Gani Sebut 30 Persen Fee Proyek Pohon Ketapang Mengalir ke Wali Kota | Makassar Today
Connect with us

Hukum & Kriminal

Gani Sebut 30 Persen Fee Proyek Pohon Ketapang Mengalir ke Wali Kota

Published

on

Makassartoday.com – Kasus dugaan korupsi Pohon Ketapang senilai Rp7 miliar memasuki babak baru. Gani Sirman mantan Plt Kepala Dinas Pettamanan Kota Makassar menyatakan adanya aliran dana proyek yang disetorkan ke Wali Kota Makassar non aktif, Danny Pomanto.

Dana aliran itu, kata dia, berbentuk fee 30 persen atas proyek pengadaan Pohon Ketapang yang disetorkan melalui Kepala Badan Pengelola Keuangan Anggaran (BPKA) Pemkot Makassar.

“Memang benar ada fee proyek 30 persen untuk disetorkan ke wali kota dan itu berdasarkan komitmen proyek,” ujar Gani Sirman saat menggelar jumpa wartawan di Makassar, Minggu (15/4/2018).

Tersangka yang didampingi pengacaranya Syahrir Cakkari menjelaskan, setoran proyek 30 persen itu disetorkan kepada Kepala BPKA Pemkot Makassar Erwin Haiyya yang selanjutnya diteruskan untuk “kepentingan” wali kota.

Gani menambahkan, jika fee proyek sudah ada dalam komitmen yang disepakati oleh semua pihak dan hal tersebut diketahui oleh Wali Kota Makassar, saat itu.

Menurut dia, fee proyek 30 persen itu sudah menjadi kesepakatan awal dan dirinya yang masuk menjadi Plt Kadis Kebersihan dan Pertamanan Makassar selama empat bulan juga kaget saat bendaharanya maupun kepala sub bagian keuangannya menjelaskan hal tersebut.

“Saya kan hanya menjabat empat bulan sebagai Plt sebelum saya pensiun jadi PNS. Nah, yang bikin saya kaget karena kasubag keuangan dan bendahara saya menyampaikan untuk segera menyetorkan 30 persen itu,” bebernya.

Ia mengaku, fee proyek dengan besaran 30 persen itu sudah menjadi rahasia umum di semua SKPD Pemkot Makassar karena semua proyek-proyek yang dilaksanakan memang harus dikeluarkan 30 persen untuk wali kota dan disetor ke BPKA Makassar.


Diungkapkannya, awal mula kasus ini di tahun 2015 itu Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Azis Hasan telah merancang proyek tersebut hingga mulai ditenderkan pada tahun 2016.

Dalam perjalanannya, Azis Hasan kemudian dimutasi menjadi Kepala BPBD Makassar dan digantikan oleh Syahruddin yang hanya berjalan satu bulan karena meninggal dunia.

Gani Sirman yang menjabat sebagai Asisten II Pemkot Makassar kemudian ditunjuk menjadi pelaksana tugas Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan di mana proyek sudah berjalan dan dilelang oleh pejabat sebelumnya.

“Jadi dalam delapan bulan itu ada tiga kepala dinas termasuk saya. Proyek sudah berjalan termasuk semua komitmen-komitmen yang ada dalam proyek,” jelasnya.

Sekedar diketahui, Gani ditetapkan tersangka bersama tiga pegawai lainnya yakni, Budi Susilo, mantan pegawai honorer Buyung Haris dan Abu Bakar Mujaji. 

Penetapan keempat tersangka itu setelah adanya hasil audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Sulsel yang menyatakan terdapat kekurangan volume pekerjaan dan mengakibatkan kerugian negara. 

Gani Sirman kepada penyidik jika dirinya menjabat tidak terlalu lama dan hanya beberapa bulan saja setelah kepala dinas sebelumnya yakni Syahruddin meninggal dunia. Ia juga ditunjuk karena masa pensiunnya tidak lama lagi atau tepatnya pada 1 September 2017.

“Jadi, saya bukan pak kadis, saya ini hanya diperiksa sebagai saksi karena pernah menjabat plt kadis pertamanan, itu saja. Ini soal ketapang,” tegasnya. (Bio)

Advertisement
Comments

Hukum & Kriminal

Curi Ponsel, Bencong Panaikang Diciduk Polisi

Published

on

By

Makassartoday.com – Syahril alias Riri (23), seorang waria (bencong), yang sering namplas di depan pemakaman umum Panaikang harus berurusan dengan pihak berwajib.

Ia dicokok anggota Resmob Polsek Panakkukang dalam kasus pencurian dengan pemberatan dengan barang bukti 1 unit ponsel Samsung A7 warna Gold dan uang sebesar Rp 6.600.000.

Dalam laporan polisi LP/367/III/2018/Restabes Makassar/Sek Panakkukang disebutkan bahwa pelaku melakukan pencucian terhadap seorang ibu rumah tangga bernama Murniati als Murni
(34), warga Jl Haji kalla kamp. Campagayya, Rabu (18/4/2018) malam.

“Pelaku diduga mencuri tas berisi ponsel dan uang yang digantung di bagian depan sepeda motor korban. Pelaku melancarkan aksinya saat korban mengangkat telepon tak jauh dari sepeda motor yang diparkir korban di depan pemakaman umum Panaikang,” jelas Kapolsek Panakkukang Kompol Ananda Fauzi, Kamis (19/4/2018).


Pelaku diamankan setelah anggota Resmob yang dipimpin Panit 2 Ipda Roberth Hariyanto Siga melakukan penyelidikan usai menerima laporan korban.

“Salah satu anggota Resmob menyamar menggunakan jaket Gojek sebagai tamu dan bernegoisasi dengan pelaku, namun pelaku ternyata curiga hingga pelaku kabur melarikan diri,” sambung Kapolsek Panakkukang.

Sempat terjadi kejar-kejaran antara petugas dengan pelaku. Petugas bahkan sempat memberikan tembakan peringatan sebanyak dua kali ke udara yang membuat pelaku ciut dan langsung menghentikan pelariannya.

“Selanjutnya pelaku diamankan menuju mako guna proses lebih lanjut. Dalam interogasinya, pelaku mengakui telah mencuri barang korban,” tutup Kapolsek. (Hajji Taruna)

Baca Selengkapnya
Advertisement

Terpopuler