Batu Putih Trans Sindicate Gelar Konsolidasi | Makassar Today
Connect with us

NEWS

Batu Putih Trans Sindicate Gelar Konsolidasi

Published

on

Makassartoday.com – Fokus memenangkan pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin dan Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) di Pilkada Makassar, Batu Putih Trans Sindicate menggelar konsolidasi dengan ribuan relawan di Menara Bosowa, Minggu (15/4/2018).

Salah satu pilar pemenangan Appi-Cicu tersebut memberikan pembekalan kepada timnya yang akan bergerak di lapangan menjaring suara pemilih.

Dalam kesempatan tersebut, hadir Presiden Batu Putih, Syamsul Bahri Sirajuddin. Di hadapan ribuan tim, Syamsul atau yang lebih akrab disapa Daeng Ancu menyampaikan bahwa tidak ada kata takut untuk kelompok Batu Putih dalam pilkada.

Hal tersebut disampaikan Daeng Ancu menepis isu yang berkembang bahwa proses hukum sengketa pilkada Makassar adalah sebuah ketakutan melawan incumbent.

“Kami tidak pernah takut bertarung melawan siapapun di pilkada, isu yang berkembang itu adalah isu murahan. Mereka mungkin tidak tahu atau pura-pura tidak tahu bahwa dalam pilkada itu ada aturannya. Apa yang kami lakukan saat ini adalah mewujudkan sistem demokrasi yang benar,” jelasnya.

Dikesempatan yang sama, Ketua Tim Jaringan Appi-Cicu Pilar Batu Putih, Supratman menyatakan, kehadiran ribuan relawan dalam acara tersebut semakin meyakinkan dirinya Appi-Cicu akan memenangkan pilwali Makassar.


“Terimakasih saudara-saudaraku sudah berkenan hadir, sangat luar biasa hanya dalam waktu dua hari kita bisa menghadirkan ribuan relawan di tempat ini. Saya semakin yakin kita akan memenangkan pertarungan ini,” tegasnya.

Tak ketinggalan calon Walikota dan Wakil Walikota, Munafri dan Rachmatika yang membakar semangat tim dengan orasi politiknya. Rachmatika alias Cicu yang diberi kesempatan terlebih dahulu menyampaikan, perjuangan bersama tim masih cukup panjang sehingga dalam waktu yang tersisa harus bekerja ekstra.

“Waktu yang tersisa masih cukup panjang, saya berharap saudara-sadaraku semua mari kita bekerja ekstra, bekerja maksimal dan insya Allah kita sama-sama memenangkan pertarungan ini,” ujarnya.

Kesempatan selanjutnya giliran Munafri menyampaikan orasi politiknya. Dalam orasinya ia mempertegas pernyataan dari Daeng Ancu.

“Benar yang disampaikan Daeng Ancu kami tidak pernah takut berhadapan dengan siapapun di pilkada, jangankan bertarung hingga ke TPS, seandainya ada pertarungan hingga ke lubang semutpun kami akan layani,” tegas kandidat yang lebih akrab disapa Appi tersebut.

Sekedar diketahui, Batu Putih Trans Sindicate adalah satu diantara tiga pilar pemenangan Appi-Cicu. Selain itu ada dua pilar lain yakni, Pilar Makassar Maju dan Pilar Makassar Sejatera, selain itu tercatat ratusan kelompok dan komunitas yang turut bergabung dalam barisan pemenangan paslon nomor urut satu tersebut. (*)

Advertisement
Comments

Sulsel

Polisi Tak Segan Tindaki Aksi Premanisme Debt Collector

Published

on

By

Makassartoday.com – Mitra Sulawesi menyelenggarakan diskusi publik yang dikemas dalam Bincang Ngopi yang bertajuk “Simalakama Debt Collector,  Dipecat atau Dipenjara” di Warkop 56, Jl Dg Bollo, Kabupaten Gowa, Jumat (20/4/2018).

Terkait maraknya penarikan kendaraan yang dilakukan debt collector, banyak isu negatif tersebar di kalangan masyarakat mulai dari aksi penggunaan ancaman kekerasan bahkan penganiayaan yang dapat mengakibatkan kematian.

Diskusi ini menghadirkan narasumber, Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga, praktisi hukum, Dr Asdar Arti, pihak perusahaan finance serta perwakilan dari OJK Sulsel.

Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga mengatakan, tidak segan-segan mengambil ketegasan terhadap aksi premanisme.

“Jika ada ancaman bahkan kekerasan yang dilakukan debt collector saat eksekusi, kami tidak segan-segan melakukan penindakan tegas terhadap aksi premanisme ini,” tegas Shinto.


Selain kreditur, penegakan hukum Polres Gowa juga mengakomodir laporan dari debitur sebagai ekses atau dampak dari cara collector mengeksekusi di lapangan.

Dalam materinya, Kapolres Gowa Akbp Shinto Silitonga SIK,. MSi menjelaskan dua peran Polres Gowa dalam dunia kefidusiaan.

“Sesuai UU No.42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia, maka Polres Gowa berperan sebagai penegak hukum sesuai Pasal 35 dan Pasal 36,” jelasnya.

Kreditor atau pihak leasing, sambung Kapolres, bisa membuat laporan tentang adanya dugaan pemalsuan informasi dalam akta fidusia, serta pengalihan dan penggadaian barang fidusia oleh debitur tanpa persetujuan kreditut.

Dalam perkembangannya saat ini, laporan kreditur di atas juga dapat dilapis dengan persangkaan Pasal 372 KUHP dan Pasal 378 KUHP. (*)

Baca Selengkapnya
Advertisement

Terpopuler