Pemilihan Gubernur Sulsel digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Jika Pilwalkot Makassar digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Baca Selengkapnya
Advertisement

Terpopuler