Gadis Hidrosefalus Curi Perhatian Kapolres Gowa | Makassar Today
Connect with us

Sulsel

Gadis Hidrosefalus Curi Perhatian Kapolres Gowa

Published

on

Makassartoday.com – Perhatian Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga, SIK., MSi bersama Ketua Bhayangkari Cabang Gowa, Oni Shinto, tertuju kepada seorang gadis kecil yang hadir dalam kegiatan bakti sosial pengobatan gratis yang diselenggarakan jajarannya di Lapangan Syekh Yusuf, Minggu (15/4/2018).

Indriani, yang merupakan ibu dari gadis kecil berusia 5 tahun ini menceritakan, Musdalifah sudah mengidap penyakit Hidrosefalus sejak usia 3 bulan, yakni makin hari, ukuran kepala Musdalifah semakin membesar. Sejak saat itu, ia hanya bisa terbaring di tempat tidur, hingga akhirnya sekarang berusia 5 tahun, Musdalifah baru mampu bangun dan bisa kuat untuk duduk.


Kapolres Gowa langsung terenyuh melihat kondisi Musdalifah. Gadis kecil yang tinggal di Jene Tallasa, Kecamatan Pallangga Gowa ini, nampak lemah akibat cairan yang ada di kepalanya.

“Kami akan mencoba membantu Musdalifah untuk mendapatkan penanganan yang lebih baik yakni mengkroscek perihal BPJS yang dimiliki dan membantu mendapatkan rekomendasi agar penyakit yang diderita dapat segera ditangani oleh Dokter yang ahli,” Ujar Akbp Shinto Silitonga SIK., Msi. (Hajji Taruna-Windha)

Advertisement
Comments

Sulsel

Polisi Tak Segan Tindaki Aksi Premanisme Debt Collector

Published

on

By

Makassartoday.com – Mitra Sulawesi menyelenggarakan diskusi publik yang dikemas dalam Bincang Ngopi yang bertajuk “Simalakama Debt Collector,  Dipecat atau Dipenjara” di Warkop 56, Jl Dg Bollo, Kabupaten Gowa, Jumat (20/4/2018).

Terkait maraknya penarikan kendaraan yang dilakukan debt collector, banyak isu negatif tersebar di kalangan masyarakat mulai dari aksi penggunaan ancaman kekerasan bahkan penganiayaan yang dapat mengakibatkan kematian.

Diskusi ini menghadirkan narasumber, Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga, praktisi hukum, Dr Asdar Arti, pihak perusahaan finance serta perwakilan dari OJK Sulsel.

Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga mengatakan, tidak segan-segan mengambil ketegasan terhadap aksi premanisme.

“Jika ada ancaman bahkan kekerasan yang dilakukan debt collector saat eksekusi, kami tidak segan-segan melakukan penindakan tegas terhadap aksi premanisme ini,” tegas Shinto.


Selain kreditur, penegakan hukum Polres Gowa juga mengakomodir laporan dari debitur sebagai ekses atau dampak dari cara collector mengeksekusi di lapangan.

Dalam materinya, Kapolres Gowa Akbp Shinto Silitonga SIK,. MSi menjelaskan dua peran Polres Gowa dalam dunia kefidusiaan.

“Sesuai UU No.42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia, maka Polres Gowa berperan sebagai penegak hukum sesuai Pasal 35 dan Pasal 36,” jelasnya.

Kreditor atau pihak leasing, sambung Kapolres, bisa membuat laporan tentang adanya dugaan pemalsuan informasi dalam akta fidusia, serta pengalihan dan penggadaian barang fidusia oleh debitur tanpa persetujuan kreditut.

Dalam perkembangannya saat ini, laporan kreditur di atas juga dapat dilapis dengan persangkaan Pasal 372 KUHP dan Pasal 378 KUHP. (*)

Baca Selengkapnya
Advertisement

Terpopuler