Dinar Terpilih Putri Pariwisata Nusantara 2018 | Makassar Today
Connect with us

Sulsel

Dinar Terpilih Putri Pariwisata Nusantara 2018

Published

on

Makassartoday.com – Dinar Wahyuni terpilih sebagai Putri Pariwisata Nusantara 2018. Dinar resmi mengenakan mahkota puteri setelah berhasil mengalahkan pesaingnya di Malam Puncak Putri Pariwisata yang digelar di Eboni Ballroom Gammara Hotel, Jl Metro Tanjung Bunga Makassar, Sabtu (14/4/2018) malam.

Firdaus Nur yang menjabat sebagai Dirut Media Pro menuturkan, acara ini terselenggara atas kerja sama antara media pro, Dinas Pariwisata Sulawesi Selatan dan Gammara Hotel.

Dirut Media Pro tersebut, ada empat hari masa karantina dan peserta harus memiliki tiga point utama para peserta, yakni cerdas, tangkas dan cantik luar dalam.

“Bukan hanya itu Pemilihan Putri Pariwisata yang ke-11 ini ada empat hari pembekalan, malam bakat dan pemberdayaan perempuan,” jelasnya.

Firdaus Nur juga menjelaskan, bahwa tujuan diadakan Pemilihan Putri Pariwisata Sulawesi Selatan tak hanya ajang promosi peningkatan pariwisata di Sulawesi Selatan, namun juga puteri terpilih juga akan mewakili Sulawesi Selatan pada Pemilihan Putri Pariwisata tingkat Nasional Agustus mendatang.


Pemilihan Putri Pariwisata Sulawesi Selatan 2018 ini juga dirangkaikan dengan dengan penyerahan simbolis untuk Putra Putri Nusantara 2018.

Nur Masthurah, Putri Pariwisata Nusantara 2017 diberi amanah untuk memberikan mahkota kepada Dinar Wahyuni.

Sementara, Marcel Dwi Putra, Putra Pariwisata Nusatantara 2017, memberi mahkota kepada Roy Marten, Putra Pariwisata Nusantara 2018. (Hajji Taruna- Windha)

Advertisement
Comments

Sulsel

Polisi Tak Segan Tindaki Aksi Premanisme Debt Collector

Published

on

By

Makassartoday.com – Mitra Sulawesi menyelenggarakan diskusi publik yang dikemas dalam Bincang Ngopi yang bertajuk “Simalakama Debt Collector,  Dipecat atau Dipenjara” di Warkop 56, Jl Dg Bollo, Kabupaten Gowa, Jumat (20/4/2018).

Terkait maraknya penarikan kendaraan yang dilakukan debt collector, banyak isu negatif tersebar di kalangan masyarakat mulai dari aksi penggunaan ancaman kekerasan bahkan penganiayaan yang dapat mengakibatkan kematian.

Diskusi ini menghadirkan narasumber, Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga, praktisi hukum, Dr Asdar Arti, pihak perusahaan finance serta perwakilan dari OJK Sulsel.

Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga mengatakan, tidak segan-segan mengambil ketegasan terhadap aksi premanisme.

“Jika ada ancaman bahkan kekerasan yang dilakukan debt collector saat eksekusi, kami tidak segan-segan melakukan penindakan tegas terhadap aksi premanisme ini,” tegas Shinto.


Selain kreditur, penegakan hukum Polres Gowa juga mengakomodir laporan dari debitur sebagai ekses atau dampak dari cara collector mengeksekusi di lapangan.

Dalam materinya, Kapolres Gowa Akbp Shinto Silitonga SIK,. MSi menjelaskan dua peran Polres Gowa dalam dunia kefidusiaan.

“Sesuai UU No.42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia, maka Polres Gowa berperan sebagai penegak hukum sesuai Pasal 35 dan Pasal 36,” jelasnya.

Kreditor atau pihak leasing, sambung Kapolres, bisa membuat laporan tentang adanya dugaan pemalsuan informasi dalam akta fidusia, serta pengalihan dan penggadaian barang fidusia oleh debitur tanpa persetujuan kreditut.

Dalam perkembangannya saat ini, laporan kreditur di atas juga dapat dilapis dengan persangkaan Pasal 372 KUHP dan Pasal 378 KUHP. (*)

Baca Selengkapnya
Advertisement

Terpopuler