Ini Lokasi Kunjungan Kerja Jokowi di Sulsel | Makassar Today
Connect with us

Nasional

Ini Lokasi Kunjungan Kerja Jokowi di Sulsel

Published

on

Makassartoday.com – Presiden Joko Widodo dijadwalkan melakukan kunjungan kerja di Sulsel selama sehari mulai, Kamis (15/2/2018).

Informasi yang dihimpun dari pihak Kodam XIV Hasanuddin bahwa orang nomor 1 di Republik Indonesia ini tiba bersama rombongan di Lanud Hasanuddin menuju Hotel Rinra Makassar sebelum menghadiri penyerahan KIT (Kartu Indonesia Pintar), sebanyak 1.500 PKH dan 1.700 KIP di Lapangan Syeh Yusuf Discovery, Kabupaten Gowa.

Namun apabila cuaca saat acara tersebut tidak mendukung maka acara akan dipindahkan Balla Lompoa Gowa. Pada pukul 10.30 Wita, Presiden RI dan rombongan dijadwalkan menuju lokasi padat karya (pembangunan jalan) di Kecamatan Pattallasang, Kabupaten Gowa.

Pukul 11.30 Wita, Presiden RI dan rombongan menuju RM Limbung di Kelurahan Kalebajeng, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa.

Pada pukul 12.30 Wita, Presiden RI menuju Lapangan Makkatang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar dalam rangka pemberian sertifikat tanah sebanyak 5.000 meliputi:

– Kota Makassar = 50
– Kab. Gowa = 650
– Kab. Takalar = 1.500
– Kab. Bantaeng = 1000
– Kab. Bulukumba = 1000
– Kab. Jeneponto = 800

Usai kunjungan itu, Presiden RI menuju Kampus Unhas Jl. Perintis Kemerdekaan Kota Makassar dalam rangka menghadiri acara Forum Rektor se Indonesia yang rencana akan dihadiri oleh 1.474 Rektor.

Usai dari Kampus Unhas, Presiden RI dan rombongan dijadwalkan kembali menuju bandara pada pukul 16.00 Wita. (Hajji Taruna)

Jika Pemilihan Gubernur Sulsel digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Jika Pilwalkot Makassar digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Advertisement

Comments

Nasional

Deng Ical Sindir Gambar Petahana Tiba-tiba Ramai di Posyandu

Published

on

By

Makassartoday.com – Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, mengumpulkan seluruh Kepala Daerah se-Indonesia, di hotel Grand Sahid Jakarta, Selasa (20/2/2018).

Pertemuan yang dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Indonesia (Menko Polhukam), Jenderal TNI (Purn) Dr. H. Wiranto, membahas terkait pelaksanaan Pilkada Serentak di 171 daerah di Indonesia.

Dalam kesempatan itu hadir Plt Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal MI bersama seluruh kepala Daerah yang akan melaksanakan Pilkada serentak di daerahnya masing-masing.

Sesudah dibuka Menko Polhukam, dilanjutkan dengan diskusi tanya jawab. Dalam sesi tanya jawab tersebut, Deng Ical sapaan akrabnya menjadi penanya kedua dalam diskusi yang dihadiri Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu RI), Abhan, dan Ketua Komisioner KPU RI, Arief Budiman.

Dihadapan Mendagri, Ketua Komisioner KPU dan Bawaslu RI, Deng mempertanyakan sanksi apa yang akan diberikan kepada ASN jika terlibat politik.

Kedua, aturan-aturan pada saat masa kampanye nanti terkait dengan gambar-gambar petahana yang sudah terlanjur ada dan tertempel di setiap puskesmas, seperti kampanye kebersihan, kesadaran berlalu lintas.

“Celakanya lagi karena di daerah tetangga kita itu di reproduksi, yang tadinya cuman ada di puskesmas tiba-tiba semua posyandu ditempelin gambar petahana, sehingga banyak keluhan dari tim pasangan lainnya, namun itu belum bisa ditindak lanjuti. Olehnya itu kami memohon petunjuk,” kata Deng Ical

Politisi Golkar ini juga mempertanyakan terkait jabatan yang lowong dan sifatnya sangat dibutuhkan di Pemerintahan. “Jika kita ingin mengisi kepala kelurahan dan sekolah yang sudah pensiun, apakah itu juga butuh persetujuan tertulis Pak Menteri,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Mendagri Tjahjo Kumolo menegaskan akan memberikan sanksi yang tegas kepada ASN yang tidak taat aturan. Bukan hanya yang ikut mensosialisasikan langsung ke masyarakat tetapi juga yang ikut mengkampanyekan kandidat melalui sosial media.

“Dalam waktu dekat ini kami akan mengelurkan surat edaran terkait sanksi ASN yang tidak netral di Pilkada serentak ini,” tegas Tjahjo Kumolo.

Sementara Ketua Bawaslu RI, Arif Budiman mengatakan, semua program pemerintah yang di dalamnya ada gambar petahana harus tetap dijalankan hingga memasuki masa kampanye.

“Karena KPU sudah punya regulasinya sehingga semua program pemerintah harus tetap berjalan. Hanya saja, pada saat masa kampanye sudah masuk maka tidak boleh lagi ada foto kandidat terpasang di dalamnya,” tegas Arif Budiman.(*)

Jika Pemilihan Gubernur Sulsel digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Jika Pilwalkot Makassar digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Baca Selengkapnya
Advertisement

Terpopuler