Majelis Taklim Kecamatan Panakukang Kompak Dukung Appi-Cicu | Makassar Today
Connect with us

NEWS

Majelis Taklim Kecamatan Panakukang Kompak Dukung Appi-Cicu

Published

on

Makassartoday.com – Dukungan masyarakat Kota Makassar untuk pasangan nomor urut satu, Munafri Arifuddin dan Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) semakin tak terbendung.

Hampir setiap hari berbagai kelompok dan komunitas dikukuhkan sebagai bagian dari pemenangan paslon bertagline “Makassar untuk KITA” tersebut. Tak hanya komunitas, hari ini, Sabtu (14/4/2018) kelompok majelis taklim se-Kecamatan Panakukang juga kompak mendukung Appi-Cicu.

Hal tersebut dibuktikan dengan digelarnya acara sosialisasi bersama kelompok majelis taklim Panakukang.

“Insya Allah Bu Cicu, majelis taklim itu satu komando dan mudah-mudahan kalau ibu bersama Pak Appi terpilih bisa lebih memperhatikan kami,” jelas salah satu tokoh masyarakat yang juga Ketua BKMT cabang Panakukang, Musidah.


Lebih lanjut Musidah menyampaikan bahwa kepedulian Cicu terhadap ibu-ibu majelis taklim tidak diragukan lagi. Benar saja, Cicu selain politisi, ia juga merupakan wakil ketua BKMT Kota Makassar.

“Kalau ada yang di dalam keluarga kita (BKMT) yang maju, kenapa pilih yang lain,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut Cicu memaparkan berbagai program andalannya.

“Insya Allah, semua program yang akan kita usung adalah program yang pro rakyat dan langsung dirasakan masyarakat. Kami tidak menawarkan program yang muluk-muluk yang hanya hebat di konsep tapi tidak mampu direalisasikan,” jelas Cicu. (Mawan)

Advertisement
Comments

Sulsel

Polisi Tak Segan Tindaki Aksi Premanisme Debt Collector

Published

on

By

Makassartoday.com – Mitra Sulawesi menyelenggarakan diskusi publik yang dikemas dalam Bincang Ngopi yang bertajuk “Simalakama Debt Collector,  Dipecat atau Dipenjara” di Warkop 56, Jl Dg Bollo, Kabupaten Gowa, Jumat (20/4/2018).

Terkait maraknya penarikan kendaraan yang dilakukan debt collector, banyak isu negatif tersebar di kalangan masyarakat mulai dari aksi penggunaan ancaman kekerasan bahkan penganiayaan yang dapat mengakibatkan kematian.

Diskusi ini menghadirkan narasumber, Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga, praktisi hukum, Dr Asdar Arti, pihak perusahaan finance serta perwakilan dari OJK Sulsel.

Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga mengatakan, tidak segan-segan mengambil ketegasan terhadap aksi premanisme.

“Jika ada ancaman bahkan kekerasan yang dilakukan debt collector saat eksekusi, kami tidak segan-segan melakukan penindakan tegas terhadap aksi premanisme ini,” tegas Shinto.


Selain kreditur, penegakan hukum Polres Gowa juga mengakomodir laporan dari debitur sebagai ekses atau dampak dari cara collector mengeksekusi di lapangan.

Dalam materinya, Kapolres Gowa Akbp Shinto Silitonga SIK,. MSi menjelaskan dua peran Polres Gowa dalam dunia kefidusiaan.

“Sesuai UU No.42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia, maka Polres Gowa berperan sebagai penegak hukum sesuai Pasal 35 dan Pasal 36,” jelasnya.

Kreditor atau pihak leasing, sambung Kapolres, bisa membuat laporan tentang adanya dugaan pemalsuan informasi dalam akta fidusia, serta pengalihan dan penggadaian barang fidusia oleh debitur tanpa persetujuan kreditut.

Dalam perkembangannya saat ini, laporan kreditur di atas juga dapat dilapis dengan persangkaan Pasal 372 KUHP dan Pasal 378 KUHP. (*)

Baca Selengkapnya
Advertisement

Terpopuler