Yel-Yel "Rakyat Bersatu Tak Bisa Dikalahkan" Menggema di Pengundian Nomor Urut | Makassar Today
Connect with us

Politik

Yel-Yel “Rakyat Bersatu Tak Bisa Dikalahkan” Menggema di Pengundian Nomor Urut

Published

on

Makassartoday.com – Pengundian nomor urut empat pasangan kontestan Pilgub Sulsel berjalan meriah. Yel-yel “Rakyat Bersatu Tak Bisa Dikalahkan” menggema di ballroom, maupun di halaman hotel Four Point by Sheraton, Selasa (13/2/2018).

Yel-yel tersebut disuarakan tim dan pimpinan parpol pendukung, serta perwakilan relawan yang datang mengantar Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL Cakka) di pengundian nomor urut yang berlangsung mulai Pukul 13.20 Wita.

Tak hanya itu, yel-yel Punggawa Macakka juga menggema, baik di posko pemenangan rumah kita di Jalan Hertasning, maupun saat “Mister Komitmen” tiba di lokasi pengundian.

“Siapa kita? Kita Punggawa,” teriak tim IYL-Cakka.

Meski menggemakan yel-yel, namun para relawan dan tim pemenangan tetap memperlihatkan sikap santun dan saling menghargai antar sesama pendukung lainnya.

Sekadar diketahui, IYL-Cakka memilih tidak memobilisasi massa. Itu dilakukan untuk menjaga suasana kondusif dan ketertiban. (*)

Jika Pemilihan Gubernur Sulsel digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Jika Pilwalkot Makassar digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Advertisement

Comments

Politik

Nurdin Halid Kembali Gaungkan Program Lapangan Internasional per Kecamatan

Published

on

By

Makassartoday.com – Calon Gubernur Sulsel, Nurdin Halid (NH) tak ingin mengurungkan tekadnya menyediakan lapangan sepak bola Internasional di setiap kecamatan. Komitmen tersebut bakal segera diwujudkan kala ia terpilih menjadi gubernur berpasangan dengan Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar. 

Mantan Ketua Umum PSSI ini menjelaskan, lapangan sepak bola internasional di setiap kecamatan tidak hanya akan menjadi ladang dalam menjaring bibit atlet berkualitas sekelas Ramang dari seluruh pelosok Sulsel. Dengan adanya, lapangan sepak bola berstandar internasional diharapkan mampu memberikan manfaat yang jauh lebih besar bagi NH. 

“Kalau ada lapangan yang bagus, akan bisa berfungsi juga sebagai alun-alun. Di situlah nanti menjadi ruang publik bagi masyarakat untuk saling berkomunikasi dengan nyaman, berdiskusi, bekerja sama, dan menumbuhkan kembali rasa kekeluargaan,” ujarnya, Selasa (20/2).

Muaranya, Ketua Dewan Koperasi Indonesia ini hendak kembali menumbuhkan sikap kegotongroyongan yang menjadi jati diri bangsa. Sebab, lanjut NH, perkembangan zaman telah menggerus nilai-nilai warisan leluhur dan pendiri bangsa ini. 

“Dulu kalau ada tetangga yang mau membangun rumah, kita sama-sama gotong royong. Upahnya cukup dengan pisang goreng, sukun, kopi, atapnya sudah dipasang sore hari. Sudah hampir hilang budaya seperti itu hari ini,” bebernya. 

Mantan pengurus Komite Asosiasi Konfederasi Sepak Bola Asia ini menyadari pentingnya akses terhadap ruang publik dalam lingkungan masyarakat dalam menciptakan hubungan keharmonisan. Hal tersebut ia pelajari saat berkunjung ke sejumlah negara di Amerika Latin, di antaranya Uruguay, Paraguay, dan Brazil. Ia begitu tertarik dengan menjamurnya lapangan di berbagai titik. 

“Dalam perjalanan dari bandara di Uruguay, saya heran kenapa begitu banyak lapangan hanya dalam jarak 10 kilometer. Begitu saya tanyakan ke Presiden Sepak Bola Paraguay, ternyata lapangan itu bukan hanya sebagai tempat bermain bola tapi juga menjadi tempat bercengkerama masyarakatnya,” terangnya. 

Hal itulah yang menjadi motivasi Mantan Manager PSM begitu getol memprogramkan lapangan sepak bola berstandar internasional. Lebih lanjut, jelas NH, standar lapangan internasional mencakup drainase dan rumput. Sehingga, daya serap ketika hujan turun tidak membuat lapangan menjadi tergenang. 

“Sulsel akan bangga karena akan kembali melahirkan pemain yang andal sekaligus nilai kegotongroyongan kembali muncul,” pungkasnya. (*)

Jika Pemilihan Gubernur Sulsel digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Jika Pilwalkot Makassar digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Baca Selengkapnya
Advertisement

Terpopuler