Dedengkot Curas Tewas Ditembak Tim Anti Bandit | Makassar Today
Connect with us

Hukum & Kriminal

Dedengkot Curas Tewas Ditembak Tim Anti Bandit

Published

on

Makassartoday.com – Tim Anti Bandit Polres Gowa menembak mati seorang residivis kasus pencurian dengan kekerasan (curas) dan pencurian dengan pemberatan (curat) bernama Iwan Dg.Tunru als Iwan Gondrong (31), Rabu (14/2/2018).

Gondrong terkena timah panas polisi lantaran melakukan perlawanan terhadap petugas saat hendak diamankan. Sebelumnya, keberadaan Gondrong berhasil teridentifikasi di rumah pamannya di Kampung Malaklang, Kelurahan Samata, Kecamatan Sombaopu, Kabupaten Gowa, Rabu dini hari tadi.

“Tersangka melakukan perlawanan kepada petugas dengan menggunakan sebilah badik dari pinggang. Tersangka berusaha melukai salah satu anggota kami Bripka Akbar. Anggota kemudian melakukan tembakan ke arah dada sebanyak 1 kali,” jelas Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga.

Tersangka Gondrong dinyatakan meninggal dunia setelah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara. Shinto menjelaskan, tersangka menjadi target penangkapan berdasarkan LP No.763/Res Gowa tgl 27 Agt 2017, LP No.85/Res Gowa tgl 13 Feb 2018 ttg curat, LP No.53/Sek Manggala tgl 19 Jan 2017 ttg curat, LP No.4/Sek serta LP No.302/Sek Bontomarannu tgl 13 Des 2017 ttg curat.

Barang bukti yang diamankan masing-masing, 1 bilah sajam badik, 3 unit ponsel hasil curian, 2 sachet narkoba jenis sabu, 1 batang kaca alat hisap sabu dan 1 tas laptop Lenovo.

Dalam catatan polisi, tersangka diketahui berstatus residivis kasus curas-curat, dan pernah menjalani pidana hasil ungkap Polsek Sombaopu pada tahun 2011-2016 dengan putusan antara 3 bln-1 thn penjara.

“Tersangka merupakan anggota sindikat kejahatan jalanan pimpinan Ramli Dg Maro (35) yang telah juga ditembak mati oleh Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Sulsel pd 18 Januari 2018 lalu,” jelasnya.

Sejauh ini pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku lain yang masuk dalam jaringan Gondrong. (Hajji Taruna)

Jika Pemilihan Gubernur Sulsel digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Jika Pilwalkot Makassar digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Advertisement

Comments

Hukum & Kriminal

Video: Tahanan Wajib Hafal Bacaan Salat, Begini Reaksi Pembesuk!

Published

on

By

Makassartoday.com – Pihak Polres Pelabuhan Makassar memberlakukan kebijakan baru bagi para terduga pelaku kejahatan yang mendekam di sel mereka.

Para tahanan yang beragama muslim diwajibkan menghafal bacaan salat sebagai syarat menerima barang titipan seperti pakaian dan makanan dari pihak keluarga yang datang menjenguk.

Seperti video yang diunggah akun Instagram tribratanewspolrespelabuhanmks. Dalam video itu, terlihat seorang tahanan tengah membacakan bacaan salat langsung dihadapan petugas jaga dan pihak keluarga yang datang.

Meninggalkan kesan di rutan polres pelabuhan makassar Keluarga pembesuk mengapresiasi petugas jaga tahanan yg mewajibkan tahanan menghafal bacaan shalat bagi ummat muslim jika ingin bertemu keluarganya Titipan pakaian yg dintarkan jika tahanan tidak dpat menghapal bacaan shalat ujar petugas jaga Kagiatan ini sudah berlangsung lama dan diwajibkan melaksanakan shalat berjamaah bagi yg muslim dan bershalawat setelah seleaai ahalat Harapannya setelah mereka keluar dapat diterima oleh masyarakat dan tidak lavu meninggalkan shalat lima waktu dan tidak mengulangi kejahatan ujar akbp. Aris bachtiar, SH SIK MSI pertemuan Setiap pembesuk yg datang sesuai jadwal jam kunjungan, dilarang untuk ketemu keluarganya yg di tahan apabila tahanan belum sanggup menghafal DOA IFTITAH, ini yang selalu di ingatkan kepada personil piket jaga tahanan oleh mantan Kapolres Gowa yg skrg menjabat Kapolres Pelabuhan Mks AKBP ARIS BACHTIAR, SH, SIK, M.Si, kata beliau, apapun alasananya kalau tahanan belum bisa menghafal DOA IFTITAH, keluarga tahanan dilarang membesuk ke ruang tahanan. Tujuannya sangat positif untuk menjadikan tahanan lebih baik dan berakhlak mulia (20/2/2018). • • @polda_sulsel @poldasulsel_humas @divisihumaspolri @tribratanews @pallawanews @dermaga_satsabhara @sdm_poldasulsel @polisi_indonesia @fantry_td @humaspolrespelabuhanmks ` • • • #polrespelabuhanmakassar #humaspolrespelabuhanmakassar #polda_sulsel #poldasulsel_humas #sdm_poldasulsel #divisihumaspolri #pallawanews #polisi_indonesia

A post shared by Polres Pelabuhan Makassar (@tribratanewspolrespelabuhanmks) on

Adapun pihak keluarga yang mendengarkan nampak takjub dan mengapresiasi upaya aparat kepada para tahanan mereka.

Kapolres Pelabuhan Makassar, AKBP Aris Bachtiar dalam keterangannya mengaku sering mengingatkan petugas piket untuk memberlakukan syarat tersebut kepada tahanan sebelum bertemu dengan pembesuk.

“Apapun alasannya, kalau tahanan belum bisa menghafal doa Iftitah maka keluarga tahanan dilarang membesuk ke ruang tahanan,” jelas mantan Kapolres Gowa itu.

Adapun alasan memberlakukan syarat ini, kata Aris, semata-mata untuk menjadikan para tahanan lebih baik dan memiliki akhlak mulia. (Hajji Taruna)

Jika Pemilihan Gubernur Sulsel digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Jika Pilwalkot Makassar digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Baca Selengkapnya
Advertisement

Terpopuler