Video: Bekas Markas JDP Dipenuhi Pendukung Appi-Cicu | Makassar Today
Connect with us

Politik

Video: Bekas Markas JDP Dipenuhi Pendukung Appi-Cicu

Published

on

Makassartoday.com – Pasca pengunduran diri Taufik Hidayat sebagai Ketua Umum Jaringan Danny Pomanto (JDP), bekas Markas JDP, Jl Ratulangi, Makassar, dipenuhi pendudukung pasangan calon (Paslon) Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu).

Kondisi bekas Markas JDP ini terlihat dari sebuah video yang beredar di media sosial, Rabu (14/2/2018) malam. Video itu juga menunjukkan gambar Danny Pomanto yang masih terpajang di dinding markas.

Taufik Hidayat dikonfirmasi mengaku bahwa pihaknya mulai merubah fungsi markas tersebut sebagai tempat konsolidasi tim pemenangan Appi-Cicu.

“Yah kami mulai merubah fungsi sekretariat ini untuk tempat konsolidasi pemenangan pasangan urut 1 (Appi-Cicu),” ucap Panglima Laskar Merah Putih (LMP) itu.

Dilansir sebelumnya, Taufik memberikan pernyataan sikap untuk mundur sebagai Ketua Umum JDP sekaligus secara resmi membubarkan jaringan itu.

Adapun alasan mundurnya Taufik, lantaran sudah tak sejalan dengan pola pergerakan dan strategi pemenangan yang menurutnya melanggar aturan main Pilkada.

“Alasan saya membubarkan JDP ini karena pola gerakan dan strategi pemenangan yg dilaksanakan menurut saya melanggar aturan main pilkada (melibatkan ASN) dimana metode kerja dalam pembentukan tim dan perekrutan anggota JDP melibatkan seluruh pimpinan kecamatan dan 153 pimpinan kelurahan,” sebutnya.

Disisi lain, sejumlah orang yang mengatasnamakan pendiri dan pengurus JDP menyebutkan bahwa JDP bukan milik Taufik Hidayat melainkan dibangun dengan sejumlah orang yang menjadi loyalis Danny Pomanto.

“JDP bukan jaringan APPI-Cicu bosku. Para pendiri dan seluruh anggota menyatakan tidak ikut bergabung dengan pasangan Appi-Cicu,” tandas Ketua Zona I JDP, Harun Rahman Sese, saat jumpa pers di Kaisar Jalan Sam Ratulangi, Rabu (14/2/2018)

Menurutnya, jika ketua berpaling tidak serta merta pendukungnya ikut berpaling dari DIAmi. Pengurus JDP menegaskan tetap solid dan bekerja memenangkan petahana di Pilkada Makassar.

“Karena JDP bukan milik ketua tapi ini milik dari semua anggota, bubar tidaknya pun tergantung dari rapat internal, karena masih banyak figur lain bisa melanjutkan,” ujar pengurus lainnya, Rustam. (Rusdi)

Lihat video:

Jika Pemilihan Gubernur Sulsel digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Jika Pilwalkot Makassar digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Advertisement

Comments

Politik

Nurdin Halid Kembali Gaungkan Program Lapangan Internasional per Kecamatan

Published

on

By

Makassartoday.com – Calon Gubernur Sulsel, Nurdin Halid (NH) tak ingin mengurungkan tekadnya menyediakan lapangan sepak bola Internasional di setiap kecamatan. Komitmen tersebut bakal segera diwujudkan kala ia terpilih menjadi gubernur berpasangan dengan Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar. 

Mantan Ketua Umum PSSI ini menjelaskan, lapangan sepak bola internasional di setiap kecamatan tidak hanya akan menjadi ladang dalam menjaring bibit atlet berkualitas sekelas Ramang dari seluruh pelosok Sulsel. Dengan adanya, lapangan sepak bola berstandar internasional diharapkan mampu memberikan manfaat yang jauh lebih besar bagi NH. 

“Kalau ada lapangan yang bagus, akan bisa berfungsi juga sebagai alun-alun. Di situlah nanti menjadi ruang publik bagi masyarakat untuk saling berkomunikasi dengan nyaman, berdiskusi, bekerja sama, dan menumbuhkan kembali rasa kekeluargaan,” ujarnya, Selasa (20/2).

Muaranya, Ketua Dewan Koperasi Indonesia ini hendak kembali menumbuhkan sikap kegotongroyongan yang menjadi jati diri bangsa. Sebab, lanjut NH, perkembangan zaman telah menggerus nilai-nilai warisan leluhur dan pendiri bangsa ini. 

“Dulu kalau ada tetangga yang mau membangun rumah, kita sama-sama gotong royong. Upahnya cukup dengan pisang goreng, sukun, kopi, atapnya sudah dipasang sore hari. Sudah hampir hilang budaya seperti itu hari ini,” bebernya. 

Mantan pengurus Komite Asosiasi Konfederasi Sepak Bola Asia ini menyadari pentingnya akses terhadap ruang publik dalam lingkungan masyarakat dalam menciptakan hubungan keharmonisan. Hal tersebut ia pelajari saat berkunjung ke sejumlah negara di Amerika Latin, di antaranya Uruguay, Paraguay, dan Brazil. Ia begitu tertarik dengan menjamurnya lapangan di berbagai titik. 

“Dalam perjalanan dari bandara di Uruguay, saya heran kenapa begitu banyak lapangan hanya dalam jarak 10 kilometer. Begitu saya tanyakan ke Presiden Sepak Bola Paraguay, ternyata lapangan itu bukan hanya sebagai tempat bermain bola tapi juga menjadi tempat bercengkerama masyarakatnya,” terangnya. 

Hal itulah yang menjadi motivasi Mantan Manager PSM begitu getol memprogramkan lapangan sepak bola berstandar internasional. Lebih lanjut, jelas NH, standar lapangan internasional mencakup drainase dan rumput. Sehingga, daya serap ketika hujan turun tidak membuat lapangan menjadi tergenang. 

“Sulsel akan bangga karena akan kembali melahirkan pemain yang andal sekaligus nilai kegotongroyongan kembali muncul,” pungkasnya. (*)

Jika Pemilihan Gubernur Sulsel digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Jika Pilwalkot Makassar digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Baca Selengkapnya
Advertisement

Terpopuler