Jaringan Danny Pomanto (DJP) Bubar? | Makassar Today
Connect with us

Politik

Jaringan Danny Pomanto (DJP) Bubar?

Published

on

Makassartoday.com – Salah satu komunitas pendukung pasangan Danny Pomanto-Indira Mulyasari (DIAmi) menyatakan membubarkan diri.

Tim tersebut bernama Jaringan Danny Pomanto (DJP) yang diketahui oleh Taufik Hidayat. Taufik yang juga Panglima Laskar Merah Putih (LMP) itu menyampaikan informasi pembubaran DJP kepada sejumlah media, Senin (12/2/2018) dini hari.

Berikut kutipan pernyataan Ketua Umum DJP, Taufik Hidayat:

PENYAMPAIAN
Dengan ini atas Nama Taufik Hidayat Ketua Umum JDP Jaringan Danny Pomanto menyatakan bahwa Tim Relawan JDP yang saya bentuk dengan resmi Saya Bubarkan adapun dikemudian hari ada yang mengatas namakan Tim JDP itu bukan lagi tanggung jawab saya sebagai Ketua Umum Jaringan Danny Pomanto atau disingkat JDP.
Demikian Penyampaian ini kami Buat untuk diketahui oleh seluruh pengurus dan anggota
Wassalam.

ttd
Taufik Hidayat

Ditanya perihal alasan dirinya membubarkan tim yang ia bentuk tersebut, Taufik mengaku sudah tak sejalan dengan pola pergerakan dan strategi pemenangan yang menurutnya melanggar aturan main Pilkada.

“Alasan saya membubarkan JDP ini karena pola gerakan dan strategi pemenangan yg dilaksanakan menurut saya melanggar aturan main pilkada (melibatkan ASN) dimana metode kerja dalam pembentukan tim dan perekrutan anggota JDP melibatkan seluruh pimpinan kecamatan dan 153 pimpinan kelurahan,” sebutnya.

Dia juga menyebut bahwa kepala kelurahan wajib atas persetujuan dan perintah petahana dengan cara merekrut di masing-masing wilayahnya.

“Pak Lurah wajib atas persetujuan dan petintah Pak Danny Pomanto wajib merekrut pengurus di kelurahannya masing-masing yang kemudian anggota itu dijadikan pengurus tim relawan JDP tingkat kelurahan yang selanjutnya para pengurus kelurahan ini berkordinasi dengan Pak Lurah untuk menjadikan mereka pengurus PPS di setiap TPS di kelurahan tersebut,” bebernya.

“Menurut saya ini adalah pelanggaran Pilwali dan saya tidak ingin terlibat dalam pelanggaran tersebut. Maka dari itu saya bersama teman-teman memutuskan untuk membubarkan tim JDP ini untuk terhindar dari pelanggaran pilkada,” sambungnya.

Ditanya soal kemana arah dukungannya di Pilwali Makassar 2018 pasca hengkang dari Danny, Taufik dengan tegas menyatakan dukungan ke Munafri Arifuddin-Rachamtika Dewi (Appi-Cicu).

“Nakke ACO, Appi-Cicu,” tegasnya.

Sejauh ini belum ada konfirmasi pihak Menara DIAmi sebagai pihak yang mengakomodir seluruh tim dan relawan kandidat petahana tersebut. (Farel)

Jika Pemilihan Gubernur Sulsel digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Jika Pilwalkot Makassar digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Advertisement

Comments

Politik

Nurdin Halid Kembali Gaungkan Program Lapangan Internasional per Kecamatan

Published

on

By

Makassartoday.com – Calon Gubernur Sulsel, Nurdin Halid (NH) tak ingin mengurungkan tekadnya menyediakan lapangan sepak bola Internasional di setiap kecamatan. Komitmen tersebut bakal segera diwujudkan kala ia terpilih menjadi gubernur berpasangan dengan Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar. 

Mantan Ketua Umum PSSI ini menjelaskan, lapangan sepak bola internasional di setiap kecamatan tidak hanya akan menjadi ladang dalam menjaring bibit atlet berkualitas sekelas Ramang dari seluruh pelosok Sulsel. Dengan adanya, lapangan sepak bola berstandar internasional diharapkan mampu memberikan manfaat yang jauh lebih besar bagi NH. 

“Kalau ada lapangan yang bagus, akan bisa berfungsi juga sebagai alun-alun. Di situlah nanti menjadi ruang publik bagi masyarakat untuk saling berkomunikasi dengan nyaman, berdiskusi, bekerja sama, dan menumbuhkan kembali rasa kekeluargaan,” ujarnya, Selasa (20/2).

Muaranya, Ketua Dewan Koperasi Indonesia ini hendak kembali menumbuhkan sikap kegotongroyongan yang menjadi jati diri bangsa. Sebab, lanjut NH, perkembangan zaman telah menggerus nilai-nilai warisan leluhur dan pendiri bangsa ini. 

“Dulu kalau ada tetangga yang mau membangun rumah, kita sama-sama gotong royong. Upahnya cukup dengan pisang goreng, sukun, kopi, atapnya sudah dipasang sore hari. Sudah hampir hilang budaya seperti itu hari ini,” bebernya. 

Mantan pengurus Komite Asosiasi Konfederasi Sepak Bola Asia ini menyadari pentingnya akses terhadap ruang publik dalam lingkungan masyarakat dalam menciptakan hubungan keharmonisan. Hal tersebut ia pelajari saat berkunjung ke sejumlah negara di Amerika Latin, di antaranya Uruguay, Paraguay, dan Brazil. Ia begitu tertarik dengan menjamurnya lapangan di berbagai titik. 

“Dalam perjalanan dari bandara di Uruguay, saya heran kenapa begitu banyak lapangan hanya dalam jarak 10 kilometer. Begitu saya tanyakan ke Presiden Sepak Bola Paraguay, ternyata lapangan itu bukan hanya sebagai tempat bermain bola tapi juga menjadi tempat bercengkerama masyarakatnya,” terangnya. 

Hal itulah yang menjadi motivasi Mantan Manager PSM begitu getol memprogramkan lapangan sepak bola berstandar internasional. Lebih lanjut, jelas NH, standar lapangan internasional mencakup drainase dan rumput. Sehingga, daya serap ketika hujan turun tidak membuat lapangan menjadi tergenang. 

“Sulsel akan bangga karena akan kembali melahirkan pemain yang andal sekaligus nilai kegotongroyongan kembali muncul,” pungkasnya. (*)

Jika Pemilihan Gubernur Sulsel digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Jika Pilwalkot Makassar digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Baca Selengkapnya
Advertisement

Terpopuler