Loloskan NH, KPU Sulsel Dilapor ke Bawaslu | Makassar Today
Connect with us

Politik

Loloskan NH, KPU Sulsel Dilapor ke Bawaslu

Published

on

Makassartoday.com – Perhimpunan Mahasiswa Anti Korupsi (Permak) resmi melaporkan KPU Sulsel ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulsel, Rabu (14/2/2018).

Mereka menilai KPU Sulsel lalai dalam melakukan verifikasi administrasi, hingga meloloskan salah satu kandidat yang diduga adalah eks pelaku pidana berulang.

Dalam laporan atas nama pelapor Hamdi Fahrisa disebutkan, KPU Sulsel dituding tidak melakukan verifikasi penelitian persyaratan dan/atau melakukan proses lebih lanjut terhadap administrasi dokumen persyaratan pencalonan dan persyaratan calon dalam Pilgub Sulsel.

Padahal, menurut laporan itu, hal itu diatur dalam Peraturan KPU (PKPU) nomor 3 Tahun 2017 jo. PKPU Nomor 15 Tahun 2017. Akibat kelalaian itu, disebutkan dilaporan adalah lolosnya pelaku pidana berulang sebagai calon gubernur.

Dalam laporan itu juga diurai, jika calon yang dimaksud adalah Nurdin Halid, telah melakukan tindak pidana khusus secara berulang sesuai dengan putusan Mahkamah Agung (MA) RI nomor 1384K/Pid/2005 jo. Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Nomor 2111/Pid/2004/PN.Jak.Sel dengan vonis 2 tahun penjara dalam kasus tindak pidana korupsi dalam distribusi minyak goreng Bulog senilai Rp169 miliar.

Pidana kedua yang disebutkan di laporan itu atas Cagub Nurdin Halid (NH), yakni putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara Nomor 821/Pid/2005/PN.Jkt.Ut tanggal 9 Agustus 2005 atas kasus pelanggaran kepabeanan impor beras sehingga dihukum penjara 2 tahun 6 bulan.

Atas dasar itu, pelapor menilai seharusnya berdasarkan PKPU No 3 Tahun 2017 jo. PKPU No 15 Tahun 2017 Bacalon dengan status mantan terpidana melampirkan surat dari pemimpin redaksi media lokal dan nasional yang menerangkan bahwa Bacalon tersebut telah secara terbuka dan jujur mengemukakan kepada publik sebagai mantan terpidana. Selain itu Bacalon yang dimaksud juga seharusnya melampirkan surat keterangan yang menyatakan bahwa yang bersangkutan bukan sebagai pelaku kejahatan yang berulang dari Polda.

Pelapor menyebutkan jika KPU Sulsel tidak melakukan penelitian terhadap dokumen administrasi persyaratan yang tidak dipenuhi atau dilampirkan oleh calon tersebut.

“KPU Sulsel sebagai penyelenggara keras dugaan telah melakukan pembiaran serta tidak melakukan penegakan perundang-undangan yang berlaku. Bahkan ditengarai tidak menjaga netralitas seabagai penyelenggara karena menetapkan Nurdin Halid sebagai Calon Gubernur, padahal yang bersangkutan tidak melengkapi syarat-syarat yang diwajibkan,” tegas pelapor.

Terlebih, lanjutnya, calon yang dimaksud sudah jelas-jelas pelaku pidana berulang berdasarkan keputusan hukum tetap. “Makanya atas dasar itu, hal itu kita laporkan ke Bawaslu,” terangnya. (Farel)

Jika Pemilihan Gubernur Sulsel digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Jika Pilwalkot Makassar digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Advertisement

Comments

Politik

Nurdin Halid Kembali Gaungkan Program Lapangan Internasional per Kecamatan

Published

on

By

Makassartoday.com – Calon Gubernur Sulsel, Nurdin Halid (NH) tak ingin mengurungkan tekadnya menyediakan lapangan sepak bola Internasional di setiap kecamatan. Komitmen tersebut bakal segera diwujudkan kala ia terpilih menjadi gubernur berpasangan dengan Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar. 

Mantan Ketua Umum PSSI ini menjelaskan, lapangan sepak bola internasional di setiap kecamatan tidak hanya akan menjadi ladang dalam menjaring bibit atlet berkualitas sekelas Ramang dari seluruh pelosok Sulsel. Dengan adanya, lapangan sepak bola berstandar internasional diharapkan mampu memberikan manfaat yang jauh lebih besar bagi NH. 

“Kalau ada lapangan yang bagus, akan bisa berfungsi juga sebagai alun-alun. Di situlah nanti menjadi ruang publik bagi masyarakat untuk saling berkomunikasi dengan nyaman, berdiskusi, bekerja sama, dan menumbuhkan kembali rasa kekeluargaan,” ujarnya, Selasa (20/2).

Muaranya, Ketua Dewan Koperasi Indonesia ini hendak kembali menumbuhkan sikap kegotongroyongan yang menjadi jati diri bangsa. Sebab, lanjut NH, perkembangan zaman telah menggerus nilai-nilai warisan leluhur dan pendiri bangsa ini. 

“Dulu kalau ada tetangga yang mau membangun rumah, kita sama-sama gotong royong. Upahnya cukup dengan pisang goreng, sukun, kopi, atapnya sudah dipasang sore hari. Sudah hampir hilang budaya seperti itu hari ini,” bebernya. 

Mantan pengurus Komite Asosiasi Konfederasi Sepak Bola Asia ini menyadari pentingnya akses terhadap ruang publik dalam lingkungan masyarakat dalam menciptakan hubungan keharmonisan. Hal tersebut ia pelajari saat berkunjung ke sejumlah negara di Amerika Latin, di antaranya Uruguay, Paraguay, dan Brazil. Ia begitu tertarik dengan menjamurnya lapangan di berbagai titik. 

“Dalam perjalanan dari bandara di Uruguay, saya heran kenapa begitu banyak lapangan hanya dalam jarak 10 kilometer. Begitu saya tanyakan ke Presiden Sepak Bola Paraguay, ternyata lapangan itu bukan hanya sebagai tempat bermain bola tapi juga menjadi tempat bercengkerama masyarakatnya,” terangnya. 

Hal itulah yang menjadi motivasi Mantan Manager PSM begitu getol memprogramkan lapangan sepak bola berstandar internasional. Lebih lanjut, jelas NH, standar lapangan internasional mencakup drainase dan rumput. Sehingga, daya serap ketika hujan turun tidak membuat lapangan menjadi tergenang. 

“Sulsel akan bangga karena akan kembali melahirkan pemain yang andal sekaligus nilai kegotongroyongan kembali muncul,” pungkasnya. (*)

Jika Pemilihan Gubernur Sulsel digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Jika Pilwalkot Makassar digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Baca Selengkapnya
Advertisement

Terpopuler